RADARBONANG.ID - Dari tiga destinasi wisata unggulan yang dikelola Pemerintah Kabupaten Tuban, Pantai Boom menjadi penyumbang pendapatan asli daerah (PAD) tertinggi.
Hingga September 2025, retribusi wisata bahari di utara Alun-Alun Tuban itu berhasil mengumpulkan Rp 353 juta, atau 78,95 persen dari target tahunan sebesar Rp 450 juta.
Posisi kedua ditempati Pemandian Bektiharjo dengan kontribusi Rp 331 juta, sekitar 75,4 persen dari target Rp 440 juta.
Sementara itu, wisata Goa Akbar baru mampu menyumbang Rp 160 juta dari target Rp 260 juta, atau sekitar 61,66 persen.
Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Tuban, Mohammad Emawan Putra, menegaskan alasan dominasi Pantai Boom.
“Pantai Boom memang masih menjadi primadona bagi para wisatawan dikarenakan letaknya yang strategis. Juga lokasinya yang berdekatan dengan area wisata religi Makam Sunan Bonang, sehingga pendapatannya paling banyak dibanding Goa Akbar dan Pemandian Bektiharjo,” jelasnya.
Emawan menambahkan, lokasi menjadi faktor utama perbedaan kunjungan.
Goa Akbar, misalnya, berada dekat pasar sehingga wisatawan merasa kurang leluasa saat berkunjung.
“Berbeda dengan Pantai Boom yang lebih terbuka dan strategis, sehingga menjadi pilihan utama bagi peziarah maupun wisatawan umum,” imbuhnya.
Selain itu, penerapan konsep sapta pesona menjadi kunci keberhasilan destinasi wisata.
Nilai-nilai seperti keamanan, ketertiban, kebersihan, keindahan, keramahan, kesejukan, dan kenangan harus diterapkan di semua objek wisata.
“Destinasi wisata tidak hanya populer karena pemandangannya saja, tetapi juga pengalaman kuliner, keramahan warga, hingga produk khas daerah juga menjadi penunjang utama kepopuleran destinasi wisata,” pungkas Emawan. (*)
Editor : Amin Fauzie