8 Oleh-Oleh Khas Garut yang Aman Dibawa Perjalanan Jauh, Ada Chocodot hingga Emplod

Muhammad Azlan Syah • Dipublikasikan Jumat, 25 September 2026 | 14:54 WIB
Liburan ke Garut jangan cuma bawa foto! Ada delapan oleh-oleh khas yang bisa dibawa pulang, mulai dari dodol, Chocodot, dorokdok, burayot hingga ladu. (marmaracakes.com)
Liburan ke Garut jangan cuma bawa foto! Ada delapan oleh-oleh khas yang bisa dibawa pulang, mulai dari dodol, Chocodot, dorokdok, burayot hingga ladu. (marmaracakes.com)

RADARBONANG.ID – Liburan ke Garut rasanya belum lengkap kalau pulang tanpa membawa buah tangan.

Kabupaten di Jawa Barat ini bukan hanya dikenal karena panorama pegunungannya, tetapi juga memiliki beragam makanan khas yang cocok dijadikan oleh-oleh.

Garut bahkan dikenal dengan julukan Swiss Van Java karena bentang alamnya yang indah.

Namun, selain wisata alam, kekayaan kulinernya juga menjadi alasan tersendiri bagi wisatawan untuk menyisakan ruang di tas sebelum perjalanan pulang.

Menariknya, sejumlah makanan khas Garut memiliki daya tahan yang cukup lama.

Kondisi tersebut membuatnya lebih praktis dibawa dalam perjalanan, termasuk ketika harus menempuh perjalanan jauh.

Baca Juga: Saranjana Disebut Kota Gaib, Gusti Gina Ungkap Perjalanan Menelusuri Mitos hingga Mengubah Hidup

Mulai dari dodol yang sudah begitu identik dengan Garut hingga camilan tradisional yang mungkin masih asing bagi sebagian orang, berikut delapan oleh-oleh yang bisa menjadi pilihan.

1. Chocodot, Dodol Berbalut Cokelat

Chocodot menjadi salah satu oleh-oleh Garut yang memadukan makanan tradisional dengan cita rasa kekinian.

Produk ini merupakan perpaduan dodol khas Garut dengan lapisan cokelat.

Kombinasi tersebut membuat dodol tidak hanya hadir dalam bentuk tradisional, tetapi juga memiliki tampilan dan rasa yang lebih dekat dengan selera modern.

Varian Chocodot juga cukup beragam. Ada pilihan cokelat pedas hingga rasa buah.

Produk ini bahkan memiliki sejumlah varian dengan kemasan dan konsep yang dibuat menarik sebagai buah tangan.

Salah satu kelebihannya adalah daya simpan yang cukup panjang.

Dalam sumber tersebut, Chocodot disebut dapat bertahan hingga sekitar enam bulan.

2. Dorokdok, Kerupuk Kulit yang Renyah

Bagi pencinta camilan gurih, dorokdok bisa menjadi pilihan.

Dorokdok merupakan sebutan yang digunakan di Garut untuk kerupuk kulit.

Bahan dasarnya berasal dari kulit sapi atau kerbau yang harus melalui proses cukup panjang sebelum menjadi camilan siap santap.

Kulit terlebih dahulu direndam dan dibersihkan.

Setelah melalui sejumlah proses, bahan tersebut kemudian dijemur sebelum akhirnya digoreng.

Hasilnya adalah camilan dengan tekstur renyah dan rasa gurih yang khas.

Karena bentuknya relatif praktis untuk dikemas, dorokdok juga sering dijadikan buah tangan.

3. Burayot, Jajanan Tradisional yang Unik

Nama burayot mungkin belum terlalu familiar bagi wisatawan dari luar Jawa Barat.

Padahal, makanan tradisional ini merupakan salah satu jajanan yang cukup dikenal di Garut, terutama di wilayah Leles dan Kadungora.

Burayot dibuat menggunakan tepung beras dan gula merah.

Adonan tersebut kemudian digoreng hingga menghasilkan bentuk yang khas.

Teksturnya renyah di bagian luar, tetapi tetap memiliki bagian dalam yang lebih lembut. Rasanya cenderung manis dengan sentuhan gurih.

Karena kadar airnya relatif rendah, burayot dapat bertahan selama beberapa minggu jika disimpan dalam wadah tertutup.

4. Kastara Chocolate

Selain Chocodot, wisatawan juga bisa mempertimbangkan Kastara Chocolate sebagai pilihan oleh-oleh.

Produk cokelat ini hadir dengan tampilan yang lebih premium dan menggunakan bahan cokelat pilihan.

Dalam sumber yang dirujuk, Kastara Chocolate memiliki dua varian utama, yakni cokelat dan matcha.

Kemasan yang rapi membuatnya cukup praktis dibawa saat perjalanan.

Produk seperti ini juga bisa menjadi pilihan ketika ingin memberikan oleh-oleh kepada teman, keluarga, atau rekan kerja.

5. Dodol Garut, Oleh-Oleh yang Sudah Melegenda

Membahas oleh-oleh Garut tentu tidak bisa dilepaskan dari dodol.

Makanan berbahan dasar ketan, gula merah, dan santan tersebut telah menjadi salah satu identitas kuliner Garut selama puluhan tahun.

Seiring perkembangan zaman, pilihan rasa dodol juga semakin beragam.

Selain rasa tradisional, tersedia varian seperti durian, stroberi, hingga cokelat.

Dodol juga cukup praktis untuk dibawa bepergian karena teksturnya yang padat dan tidak membutuhkan penyajian khusus.

Tidak heran jika makanan ini masih menjadi salah satu pilihan utama wisatawan ketika mencari buah tangan khas Garut.

6. Opak, Camilan Renyah Berbahan Ketan

Garut juga memiliki opak sebagai salah satu camilan tradisional.

Opak dibuat menggunakan tepung beras ketan yang dicampur dengan sejumlah bahan seperti garam, gula, dan bumbu lainnya.

Proses pembuatannya masih banyak dilakukan secara tradisional.

Hasilnya berupa camilan pipih dengan tekstur renyah dan rasa gurih.

Bentuknya yang tipis juga membuat opak relatif mudah dimasukkan ke dalam tas atau koper.

Namun, kemasan tetap perlu diperhatikan agar opak tidak mudah remuk selama perjalanan.

7. Emplod, Camilan Singkong yang Gurih

Kalau ingin mencoba makanan yang namanya cukup unik, emplod bisa masuk daftar.

Emplod atau Endog Lewo merupakan camilan yang dibuat dari singkong parut.

Adonan tersebut dibentuk bulat menyerupai telur sebelum kemudian digoreng.

Rasanya cenderung gurih dan dapat memiliki sensasi pedas.

Bagi yang tidak terlalu menyukai makanan pedas, tersedia pula varian original.

Teksturnya yang renyah membuat emplod cocok dijadikan teman minum teh atau kopi ketika sudah sampai di rumah.

8. Ladu, Jajanan Tradisional yang Mulai Jarang Dikenal

Ladu menjadi pilihan bagi wisatawan yang ingin membawa pulang jajanan tradisional dengan karakter berbeda.

Makanan ini dibuat dari ketan dan gula sehingga menghasilkan rasa manis serta tekstur yang khas.

Ladu sudah lama menjadi bagian dari kuliner Garut dan masih dapat ditemukan di sejumlah tempat penjualan makanan khas daerah tersebut.

Dibandingkan makanan kekinian, ladu menawarkan pengalaman berbeda karena membawa cita rasa jajanan tradisional yang masih bertahan hingga sekarang.

Oleh-Oleh Tahan Lama Lebih Praktis untuk Perjalanan

Memilih oleh-oleh yang tahan lama memang bisa membuat perjalanan pulang menjadi lebih praktis.

Wisatawan tidak perlu terburu-buru menghabiskan makanan sesaat setelah tiba di rumah.

Baca Juga: Layangan Sowangan, Permainan Khas Musim Kemarau dengan Suara Unik yang Terdengar dari Kejauhan

Selain itu, oleh-oleh dengan daya simpan lebih panjang juga memungkinkan buah tangan dibagikan kepada keluarga atau rekan kerja setelah perjalanan selesai.

Namun, lama penyimpanan tetap bergantung pada jenis produk, kemasan, serta cara penyimpanannya.

Karena itu, wisatawan tetap perlu memperhatikan informasi pada kemasan sebelum membeli.

Garut memiliki banyak pilihan makanan yang bisa dibawa pulang.

Dari dodol dan burayot yang sudah lama dikenal hingga Chocodot, Kastara Chocolate, opak, emplod, dorokdok, dan ladu.

Jadi, kalau suatu saat berkunjung ke Garut, jangan hanya membawa pulang foto dari tempat wisata.

Sisakan sedikit ruang di tas untuk membawa cerita rasa dari Kota Dodol ini.

Editor : Muhammad Azlan Syah
Sumber : goodnewsfromindonesia.id
oleh-oleh khas Garut makanan khas Garut oleh-oleh Garut tahan lama dodol Garut Chocodot Garut