RADARBONANG - Kisah tragis Raden Irawan, putra Arjuna dari Dewi Ulupi, merupakan salah satu episode memilukan dalam epos Mahabharata.
Sejak kecil, Irawan dibesarkan di pertapaan Yasarata oleh ibunya dan kakeknya, Resi Kanwa, jauh dari hingar-bingar kehidupan istana dan peperangan.
Baca Juga: Mengenal Wacinwa, Gabungan Budaya pada Bentuk Kesenian Wayang Cina-Jawa, Berikut 5 Fakta Menariknya!
Ketika Perang Baratayudha pecah, Irawan merasa terpanggil untuk bergabung dengan ayahnya, Arjuna, dan saudara-saudaranya, para Pandawa, di medan laga Kurukshetra.
Namun, dalam perjalanannya menuju medan perang, dia dihadang oleh raksasa sakti bernama Kala Srenggi. Kala Srenggi, yang memihak Kurawa, menyimpan dendam mendalam terhadap Arjuna karena kematian ayahnya, Jatagimbal, di tangan ksatria Pandawa tersebut.
Melihat kemiripan wajah Irawan dengan Arjuna, Kala Srenggi mengira bahwa Irawan adalah Arjuna dan segera menantangnya.
Demi melindungi nama baik ayahnya dan membuktikan keberaniannya, Irawan menerima tantangan tersebut. Pertarungan sengit pun terjadi antara keduanya.
Meskipun Irawan menunjukkan keberanian dan keterampilan yang luar biasa, dia akhirnya gugur di tangan Kala Srenggi. Namun, sebelum menghembuskan napas terakhir, Irawan berhasil menusuk jantung Kala Srenggi dengan kerisnya, sehingga keduanya tewas bersamaan.
Kematian Irawan menambah daftar panjang tokoh-tokoh penting yang gugur dalam Perang Baratayuda. Berikut beberapa di antaranya:
-
Bisma: Senapati agung Korawa yang gugur pada hari kesepuluh setelah terkena panah Srikandi dengan bantuan Arjuna.
-
Abimanyu: Putra Arjuna yang gagah berani, gugur pada hari ketiga belas karena dikeroyok oleh pasukan Korawa.
-
Duryodana: Pemimpin Korawa, tewas pada hari terakhir di tangan Bima.
-
Drona: Guru dari kedua belah pihak, gugur setelah dipenggal oleh Drestadyumna.
Perang Baratayuda, yang berlangsung selama 18 hari, menjadi ajang pertarungan antara Pandawa dan Korawa, dengan banyak ksatria utama yang gugur di medan perang.
Kisah pengorbanan Irawan menggambarkan betapa besarnya cinta dan baktinya kepada sang ayah, Arjuna.
Meskipun tidak sempat bertemu langsung di medan perang, keberanian dan pengorbanannya menjadi simbol dedikasi seorang anak dalam melindungi kehormatan keluarganya. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama