RADARBONANG.ID – Jongkok bukan sekadar gerakan fisik biasa yang sering kita lakukan saat di toilet atau di sawah.
Dalam tradisi dan budaya Asia, terutama Indonesia, jongkok lama—yaitu posisi berjongkok dengan lutut ditekuk dan bokong dekat dengan tumit—sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari sejak dulu.
Tapi tahukah kamu, posisi simpel ini ternyata menyimpan segudang manfaat kesehatan yang luar biasa?
Secara sederhana, jongkok lama atau deep squat adalah posisi tubuh saat seseorang menekuk lutut hingga paha hampir sejajar dengan lantai, sementara bokong menurun mendekati tumit.
Walau terlihat sederhana, postur ini memerlukan kekuatan, keseimbangan, dan fleksibilitas tubuh yang baik.
Posisi ini umum dilakukan dalam berbagai aktivitas di masyarakat, seperti saat bertani, mencuci, bahkan sebagai posisi istirahat saat kerja berat.
Tapi lebih dari itu, praktik jongkok lama ternyata punya dampak signifikan terhadap kesehatan tubuh.
Manfaat Jongkok Lama untuk Kesehatan
1. Menguatkan Otot Kaki dan Pinggul
Jongkok lama secara alami mengaktifkan hampir seluruh otot tubuh bagian bawah, termasuk:
- Otot paha (quadriceps): Membantu menopang berat tubuh saat jongkok.
- Otot betis: Terlibat saat menjaga keseimbangan posisi.
- Otot bokong (gluteus): Mendukung gerakan naik-turun saat berdiri dari jongkok.
Rutin melakukan gerakan ini membantu memperkuat dan menstabilkan otot-otot tersebut, yang penting untuk aktivitas harian seperti berjalan, berlari, hingga menaiki tangga.
2. Meningkatkan Fleksibilitas
Posisi jongkok dalam membuat sendi lutut, pergelangan kaki, dan pinggul meregang secara optimal.
Ini membantu meningkatkan jangkauan gerak dan fleksibilitas tubuh secara keseluruhan.
Semakin lentur tubuh, semakin kecil risiko cedera akibat pergerakan tiba-tiba atau salah posisi.
3. Melancarkan Pencernaan Secara Alami
Menurut sejumlah ahli, posisi jongkok membuat saluran pencernaan lebih lurus, terutama usus besar, sehingga mempermudah buang air besar.
Tak heran, toilet jongkok masih menjadi pilihan utama di banyak negara karena dianggap lebih ramah pencernaan.
4. Menurunkan Risiko Penyakit Kronis
Gerakan jongkok melibatkan aktivitas otot besar, yang berdampak pada kesehatan jantung dan metabolisme. Beberapa manfaatnya antara lain:
- Menurunkan tekanan darah
- Meningkatkan sensitivitas insulin (baik untuk pencegahan diabetes tipe 2)
- Menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah
Jongkok lama juga dapat membantu meningkatkan sirkulasi darah, yang berperan penting dalam mencegah penyakit kardiovaskular.
5. Meningkatkan Keseimbangan dan Kesadaran Tubuh
Posisi ini membantu tubuh memahami pusat gravitasinya sendiri.
Dengan memperkuat otot kaki dan pergelangan, tubuh lebih stabil dan seimbang saat berpindah posisi.
Ini sangat bermanfaat bagi lansia, untuk mencegah risiko jatuh.
Aspek Budaya dan Spiritualitas dalam Jongkok Lama
Tak hanya dari sisi fisik, jongkok lama juga punya makna simbolis dan spiritual dalam beberapa budaya Asia.
Dalam praktik meditasi atau ritual tertentu, posisi jongkok menunjukkan kerendahan hati, penghormatan, dan keterhubungan dengan bumi.
Di Jepang, posisi duduk seiza yang mirip jongkok dipercaya membantu menenangkan pikiran.
Begitu pula dalam budaya Jawa, posisi jongkok kadang dilakukan saat berbicara dengan orang yang dihormati atau dalam doa.
Cara Melakukan Jongkok Lama dengan Benar
Agar manfaatnya optimal dan terhindar dari cedera, pastikan kamu melakukannya dengan teknik yang benar:
- Jaga punggung tetap tegak, jangan membungkuk.
- Pastikan lutut sejajar atau tidak melebihi jari-jari kaki.
- Tumit harus menempel di lantai.
- Tarik napas secara teratur dan perlahan.
- Tahan posisi selama 30 detik hingga 2 menit, lalu perlahan berdiri kembali.
Berbagai studi modern membuktikan bahwa gerakan natural seperti jongkok lama punya dampak besar untuk kesehatan.
Misalnya, Dr. Yoshiro Hatano dari Universitas Tokyo menunjukkan bahwa jongkok dalam meningkatkan kekuatan dan keseimbangan tubuh secara signifikan.
Sementara Dr. David Agus dari UCLA Medical Center mengaitkan posisi ini dengan penurunan risiko penyakit jantung dan diabetes.
Meskipun studi lanjutan masih diperlukan, konsensus umum menyatakan bahwa jongkok lama adalah aktivitas sederhana namun berkhasiat tinggi.
Kesimpulannya, jangan anggap remeh posisi jongkok lama.
Meski terlihat sepele, posisi ini bisa menjadi rutinitas harian yang membawa banyak manfaat—mulai dari kesehatan fisik, pencernaan, hingga keseimbangan dan ketenangan mental.
Coba praktikkan selama beberapa menit setiap hari.
Bukan hanya tubuh yang terasa lebih bugar, tapi pikiran pun jadi lebih fokus dan tenang.
Karena terkadang, rahasia kesehatan bukan pada alat gym mahal, tapi justru pada gerakan paling alami yang sudah dilakukan nenek moyang kita sejak dulu. (*)
Editor : Amin Fauzie