Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Menghidupkan Tradisi Gelut Pathol di Pantura Tuban. Tak Lagi Menjadi Bagian dari Sedekah Laut

Aimatul Fauziyah • Senin, 11 Desember 2023 | 04:17 WIB
Gelut Pathol, tradisi nelayan Tuban yang digelar di Pantai Kelapa, Kelurahan Panyuran, Kecamatan Palang, Minggu (12/11).
Gelut Pathol, tradisi nelayan Tuban yang digelar di Pantai Kelapa, Kelurahan Panyuran, Kecamatan Palang, Minggu (12/11).


TUBAN - Setelah puluhan tahun tidak lagi menjadi bagian dari pergelaran sedekah laut di sepanjang pesisir Tuban, upaya melestarikan gelut pathol dilakukan sejumlah pihak yang peduli. Salah satunya pengelola Pantai Kelapa, Kelurahan Panyuran, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, yang menggelar Minggu (12/11).

Itu merupakan kedua kalinya pengelola pantai setempat menggelar gelut pathol tersebut. Sebelumnya, tahun lalu pergelaran yang sama berlangsung di pantai setempat.

‘’Setahun sekali digelar untuk melestarikan tradisi gelut pathol,” tutur Dimjadi, pelestari tradisi di Tuban.

Dia mengatakan, meski terkesan seperti gulat biasa, gelut pathol memiliki makna dan sejarah bagi para nelayan, khususnya di pesisir Pantai Tuban.

Menurut Dimjadi, dulu gelut pathol menjadi tradisi rutin nelayan untuk mengisi waktu luang saat musim barat.

‘’Karena pada saat musim barat nelayan tidak bisa melaut, jadi para nelayan menggunakan waktu kosong untuk memperbaiki jaring dan melakukan permainan gelut pathol,” tutur guru olahraga SMAN 3 Tuban itu.

Dia mengungkapkan, tradisi adu kekuatan antar nelayan tersebut identik dengan pekerjaan berat yang dilakoni nelayan.

Dimjadi menyebut permainan gelut pathol seperti anak kecil yang bertengkar.

‘’Anak kecil yang sedang bertengkar saling mendekap lalu membanting lawan,” tutur pria 57 tahun itu.

Para nelayan yang bertarung mengikat perutnya dengan sarung. Selama pertarungan, para petarung gelut pathol diiringi musik rebana dan sholawat.

Teknis pertarungannya, antar petarung memegang sarung lawan untuk menjaga keseimbangan dan mencari celah membanting lawan. Petarung yang pertama kali terjatuh, mereka dinyatakan kalah.

Untuk melestarikan budaya tersebut, kompetisi gelut pathol di Pantai Kelapa tidak hanya mempertarungkan nelayan dewasa. Nelayan remaja pun ikut berpartisipasi.

‘’Agar tradisi tidak hilang, perlu kita kenalkan ke anak hingga remaja agar tradisi ini tetap terjaga,” ujar Dimjadi.

Salah satu petarung, Aula Habibi, 17, mengaku senang ikut memeriahkan gelut pathol.

‘’Saya senang mengikuti kompetisi gelut pathol. Dengan diadakannya kompetisi setiap tahun, tradisi ini tidak akan hilang dan akan menjadi ikon bagi Tuban,” kata Habibi yang baru kali pertama mengikuti gelut pathol. (*)

SWADAYA - Warga Klegung, Katongan, Nglipar gotong royong memperbaiki jalan kabupaten di wilayahnya Minggu (10/12/2023)
SWADAYA - Warga Klegung, Katongan, Nglipar gotong royong memperbaiki jalan kabupaten di wilayahnya Minggu (10/12/2023)
Photo
Photo
Editor : Amin Fauzie
#pantura #tradisi #gulat #Gelut Pathol #sedekah laut #pesisir #tuban