Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Prunggahan Kulon, Pusat Pemerintahan Pertama Tuban. Lingkungannya Menggunakan Nama Pemerintahan Kuno di Jawa

Dwi Setiyawan • Jumat, 8 Desember 2023 | 03:53 WIB
Gaoura yang merupakan ciri khas yang menggambarkan kota lama Desa Prunggahan Kulon.
Gaoura yang merupakan ciri khas yang menggambarkan kota lama Desa Prunggahan Kulon.

TUBAN-Pusat pemerintahan pertama Kadipaten Tuban berlokasi di Desa Prunggahan Kulon, Kecamatan Semanding.

Posisi pusat pemerintahan di masa lalu tersebut diperkirakan di kantor Desa Prunggahan Kulon, Kecamatan Semanding.

Lokasi kantor pemerintahan desa ini berjarak sekitar 3km arah selatan dari pusat pemerintahan sekarang.

Tidak ada satu pun prasasti yang menunjukkan kalau tempat tersebut adalah pemerintahan pertama Tuban.

Seluruh bangunan yang berdiri sekarang adalah perabadan baru. Termasuk gapura pemerintahan desa setempat.

Untuk mendekatkan dengan sejarah Tuban, sebagian bangunan tersebut didesain menyerupai bangunan kuno.

Nyaris tidak ada satu yang bisa dinikmati dari sejarah pusat pemerintah kuno tersebut. Kecuali, hanya rindangnya pepohonan yang terhampar di kawasan ini. Juga sejuknya udara.

Referensi yang mengupas bukti sejarah Prunggahan Kulon sebagai pusat pemerintahan lama masih sangat minim.

Salah satu tetenger yang bisa dikaitkan dengan sejarah adalah terkait nama-nama daerah di sekitar kawasan Prunggahan Kulon. Desa ini memiliki empat dusun. Yakni, Krajan, Tlogo, Jarum, Mojokopek, dan Tlogopule.

Pusat pemerintahan pemerintahan lama di Dusun Krajan. Dusun ini memiliki empat nama dukuhan yang namanya sama persis dengan kawasan pemerintahan di Jawa pada umumnya.

Empat nama dukuhan tersebut, Dalem, Kauman, Prayudan, Princikan, dan Paduluh.

Biasanya Dalem untuk menyebut nama kawasan tempat tinggal adipati dan punggawa pemerintahan.

Kawasan ini berada di timur kantor pemerintahan desa setempat.

Kauman merupakan akronim dari kawasan kaum beriman. Lokasinya di barat dari kantor desa. Kawasan ini biasanya dijadikan tempat tinggal kawasan pemuka agama.

Sementara padukuhan lain di utara dan selatan.

Bukti lain yang menyebutkan pusat pemerintahan pertama di kantor Desa Prunggahan Kulon adalah keberadaan pohon beringin.

Ali Purnomo, salah satu sesepuh desa setempat mengatakan, ada tiga pohon beringin besar tumbuh di halaman kantor desa setempat. Paling besar di selatan.

Sebelum tumbang, pohon ini memiliki diameter atau lingkaran tengah sekitar 3 meter (m). Sementara dua beringin lainnya berada di utara ukurannya lebih kecil.

‘’Posisi tiga pohon beringin itu membentuk segitiga,’’ kata dia.

Pohon beringin terbesar dan paling tua tumbang semasa kepala desa Soetomo sekitar 87-1993. Tumbangnya pohon yang menjadi saksi bisu pemerintahan kuno tersebut karena pangkal pohonnya keropos.

Sementara dua pohon lainya ambruk semasa Kades Panji 1993-2001.

Di bekas pohon yang tumbang tersebut kini tumbuh tanaman beringin baru.

Selain beringin, di halaman kantor desa setempat juga tumbuh pohon selobin. Jumlahnya juga tiga pohon.

Setelah pohon-pohon tersebut tumbang, tidak ada peremajaan pohon baru.

Wasis, sesepuh lain desa setempat, menambahkan, di kawasan pemakaman umum Sawo desa setempat warga kerap menemukan tumpukan batu bata kuno berukuran besar ketika menggali makam.

Bangunan tersebut menyerupai pondasi bangunan. Tak jelas jenis bangunan tersebut. Sebab, selama ini belum pernah ada penggalian maupun penelusuran sejarah terkait bangunan tersebut. (*)

Ucapan belasungkawa Ditsamapta Polda Sumbar atas meninggalnya Bripda Iqbal akibat erupsi Gunung Marapi. (Instagram @ditsamapta_poldasumbar)
Ucapan belasungkawa Ditsamapta Polda Sumbar atas meninggalnya Bripda Iqbal akibat erupsi Gunung Marapi. (Instagram @ditsamapta_poldasumbar)
Ratusan pelayat mengiringi prosesi pemakaman jenazah Bripda Iqbal (6/12/2023). (Instagram @ditsamapta_poldasumbar)
Ratusan pelayat mengiringi prosesi pemakaman jenazah Bripda Iqbal (6/12/2023). (Instagram @ditsamapta_poldasumbar)
MERAKYAT: Sekretaris DPC PDI Perjuangan Sampang Sayyadi menyapa masyarakat di wilayah Kecamatan Tambelangan. (PDIP SAMPANG UNTUK JPRM)
MERAKYAT: Sekretaris DPC PDI Perjuangan Sampang Sayyadi menyapa masyarakat di wilayah Kecamatan Tambelangan. (PDIP SAMPANG UNTUK JPRM)
SILATURAHMI: Ketua DPC PDI Perjuangan Sampang H. Moh. Nurahmad (kanan) bersama KH KH Achmad Fauzan Zaini di Ponpes Karang Durin, Desa Tlambah, Kecamatan Karang Penang. (PDIP SAMPANG UNTUK JPRM)
SILATURAHMI: Ketua DPC PDI Perjuangan Sampang H. Moh. Nurahmad (kanan) bersama KH KH Achmad Fauzan Zaini di Ponpes Karang Durin, Desa Tlambah, Kecamatan Karang Penang. (PDIP SAMPANG UNTUK JPRM)
Editor : Amin Fauzie
#sejarah #kecamatan semanding #Desa Prunggahan Kulon #tuban #pusat pemerintahan