Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Candi Lemah Duwur di Sidoarjo, Situs Sunyi Peninggalan Majapahit yang Diselimuti Aura Mistis

Muhammad Azlan Syah • Sabtu, 17 Januari 2026 | 17:22 WIB

Candi Lemah Duwur, situs sunyi peninggalan Majapahit di Sidoarjo yang menyimpan sejarah dan aura mistis di tengah persawahan.
Candi Lemah Duwur, situs sunyi peninggalan Majapahit di Sidoarjo yang menyimpan sejarah dan aura mistis di tengah persawahan.

RADARBONANG.ID – Di tengah hamparan sawah Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, berdiri sebuah situs bersejarah yang jarang tersentuh wisata massal.

Namanya Candi Lemah Duwur, peninggalan masa lampau yang menyimpan nilai sejarah sekaligus kisah mistis yang dipercaya turun-temurun oleh warga sekitar.

Meski tidak semegah candi-candi besar di Jawa Tengah, keberadaan Candi Lemah Duwur justru memikat karena kesunyiannya.

Bangunan ini berdiri sendiri di pematang sawah, dengan latar megah Gunung Penanggungan, gunung yang sejak era Jawa Kuno diyakini sebagai kawasan sakral.

Baca Juga: Diduga Rekrut Insinyur Secara Ilegal, CEO OnePlus Terjerat Kasus Hukum di Taiwan

jejak majapahit di tanah yang lebih tinggi

Candi Lemah Duwur diyakini sebagai peninggalan Kerajaan Majapahit. Nama “Lemah Duwur” berasal dari bahasa Jawa, lemah yang berarti tanah dan duwur yang berarti tinggi.

Penamaan ini merujuk pada posisi candi yang berada di titik lebih tinggi dibandingkan area persawahan di sekitarnya.

Struktur candi yang tersisa kini hanya berupa bagian kaki dan badan bangunan. Meski demikian, material penyusunnya—bata merah berukuran besar khas Majapahit—masih terlihat jelas.

Ukuran bata tersebut jauh lebih besar dibandingkan bata modern, menguatkan dugaan bahwa bangunan ini memiliki fungsi penting pada masanya, kemungkinan sebagai tempat peribadatan.

Menariknya, orientasi bangunan candi menghadap langsung ke arah Gunung Penanggungan. Dalam kepercayaan Jawa Kuno, arah hadap semacam ini bukan kebetulan, melainkan berkaitan erat dengan nilai spiritual dan kosmologi.

kisah mistis yang hidup di tengah warga

Selain nilai sejarah, Candi Lemah Duwur juga dikenal dengan kisah-kisah mistis yang masih dipercaya sebagian masyarakat.

Salah satu pantangan yang paling sering diingatkan warga adalah larangan mengambil batu bata atau bagian apa pun dari area candi.

Konon, beberapa orang yang pernah melanggar pantangan tersebut mengalami kejadian aneh, mulai dari sakit tanpa sebab hingga mimpi berulang yang “memerintahkan” agar batu yang diambil dikembalikan. Setelah dikembalikan, keluhan tersebut dipercaya menghilang.

Di bagian atas bangunan, terdapat batu berbentuk lingga yang menambah kesan sakral. Bagi warga sekitar, lingga tersebut bukan sekadar artefak sejarah, melainkan simbol spiritual yang harus dihormati.

suasana sunyi yang justru menenangkan

Berbeda dengan destinasi wisata populer, suasana di Candi Lemah Duwur terasa sunyi dan kontemplatif.

Angin sawah berembus pelan, suara serangga terdengar jelas, dan tidak ada keramaian. Bagi sebagian pengunjung, justru inilah daya tarik utamanya.

Candi ini kerap dikunjungi oleh penikmat wisata sejarah, fotografer, hingga pejalan yang mencari ketenangan.

Aktivitas ritual atau ziarah memang ada, namun jumlahnya sangat terbatas dan tidak mengganggu kelestarian situs.

akses dan etika berkunjung

Akses menuju Candi Lemah Duwur relatif mudah, meski jalannya cukup sempit.

Kendaraan roda dua bisa parkir tak jauh dari lokasi, sementara roda empat harus berhenti sekitar 200 meter sebelum area candi dan dilanjutkan dengan berjalan kaki.

Pengunjung diimbau untuk menjaga sikap selama berada di lokasi. Tidak merusak bangunan, tidak mengambil artefak, serta tetap menjaga kebersihan menjadi bentuk penghormatan terhadap situs bersejarah ini.

Baca Juga: Jika Perkataan Dharma Pongrekun Terjadi, Ini Dia Tips Lengkap Persiapan Keluarga Hadapi Keadaan Darurat 7 Hari

warisan sunyi yang perlu dijaga

Candi Lemah Duwur adalah pengingat bahwa jejak sejarah tidak selalu hadir dalam wujud megah dan ramai.

Ada warisan masa lalu yang justru berbicara lewat kesunyian, bata merah yang tergerus waktu, serta cerita-cerita lokal yang hidup dari generasi ke generasi.

Di tengah modernisasi dan derasnya arus wisata, menjaga keaslian dan kesakralan Candi Lemah Duwur menjadi tanggung jawab bersama, agar situs ini tetap berdiri sebagai saksi bisu kejayaan masa lampau.(*)

Editor : Muhammad Azlan Syah
#Candi mistis Sidoarjo #situs bersejarah Porong #Candi Lemah Duwur #Candi Majapahit Jawa Timur #Wisata sejarah Sidoarjo