RADARBONANG.ID – Kawasan Kota Lama Semarang seolah tidak pernah kehabisan cerita.
Di antara deretan bangunan berarsitektur kolonial, masih berdiri sejumlah gedung tua yang menyimpan jejak perjalanan panjang Kota Semarang.
Salah satunya adalah gedung eks Jiwasraya.
Bangunan yang berada di kawasan bersejarah tersebut bukan hanya menarik karena tampilan arsitekturnya, tetapi juga menyimpan sejumlah bagian bangunan yang menjadi saksi perkembangan kota pada masa lalu.
Kini, muncul gagasan baru untuk memberikan kehidupan kedua bagi bangunan tersebut.
Baca Juga: Kenapa Disebut Wamena? Nama Kota di Papua Ini Konon Berawal dari Kesalahpahaman
Gedung eks Jiwasraya disebut berpeluang dikembangkan menjadi museum fotografi.
Gedung Tua dengan Jejak Masa Kolonial
Kota Lama Semarang memang dikenal sebagai salah satu kawasan yang memiliki konsentrasi bangunan peninggalan masa kolonial.
Bangunan-bangunan yang berdiri di kawasan ini dahulu berkaitan dengan berbagai aktivitas perdagangan, pemerintahan, perbankan, hingga perusahaan yang berkembang di Semarang.
Gedung eks Jiwasraya menjadi salah satu bagian dari lanskap bersejarah tersebut.
Usianya yang sudah cukup tua membuat bangunan ini menyimpan berbagai cerita mengenai perubahan Kota Semarang dari masa ke masa.
Bagi pengunjung, bangunan tua seperti ini tidak hanya menarik untuk dilihat dari bagian luarnya.
Detail interior, struktur bangunan, hingga benda-benda lama yang masih tersisa juga dapat menjadi bagian penting dari sejarah.
Ada Lift Kuno yang Menarik Perhatian
Salah satu bagian yang membuat gedung eks Jiwasraya menarik adalah keberadaan lift kuno.
Keberadaan fasilitas tersebut memperlihatkan bagaimana teknologi bangunan pada masa lalu sudah digunakan untuk menunjang aktivitas di gedung-gedung perkotaan.
Lift menjadi bagian yang menarik karena benda semacam itu tidak banyak ditemukan dalam kondisi yang masih dapat dikenali pada bangunan tua.
Keberadaannya juga dapat menjadi pengingat bahwa kawasan Kota Lama dahulu merupakan salah satu pusat aktivitas ekonomi yang cukup maju.
Jika dirawat dan dikemas dengan baik, berbagai elemen asli bangunan seperti lift tersebut dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi wisata sejarah.
Berpeluang Jadi Museum Fotografi
Wacana pemanfaatan gedung eks Jiwasraya sebagai museum fotografi membuka kemungkinan baru bagi bangunan tersebut.
Gagasan tersebut dikaitkan dengan Menteri Kebudayaan Fadli Zon yang melihat peluang pemanfaatan bangunan bersejarah untuk kegiatan kebudayaan.
Museum fotografi dapat menjadi ruang untuk menyimpan, merawat, dan memperkenalkan berbagai dokumentasi visual mengenai perjalanan Indonesia.
Semarang sendiri memiliki sejarah panjang yang sangat menarik untuk direkam melalui fotografi.
Perubahan wajah kota, kehidupan masyarakat, perkembangan transportasi, perdagangan, hingga perubahan kawasan Kota Lama dapat menjadi bagian dari koleksi yang memiliki nilai sejarah.
Fotografi Bisa Merekam Perubahan Kota
Fotografi memiliki kemampuan unik untuk menangkap sebuah peristiwa dalam satu bingkai.
Sebuah foto lama tentang Semarang, misalnya, dapat memperlihatkan bagaimana kondisi jalan, bangunan, pakaian masyarakat, kendaraan, hingga aktivitas perdagangan pada masa tertentu.
Ketika foto tersebut dibandingkan dengan kondisi sekarang, perubahan sebuah kota dapat terlihat dengan sangat jelas.
Karena itu, museum fotografi tidak hanya berfungsi sebagai tempat memajang foto.
Jika dikelola secara serius, museum semacam ini dapat menjadi ruang untuk mempelajari sejarah melalui dokumentasi visual.
Generasi muda pun bisa mendapatkan cara yang lebih menarik untuk mengenal masa lalu.
Kota Lama Semarang Punya Modal Sejarah yang Kuat
Rencana tersebut juga terasa relevan dengan karakter Kota Lama Semarang.
Kawasan ini sudah lama menjadi salah satu tujuan wisata sejarah di Jawa Tengah.
Bangunan-bangunan tua menjadi daya tarik utama sekaligus menjadi pengingat mengenai posisi Semarang dalam perjalanan sejarah perdagangan dan perkembangan kota di masa lalu.
Kehadiran museum fotografi di salah satu bangunan bersejarah dapat memperkaya pengalaman wisatawan.
Pengunjung tidak hanya berjalan menyusuri bangunan tua dan mengambil foto, tetapi juga dapat melihat bagaimana Kota Semarang pernah direkam melalui kamera dari generasi ke generasi.
Jangan Sampai Bangunan Bersejarah Hanya Jadi Pajangan
Pemanfaatan gedung tua tentu harus dilakukan dengan mempertimbangkan nilai sejarah dan karakter asli bangunan.
Restorasi tidak seharusnya membuat bangunan kehilangan identitasnya.
Justru bagian-bagian lama yang masih bertahan dapat menjadi elemen penting yang perlu dipertahankan.
Jika benar diwujudkan sebagai museum fotografi, gedung eks Jiwasraya berpotensi menjadi contoh bagaimana bangunan bersejarah bisa tetap digunakan tanpa kehilangan cerita masa lalunya.
Bangunan lama akhirnya tidak hanya menjadi objek yang dilihat dari luar, tetapi dapat kembali menjadi ruang yang hidup.
Dari Gedung Tua Menjadi Ruang Sejarah
Wacana menjadikan eks gedung Jiwasraya sebagai museum fotografi menunjukkan bahwa bangunan bersejarah masih memiliki banyak kemungkinan.
Baca Juga: Tak Cuma Petualangan, 11 Film Ini Angkat Kisah Suku Pedalaman dan Benturan Budaya
Lift kuno, arsitektur kolonial, dan berbagai bagian bangunan yang bertahan hingga sekarang merupakan potongan kecil dari cerita yang lebih besar tentang Kota Semarang.
Jika gagasan museum fotografi tersebut benar-benar terealisasi, gedung ini bisa memiliki fungsi baru sekaligus mempertahankan hubungan dengan sejarahnya.
Pada akhirnya, merawat bangunan tua bukan hanya soal mempertahankan tembok dan bentuk arsitektur.
Yang lebih penting adalah menjaga cerita yang ada di baliknya agar tetap bisa dikenali oleh generasi berikutnya.
Editor : Muhammad Azlan SyahSumber : goodnewsfromindonesia.id