Naik Dokar Keliling Tuban, Sensasi Wisata Tradisional yang Bikin Nostalgia dan Cocok untuk Keluarga

Arinie Khaqqo • Dipublikasikan Rabu, 9 September 2026 | 12:32 WIB
Bosan dengan wisata yang itu-itu saja? Coba naik dokar dan nikmati Kota Tuban dengan tempo yang lebih santai. Suara langkah kuda, suasana kota, dan nuansa nostalgia jadi satu. (rri)
Bosan dengan wisata yang itu-itu saja? Coba naik dokar dan nikmati Kota Tuban dengan tempo yang lebih santai. Suara langkah kuda, suasana kota, dan nuansa nostalgia jadi satu. (rri)

RADARBONAG.ID – Liburan di Tuban tidak selalu harus diisi dengan mengunjungi tempat wisata populer, berburu spot foto kekinian, atau mencari destinasi dengan berbagai wahana modern.

Ada pengalaman sederhana yang justru bisa memberikan suasana berbeda, yakni menikmati perjalanan menggunakan dokar.

Kendaraan tradisional yang ditarik seekor kuda tersebut pernah menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat sebelum kendaraan bermotor semakin mendominasi jalan raya.

Di Tuban, dokar juga pernah hadir sebagai bagian dari pengalaman wisata kota, terutama di sekitar kawasan Alun-Alun Tuban.

Bagi wisatawan yang ingin mencoba aktivitas anti-mainstream, menaiki dokar bisa menjadi pilihan menarik.

Baca Juga: Sony Xperia 1 VIII Mulai Kebagian Android 17, Bawa Mode Desktop dan Fitur Kamera Baru

Bukan sekadar menikmati perjalanan, tetapi juga merasakan bagaimana suasana kota dapat dinikmati dengan ritme yang jauh lebih santai.

Menikmati Kota Tuban Tanpa Terburu-buru

Perjalanan menggunakan sepeda motor atau mobil tentu membuat seseorang dapat berpindah tempat dengan lebih cepat.

Namun, kecepatan tersebut terkadang membuat berbagai hal menarik di sepanjang jalan justru terlewatkan.

Hal berbeda akan terasa ketika berada di atas dokar.

Pergerakannya yang lebih lambat memberikan kesempatan bagi penumpang untuk menikmati suasana sekitar.

Aktivitas warga, bangunan di sepanjang jalan, pepohonan, hingga keramaian pusat kota dapat diamati dengan lebih santai.

Suara langkah kaki kuda dan gerakan dokar yang perlahan juga menghadirkan pengalaman yang tidak bisa ditemukan ketika menggunakan kendaraan modern.

Perjalanan yang biasanya hanya dianggap sebagai aktivitas menuju suatu tempat akhirnya berubah menjadi bagian dari pengalaman wisata itu sendiri.

Alun-Alun Tuban Bisa Jadi Titik Menarik

Kawasan Alun-Alun Tuban menjadi salah satu ruang publik yang cukup dekat dengan kehidupan masyarakat.

Kawasan tersebut dapat menjadi tempat masyarakat berolahraga, bersantai bersama keluarga, berkumpul, hingga menikmati suasana pusat kota.

Keberadaan dokar di kawasan semacam ini memberikan pilihan aktivitas yang berbeda.

Wisatawan dapat menikmati suasana kota sekaligus mencoba salah satu moda transportasi tradisional yang memiliki cerita panjang.

Bagi pengunjung dari luar daerah, pengalaman seperti ini juga dapat menjadi cara sederhana untuk mengenal karakter sebuah kota.

Tidak hanya melalui bangunan atau kulinernya, tetapi juga melalui aktivitas masyarakat dan jejak budaya yang masih dapat ditemukan.

Ada Sensasi Nostalgia yang Sulit Digantikan

Dokar bukan sekadar kendaraan dengan bentuk yang unik. Di dalamnya terdapat unsur nostalgia yang cukup kuat.

Bagi sebagian orang yang pernah melihat atau menaiki dokar ketika masih kecil, perjalanan menggunakan kendaraan tradisional tersebut bisa membawa kembali ingatan tentang suasana masa lalu.

Sementara bagi generasi muda yang lebih akrab dengan sepeda motor, mobil, maupun transportasi berbasis aplikasi, dokar justru dapat menjadi pengalaman baru.

Bentuk kendaraan yang khas, suara tapak kaki kuda, serta perjalanan yang tidak terburu-buru menciptakan suasana yang berbeda dari rutinitas sehari-hari.

Inilah yang membuat dokar memiliki potensi sebagai wisata berbasis pengalaman.

Bisa Menjadi Aktivitas Seru Bersama Keluarga

Mengajak anak-anak menaiki dokar juga bisa menjadi aktivitas sederhana yang memiliki nilai edukasi.

Anak-anak dapat melihat secara langsung bagaimana kendaraan tradisional tersebut digunakan.

Mereka juga bisa mengenal kuda sekaligus mengetahui bahwa masyarakat pada masa lalu memiliki cara berbeda dalam melakukan perjalanan.

Orang tua dapat memanfaatkan momen tersebut untuk bercerita tentang perkembangan transportasi dari masa ke masa.

Cerita mengenai kehidupan ketika kendaraan bermotor belum sebanyak sekarang tentu dapat menjadi pengetahuan menarik bagi anak-anak.

Dengan begitu, perjalanan singkat menggunakan dokar tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan.

Jadi Spot Foto yang Punya Karakter

Bagi pencinta fotografi, dokar juga mempunyai daya tarik visual tersendiri.

Kuda, bentuk kendaraan tradisional, kusir, hingga suasana jalanan kota dapat menjadi objek foto yang menarik.

Apalagi jika dipadukan dengan latar kawasan pusat Kota Tuban. Hasilnya bisa memberikan nuansa berbeda dibandingkan foto wisata yang hanya mengandalkan spot modern.

Namun, wisatawan tetap perlu memperhatikan etika selama mengambil gambar.

Jangan sampai aktivitas berfoto mengganggu kusir, penumpang lain, maupun kondisi kuda.

Kenyamanan dan keamanan tetap harus menjadi prioritas selama menikmati perjalanan.

Dokar Menyimpan Cerita tentang Masa Lalu

Di balik aktivitas sederhana tersebut, dokar sebenarnya memiliki nilai sejarah dan budaya.

Kendaraan tradisional merupakan bagian dari perjalanan panjang perkembangan transportasi masyarakat Indonesia.

Seiring semakin mudahnya masyarakat memiliki kendaraan bermotor, keberadaan dokar perlahan menjadi semakin jarang ditemukan.

Karena itu, menghadirkan dokar dalam aktivitas wisata dapat menjadi salah satu cara untuk memperkenalkan kembali transportasi tradisional kepada generasi yang lebih muda.

Pengalaman tersebut juga dapat membuka ruang bagi masyarakat untuk mengenal kembali cerita tentang para kusir dan kehidupan yang berkaitan dengan transportasi tradisional.

Wisata Kota yang Sederhana tetapi Berkesan

Pengalaman wisata tidak selalu harus mahal atau membutuhkan perjalanan jauh.

Terkadang, aktivitas sederhana yang memberikan pengalaman berbeda justru dapat menjadi kenangan yang lebih melekat.

Naik dokar menawarkan pengalaman tersebut.

Wisatawan tidak hanya datang ke sebuah tempat, mengambil foto, kemudian pulang.

Ada perjalanan yang dapat dinikmati secara perlahan.

Pemerintah Kabupaten Tuban juga beberapa kali mendorong pengembangan wisata kota dan penataan kawasan strategis.

Pada 2025, Pemkab Tuban sempat menggelar program wisata kota gratis bertajuk “Jalan-Jalan Kota Tuban Bersama Si Mas Ganteng” yang mengajak masyarakat menyusuri sejumlah titik di kawasan kota, termasuk Alun-Alun Tuban.

Hal tersebut menunjukkan bahwa menjelajahi kawasan perkotaan juga dapat dikemas menjadi pengalaman wisata yang menarik.

Saatnya Melihat Tuban dengan Cara Berbeda

Pada akhirnya, daya tarik naik dokar bukan hanya terletak pada kendaraan tradisionalnya.

Ada suasana masa lalu, interaksi dengan kusir, keberadaan kuda, pemandangan kota, serta pengalaman menikmati perjalanan tanpa terburu-buru.

Baca Juga: Tak Cuma Petualangan, 11 Film Ini Angkat Kisah Suku Pedalaman dan Benturan Budaya

Bagi wisatawan yang sedang mencari aktivitas berbeda di Tuban, dokar bisa menjadi pilihan yang layak dicoba.

Tidak perlu selalu pergi jauh untuk mendapatkan pengalaman baru.

Kadang, sesuatu yang menarik justru berada di tengah kota dan sudah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.

Jadi, jika akhir pekan nanti ingin mencari aktivitas yang anti-mainstream, mungkin sudah waktunya meninggalkan sejenak kendaraan bermotor.

Duduk santai di atas dokar, menikmati suara langkah kaki kuda, dan melihat Kota Tuban dari sudut pandang berbeda bisa menjadi pengalaman sederhana yang justru sulit dilupakan.

Editor : Muhammad Azlan Syah
Sumber : Radar Bonang
dokar wisata Tuban naik dokar di Tuban wisata Alun-Alun Tuban transportasi tradisional Tuban wisata tuban