Masjid Perut Bumi Tuban, Masjid Unik di Dalam Gua yang Bikin Pengunjung Serasa Masuk Dunia Lain

Widodo • Dipublikasikan Selasa, 8 September 2026 | 07:36 WIB
Bukan masuk masjid, tapi harus turun ke dalam bumi! Masjid Aschabul Kahfi Perut Bumi Tuban menawarkan pengalaman wisata religi yang berbeda. Berada sekitar 20 meter di bawah permukaan tanah, pengunjung akan menemukan ruang ibadah dengan dinding gua alami, stalaktit, pilar, kaligrafi, dan suasana yang begitu tenang. (antara/muhammad mada)
Bukan masuk masjid, tapi harus turun ke dalam bumi! Masjid Aschabul Kahfi Perut Bumi Tuban menawarkan pengalaman wisata religi yang berbeda. Berada sekitar 20 meter di bawah permukaan tanah, pengunjung akan menemukan ruang ibadah dengan dinding gua alami, stalaktit, pilar, kaligrafi, dan suasana yang begitu tenang. (antara/muhammad mada)

RADARBONAG.ID – Membayangkan sebuah masjid biasanya identik dengan kubah, menara, halaman luas, serta bangunan yang mudah terlihat dari kejauhan.

Namun, gambaran tersebut tidak akan ditemukan ketika berkunjung ke Masjid Aschabul Kahfi Perut Bumi Al-Maghribi di Kelurahan Gedongombo, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban.

Untuk mencapai ruang utama masjid, pengunjung justru harus menuruni tangga dan masuk ke dalam lorong gua.

Semakin jauh berjalan, suasana di permukaan perlahan menghilang dan berganti dengan ketenangan ruang bawah tanah.

Dinding batu alami, pilar, kaligrafi, serta pencahayaan temaram kemudian menyambut pengunjung.

Di bagian atas, formasi batuan gua masih menjadi bagian dari ruang tersebut.

Pengalaman itulah yang membuat Masjid Perut Bumi menjadi salah satu destinasi wisata religi yang memiliki karakter berbeda di Tuban.

Baca Juga: Baru Pertama Kali Makan Sushi? Ini Panduan Biar Nggak Salah Pesan di Restoran Jepang

Masjid yang Tersembunyi di Dalam Gua

Masjid Aschabul Kahfi tidak tampil seperti masjid pada umumnya.

Dari permukaan, pengunjung hanya melihat akses masuk dan bagian luar kompleks, sedangkan ruang ibadah utamanya berada di bawah tanah.

Lokasinya berada sekitar 20 meter di bawah permukaan tanah dengan memanfaatkan ruang gua alami yang kemudian dikembangkan menjadi kawasan masjid dan pesantren.

Perjalanan menuju ruang utama menjadi pengalaman tersendiri.

Pengunjung harus melewati tangga dan lorong sebelum akhirnya menemukan ruangan luas di dalam gua.

Keunikan tersebut membuat perjalanan menuju masjid terasa seperti memasuki tempat tersembunyi yang berbeda dari lingkungan di permukaan.

Berawal dari Gua yang Terbengkalai

Di balik keunikannya, Masjid Perut Bumi memiliki cerita mengenai perubahan sebuah kawasan yang sebelumnya jauh dari kondisi seperti sekarang.

Gua tersebut disebut pernah berada dalam kondisi terbengkalai dan digunakan sebagai tempat pembuangan sampah.

Pada 2002, K.H. Subhan Mubarok disebut membeli lahan yang memiliki gua tersebut.

Kawasan itu kemudian dibersihkan secara gotong royong bersama para santri sebelum dikembangkan menjadi kompleks pesantren dan masjid.

Perubahan tersebut menjadi salah satu bagian menarik dari perjalanan Masjid Perut Bumi.

Tempat yang sebelumnya tidak terawat perlahan berubah menjadi ruang ibadah, pendidikan, sekaligus tujuan wisata religi.

Interiornya Memadukan Batu Alam dan Arsitektur

Begitu masuk lebih dalam, suasana yang ditemukan cukup berbeda dengan bayangan tentang sebuah gua.

Batuan alami tetap menjadi elemen utama, tetapi di sekitarnya terdapat pilar, kaligrafi, ornamen, serta pencahayaan yang membuat ruang ibadah terasa lebih hidup.

Sentuhan arsitektur Timur Tengah juga terlihat pada sejumlah bagian interior.

Perpaduan tersebut membuat suasana masjid terasa khas dan memberikan pengalaman visual yang berbeda bagi pengunjung.

Formasi batuan pada langit-langit gua juga menjadi salah satu daya tarik.

Stalaktit yang masih terlihat berpadu dengan konstruksi bangunan sehingga menciptakan kontras antara alam dan karya manusia.

Suasana Hening yang Membuat Pengunjung Betah

Salah satu daya tarik Masjid Perut Bumi bukan hanya bentuk bangunannya, tetapi juga suasana yang dirasakan ketika berada di dalamnya.

Kebisingan kendaraan dan aktivitas masyarakat di permukaan perlahan tidak terdengar.

Sebagai gantinya, pengunjung menemukan suasana yang lebih tenang, teduh, dan jauh dari hiruk-pikuk.

Kondisi tersebut membuat masjid ini tidak hanya menarik bagi wisatawan yang ingin melihat keunikan arsitektur.

Banyak pengunjung juga datang untuk beribadah, berdoa, tahlil, istigasah, serta menikmati suasana spiritual di dalam gua.

Ketenangan menjadi bagian penting dari pengalaman ketika berada di ruang bawah tanah tersebut.

Ada Kisah Spiritual di Balik Pendirian Masjid

Selain cerita mengenai proses pembangunan, terdapat pula kisah spiritual yang berkembang mengenai awal mula ditemukannya gua tersebut.

Dalam cerita yang berkembang di lingkungan pengelola, Kiai Subkhan Al Mubarok disebut mendapat petunjuk dari seorang sesepuh untuk mencari gua yang diyakini berkaitan dengan petilasan wali.

Pencarian tersebut disebut berlangsung selama beberapa tahun hingga akhirnya mengarah ke gua yang berada di kawasan Gedongombo.

Kisah tersebut merupakan bagian dari tradisi dan kesaksian lokal yang berkembang di masyarakat.

Sementara itu, catatan akademik menyebut pengembangan kawasan Masjid Aschabul Kahfi mulai dilakukan pada 2002 oleh K.H. Subhan Mubarok.

Kenapa Disebut Masjid Perut Bumi?

Nama Masjid Perut Bumi sebenarnya cukup mudah dipahami karena berkaitan langsung dengan lokasinya.

Masjid Aschabul Kahfi Perut Bumi Al-Maghribi berada di dalam ruang gua bawah tanah, sehingga sebagian besar bangunan utamanya tidak terlihat dari permukaan.

Istilah “Perut Bumi” kemudian menjadi sebutan yang populer karena mampu menggambarkan karakter masjid tersebut secara sederhana.

Nama itu sekaligus menjadi identitas yang membuat masjid ini mudah dikenali dibandingkan destinasi religi lainnya.

Bukan Sekadar Tempat untuk Berfoto

Keunikan Masjid Perut Bumi tentu membuatnya menarik untuk diabadikan melalui kamera.

Lorong gua, dinding batu, cahaya temaram, kaligrafi, pilar, hingga formasi stalaktit dapat menjadi objek fotografi yang menarik.

Namun, pengunjung tetap perlu mengingat bahwa kawasan tersebut merupakan tempat ibadah.

Aktivitas berfoto sebaiknya dilakukan dengan tetap menjaga ketenangan serta menghormati jamaah yang sedang beribadah.

Dengan begitu, fungsi masjid sebagai tempat ibadah tetap menjadi hal utama di tengah daya tariknya sebagai destinasi wisata religi.

Salah Satu Destinasi Unik di Tuban

Tuban dikenal memiliki banyak destinasi yang berkaitan dengan sejarah dan perkembangan Islam di wilayah Jawa.

Masjid Perut Bumi memberikan warna yang berbeda karena menawarkan pengalaman wisata religi melalui perpaduan alam, arsitektur, sejarah, dan spiritualitas.

Baca Juga: Karhutla Makin Serius, Polri Tetapkan 112 Tersangka dari 167 Laporan Polisi hingga September 2026

Jika masjid bersejarah lainnya banyak dikenal melalui usia bangunan atau perjalanan tokoh yang berkaitan dengannya, Masjid Perut Bumi justru memiliki cerita melalui lokasi yang tersembunyi di bawah tanah.

Pengunjung tidak hanya datang untuk melihat sebuah bangunan.

Mereka juga diajak menyusuri lorong, memasuki ruang gua, kemudian menemukan tempat ibadah yang berada jauh dari hiruk-pikuk permukaan.

Pada akhirnya, daya tarik Masjid Aschabul Kahfi bukan sekadar karena bangunannya berada di dalam gua.

Ada cerita tentang perubahan tempat terbengkalai menjadi kawasan bernilai, perpaduan batuan alami dengan arsitektur, serta suasana hening yang memberikan pengalaman berbeda.

Untuk menemukan masjid unik ini, pengunjung memang harus meninggalkan permukaan dan turun ke dalam bumi terlebih dahulu.

Di sanalah sebuah ruang ibadah tersembunyi menunggu, menghadirkan pengalaman wisata religi yang sulit ditemukan di tempat lain.

Editor : Muhammad Azlan Syah
Sumber : Radar Bonang
wisata religi Tuban Masjid Perut Bumi Tuban Masjid Aschabul Kahfi Tuban masjid unik di dalam gua destinasi wisata Tuban