RADARBONANG.ID - Sebuah unggahan fotografer asal Malang mendadak viral setelah memperlihatkan potret wisuda para lulusan Universiti Sains Islam Malaysia (USIM) yang memilih Gunung Bromo sebagai lokasi foto kelulusan mereka.
Pilihan yang tidak biasa ini langsung mencuri perhatian publik, terutama karena sesi foto wisuda umumnya dilakukan di area kampus, studio, atau spot foto resmi yang disediakan pihak universitas.
Namun, para wisudawan ini justru memilih latar alam Indonesia dan rela melakukan perjalanan lintas negara demi mengabadikan momen spesial tersebut.
Baca Juga: Tren Makanan Pedas Ekstrem Makin Menggila: Benarkah Lidah Kita Semakin Kebal?
Fotografer tersebut membagikan beberapa hasil pemotretan yang menunjukkan para wisudawan lengkap dengan toga, jubah akademik, dan atribut kelulusan berdiri dengan latar belakang lautan pasir Bromo, siluet gunung, dan langit yang cerah.
Konsep foto yang memadukan nuansa akademis dengan pesona alam pegunungan itu menghasilkan visual yang unik sekaligus artistik.
Tidak heran jika unggahan itu dengan cepat dibagikan ulang di berbagai platform media sosial.
Dalam keterangannya, sang fotografer menjelaskan bahwa para wisudawan USIM memang sengaja terbang dari Malaysia ke Indonesia untuk melakukan sesi foto tersebut.
Mereka ingin mengabadikan momen kelulusan dengan cara yang berbeda dan lebih monumental.
Gunung Bromo dipilih karena keindahannya yang telah mendunia serta nuansa dramatis yang ditawarkan lanskapnya—mulai dari hamparan pasir, perbukitan hijau, hingga panorama kawah yang memukau.
Menurut penuturan fotografer, proses pemotretan dilakukan sejak pagi buta agar mendapatkan cahaya matahari terbaik.
Para wisudawan bahkan harus bangun sangat pagi dan menyesuaikan diri dengan suhu dingin kawasan Bromo yang berkisar 5–10 derajat Celsius.
Meski demikian, mereka tetap bersemangat karena pengalaman tersebut terasa menjadi bagian dari perjalanan kelulusan yang tak terlupakan.
Keputusan para wisudawan ini pun menuai beragam tanggapan dari masyarakat. Banyak warganet memuji kreativitas mereka karena berani keluar dari pakem tradisional dalam mengabadikan momen kelulusan.
Bagi sebagian orang, keberanian memilih lokasi yang jauh dari kampus menunjukkan bahwa momen wisuda bukan hanya tentang seremoni formal, tetapi juga tentang merayakan pencapaian dengan cara yang paling personal dan bermakna.
Fenomena ini juga dianggap sebagai bukti peningkatan minat masyarakat internasional terhadap pariwisata alam Indonesia.
Gunung Bromo, yang selama ini menjadi salah satu ikon wisata Jawa Timur, kembali terbukti memberikan daya tarik kuat tidak hanya untuk wisatawan, tetapi juga untuk kebutuhan artistik dan dokumentasi penting seperti foto wisuda.
Banyak komentar yang menyebut bahwa pemilihan Bromo adalah bentuk apresiasi terhadap keindahan alam Indonesia yang semakin diakui luas.
Di sisi lain, beberapa netizen turut menyoroti profesionalisme sang fotografer Malang yang mampu mengeksekusi sesi foto di medan alam terbuka dengan komposisi yang matang dan hasil visual yang memukau.
Banyak di antaranya yang memuji bagaimana ia mampu memadukan elemen akademik dengan panorama alam tanpa menghilangkan kesan sakral dari momen wisuda.
Momen ini juga menginspirasi banyak mahasiswa Indonesia yang tengah mempersiapkan kelulusan.
Tak sedikit yang mulai mempertimbangkan konsep foto wisuda di alam terbuka, baik di gunung, pantai, maupun lokasi ikonik lainnya.
Baca Juga: Kisah di Balik “Seandainya”: Pernah Dinyanyikan Raisa Saat Masih di Band Andante
Tren ini dinilai menyegarkan karena memberikan alternatif baru selain foto wisuda formal yang selama ini sudah sangat umum dilakukan.
Unggahan sang fotografer tidak hanya menjadi portofolio yang mengesankan, tetapi juga menjadi simbol bahwa perayaan kelulusan dapat dilakukan dengan cara yang lebih bebas, kreatif, dan penuh ekspresi.
Pada akhirnya, foto wisuda bukan hanya tentang dokumentasi, melainkan tentang cerita—dan para wisudawan USIM berhasil menciptakan cerita yang berbeda melalui langkah berani mereka berfoto di Gunung Bromo.(*)
Editor : Muhammad Azlan Syah