RADARBONANG.ID - Menjelajahi keindahan destinasi wisata di Kabupaten Tuban seolah tidak ada habisnya. Ragam bentang alamnya yang memukau, mulai dari pesisir pantai hingga perbukitan menyediakan banyak pilihan liburan bagi para pelancong.
Salah satu destinasi alam yang kian memikat perhatian wisatawan lokal adalah Wisata Gunung Dingklik.
Perbukitan berketinggian sekitar 200 meter di atas permukaan laut (mdpl) ini berlokasi di Desa Ngimbang, Kecamatan Palang.
Baca Juga: Healing Murah Meriah! Liburan ke Pantai Sowan Tuban, Destinasi Estetik Jalur Pantura
Wisata alam ini menyuguhkan panorama yang khas dan menenangkan.
Dari titik puncaknya, pengunjung dapat menikmati sejauh mata memandang hamparan hijau persawahan, rindangnya hutan jati, hingga hilir-mudik kendaraan di kawasan pesisir pantai yang terlihat samar dari kejauhan.
Penamaan Gunung Dingklik sendiri menyimpan cerita unik. Dalam bahasa Jawa, dingklik merujuk pada bangku atau kursi kayu kecil berbentuk bundar atau persegi.
Dinamakan demikian karena bukit ini memiliki bentukan tebing tegak lurus menyerupai siluet dingklik. Keunikan bentuk geometris alami ini bahkan tetap terlihat jelas walau dipandang dari berbagai sudut jalanan di sekitar bukit.
Tak hanya bentuknya yang menarik, Gunung Dingklik juga menjadi spot favorit untuk berburu sunrise dan sunset.
Posisinya yang cukup tinggi menjadikannya tempat ideal untuk menyaksikan momen magis ketika sang surya terbit maupun tenggelam.
Akses Mudah dan Pilihan Rute
Akses menuju lokasi terbilang cukup mudah dan lancar dari pusat kota Kabupaten Tuban via Kecamatan Palang.
Namun, untuk mencapai titik tertinggi dan menikmati pemandangan secara utuh, pengunjung perlu bersiap melakukan sedikit aktivitas fisik.
Pengelola menyediakan dua pilihan titik parkir. Pengunjung yang ingin berjalan santai dapat memilih area parkir bawah.
Jalur lereng ini menyajikan panorama alam yang asri, sehingga rasa lelah selama berjalan kaki akan terbayar oleh kesejukan udara perbukitan.
Sementara itu, bagi pengunjungg yang ingin lebih menghemat tenaga, kendaraan dapat diparkir di area atas yang lebih dekat dengan puncak.
Meskipun demikian, pelancong tetap diajak berolahraga ringan karena harus meniti 185 anak tangga untuk sampai di titik tertinggi
Fasilitas Umum dan Tiket Masuk
Demi menunjang kenyamanan pengunjung, pengelola telah menyiagakan sejumlah fasilitas dasar, seperti toilet umum, gazebo untuk melepas penat, area parkir yang memadai, hingga spot foto berlatar pemandangan lanskap alam.
Pada hari Minggu, warung-warung milik warga lokal beroperasi menyajikan aneka camilan dan minuman hangat.
Jika berencana berkunjung pada hari biasa, disarankan lebih baik untuk membawa perbekalan makanan dan minuman pribadi.
Tarif tiket masuknya pun sangat ramah di kantong, yaitu Rp5.000 untuk hari kerja dan Rp10.000 untuk akhir pekan.
Tips Kunjungan Optimal
Waktu terbaik untuk berkunjung adalah pagi hari sekitar pukul 06.00–08.00 WIB atau sore hari pukul 15.30–17.00 WIB.
Selain terhindar dari teriknya sengatan matahari, waktu tersebut menyajikan pencahayaan (golden hour) terbaik untuk berswafoto.
Gunakan alas kaki yang nyaman untuk trekking, siapkan gawai atau kamera dengan baterai penuh, serta pastikan kondisi tubuh dalam keadaan prima sebelum meniti tiap anak tangga menuju puncak. (*)
Editor : Shafa Dina Hayuning Mentari
Sumber : Radar Bonang