Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Waspada Libur Panjang Natal dan Tahun Baru 2025: 10 Gunung Ini Berpotensi Erupsi!

Amin Fauzie • Rabu, 25 Desember 2024 | 16:45 WIB
Cuaca dan kondisi alam perlu menjadi perhatian serius saat menikmati libur panjang Natal dan Tahun Baru 2025 ini. Terlebih, beberapa gunung di Indonesia berpotensi erupsi. Foto adalah ilustrasi.
Cuaca dan kondisi alam perlu menjadi perhatian serius saat menikmati libur panjang Natal dan Tahun Baru 2025 ini. Terlebih, beberapa gunung di Indonesia berpotensi erupsi. Foto adalah ilustrasi.

RADARBONANG.ID - Menyambut libur panjang Natal dan Tahun Baru 2025, masyarakat Indonesia bersiap untuk merayakan akhir tahun dengan berbagai aktivitas. Sekolah dan tempat pendidikan dijadwalkan libur hingga awal Januari 2025.

Tradisi berburu destinasi wisata pun menjadi agenda utama banyak orang, baik untuk berlibur ke luar kota maupun bersantai di rumah. Namun, cuaca dan kondisi alam perlu menjadi perhatian serius.

Terlebih, beberapa sumber melaporkan sejumlah gunung di Indonesia menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik menjelang libur panjang akhir tahun ini.

Fenomena ini menuntut kewaspadaan ekstra, terutama bagi yang berencana mengunjungi kawasan pegunungan atau wisata alam lainnya.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) serta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau masyarakat untuk rutin memantau informasi terkini mengenai aktivitas gunung berapi.

Langkah ini penting untuk mengutamakan keselamatan selama masa liburan.

Sebagai negara yang berada di jalur Ring of Fire atau Cincin Api Pasifik, Indonesia kerap menghadapi risiko bencana alam seperti gempa bumi dan letusan gunung berapi.

Ancaman ini bisa terjadi kapan saja, termasuk di area wisata populer.

Mitigasi bencana menjadi langkah penting untuk menghadapi cuaca ekstrem serta memprediksi kondisi alam.

Terlebih di penghujung tahun 2024 hingga awal 2025, berbagai ancaman bencana seperti erupsi gunung berapi, hujan deras, dan banjir lahar dingin dapat terjadi.

Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk lebih bijak memilih destinasi liburan.

Agar tidak salah pilih dan menghindari kejadian yang tidak diinginkan, berikut daftar gunung yang perlu diwaspadai selama libur panjang Natal dan Tahun Baru 2025.

Perhatikan juga rekomendasi kawasan wisata yang sebaiknya dihindari:

1. Gunung Gede-Pangrango

Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede-Pangrango mengumumkan penutupan pendakian selama tiga bulan, mulai 25 Desember 2024 hingga Maret 2025.

Penutupan pendakian ini bertujuan untuk pemulihan ekosistem di kawasan taman nasional.

Keputusan ini diambil karena cuaca ekstrem yang telah melanda kawasan tersebut beberapa pekan terakhir, yang diperkirakan akan terus berlangsung hingga awal tahun, berdasarkan informasi dari BMKG.

Wisata yang sebaiknya dihindari: Jalur pendakian via Cibodas, Gunung Putri, dan Selabintana. Radius aman 2 km dari puncak.

2. Gunung Semeru

Gunung Semeru mengalami erupsi pada hari Selasa, 24 Desember 2024, pukul 17.41 WIB.

Kolom letusan tercatat mencapai sekitar 800 meter di atas puncak, atau 4.476 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Saat ini, Gunung Semeru masih berstatus waspada. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan beberapa rekomendasi untuk menjaga keselamatan, yaitu masyarakat dilarang melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara, sepanjang Besuk Kobokan, dalam radius delapan kilometer dari puncak (pusat erupsi).

Pendaki dan wisatawan diimbau untuk menghindari kawasan aliran lahar di Besuk Kobokan, jalur pendakian Ranu Pani, serta area dalam radius 5 km dari puncak.

Pastikan untuk selalu memeriksa informasi terbaru dari PVMBG atau Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) sebelum melakukan perjalanan.

Wisata yang sebaiknya dihindari: Kawasan aliran lahar di Besuk Kobokan, jalur pendakian Ranu Pani, dan area dalam radius 5 km dari puncak.

Dan pastikan untuk selalu memeriksa informasi terbaru dari PVMBG atau Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) sebelum melakukan perjalanan.

3. Gunung Raung

Gunung Raung, yang terletak di perbatasan Kabupaten Jember, Bondowoso, dan Banyuwangi, Jawa Timur, mengalami erupsi terus menerus pada Selasa (24/12), dengan lima kali letusan antara pukul 09.30 WIB hingga 12.10 WIB.

Saat ini, Gunung Raung berstatus Level II (Waspada) dengan aktivitas yang fluktuatif dan potensi erupsi sewaktu-waktu.

Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk tidak mendekati pusat erupsi di kawah puncak dalam radius 3 km, serta menghindari menuruni kaldera atau bermalam di kawasan kawah.

Wisata yang sebaiknya dihindari: Pendakian via Kalibaru dan Songgon, serta area di radius 2 km dari kawah.

4. Gunung Ibu

Gunung Ibu, yang terletak di Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, mengalami erupsi pada Selasa, 24 Desember 2024, sekitar pukul 10.32 WIT.

Erupsi tersebut mengeluarkan abu vulkanik setinggi 2.000 meter di atas puncak gunung.

Saat ini, Gunung Ibu yang memiliki ketinggian 1.325 meter di atas permukaan laut (mdpl) masih berada dalam status Level III (Siaga).

Wisata yang sebaiknya dihindari: Area sekitar radius 3 km dari kawah aktif.

5. Gunung Dieng

Pada Kamis (19/12) pukul 18.00 WIB, PVMBG Badan Geologi Kementerian ESDM menaikkan status Gunung Dieng di Jawa Tengah dari Level I (Normal) ke Level II (Waspada).

PVMBG mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk tidak memasuki radius 500 meter dari pusat Kawah Sileri dan menghindari bermalam di sekitar kawah.

Selain Kawah Sileri, potensi erupsi freatik juga dapat terjadi di Kawah Timbang, Kawah Siglagah, dan Kawah Pagerkandang.

Erupsi freatik yang dapat terjadi secara tiba-tiba tanpa tanda-tanda awal perlu diwaspadai, terutama selama musim hujan.

Wisata yang sebaiknya dihindari: Kawah Timbang, Kawah Sileri, dan area dalam radius 1 km dari kawah.

6. Gunung Marapi

Badan Geologi Kementerian ESDM merekomendasikan larangan pendakian Gunung Marapi, yang terletak di Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, selama libur panjang Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 (Nataru).

Meskipun status Gunung Marapi telah turun dari siaga ke waspada (Level II).

Namun, hujan lebat atau ekstrem dapat memicu banjir lahar dingin.

Oleh karena itu, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengimbau masyarakat, pengunjung, dan wisatawan untuk tidak memasuki dan berkegiatan dalam radius tiga kilometer dari pusat aktivitas gunung, yaitu Kawah Verbeek.

Wisata yang sebaiknya dihindari: Pendakian resmi dan area aliran sungai rawan banjir lahar dingin.

7. Gunung Garu

Puluhan kepala keluarga (KK) dari empat kampung di Desa Sirnasari, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, terpaksa mengungsi setelah terjadi longsor di Gunung Garu pada Senin (23/12).

Selain mengancam puluhan rumah warga, longsor ini juga merusak 15 hektare lahan pertanian di kaki gunung. Longsor terjadi akibat curah hujan tinggi.

Wisata yang sebaiknya diihindari: Jalur pendakian dan area rawan longsor di lereng gunung.

8. Gunung Kerinci

Gunung Kerinci di Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, mengalami peningkatan aktivitas gempa dengan lebih dari 1.884 kejadian, yang berpotensi menyebabkan erupsi tiba-tiba, berdasarkan analisis dari Badan Geologi Kementerian ESDM pada Sabtu (21/12).

Saat ini, Gunung Kerinci berstatus Level II (Waspada). Potensi bahaya yang ditimbulkan antara lain gas vulkanik dengan konsentrasi tinggi serta lontaran batuan jika terjadi erupsi tanpa gejala awal yang jelas.

Badan Geologi mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk tidak mendekati dan beraktivitas dalam radius tiga kilometer dari kawah puncak gunung yang memiliki ketinggian 3.805 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Selain itu, peningkatan emisi abu vulkanik juga menjadi perhatian.

Wisata yang sebaiknya dihindari: Pendakian via Kersik Tuo dan radius 3 km dari kawah.

9. Gunung Rinjani

Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) di Lombok, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), mengumumkan penutupan semua jalur pendakian Gunung Rinjani mulai 1 Januari hingga 2 April 2025.

Peralihan menuju musim hujan berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi, seperti hujan lebat, angin kencang, serta ancaman banjir dan tanah longsor pada puncak musim hujan 2025.

Jalur pendakian yang ditutup meliputi Senaru dan Torean di Kabupaten Lombok Utara, Sembalun dan Timbanuh di Kabupaten Lombok Timur, serta Tetebatu dan Aik Berik di Kabupaten Lombok Tengah.

Gunung Rinjani saat ini berstatus Waspada (Level II) dengan peningkatan aktivitas tremor vulkanik.

Wisata yang sebaiknya diihindari: Jalur pendakian via Sembalun dan Senaru serta area dalam radius 1 km dari kawah Barujari.

10. Gunung Dempo

Pada periode 27 November hingga 5 Desember 2024, Gunung Dempo mengalami peningkatan aktivitas seismik.

Dari data yang tercatat di Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, aktivitas gunung ini diklasifikasikan dalam status Waspada (Level II).

Gunung Dempo yang terletak di Kabupaten Pagar Alam, Sumatera Selatan, berpotensi menyebabkan erupsi freatik atau letusan kecil, terutama ketika curah hujan tinggi. Masyarakat diimbau untuk tidak memasuki area sekitar puncak yang berjarak sekitar 5 km dari kawah.

Wisata yang sebaiknya dihindari: Kawasan puncak Gunung Dempo serta area sekitar kawah.

Peringatan BMKG Mengenai Cuaca Ekstrem dan Keamanan Wisata

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk menghindari perjalanan ke wilayah pegunungan atau lereng gunung selama puncak musim hujan.

Selain itu, BMKG juga memperingatkan agar berhati-hati saat beraktivitas di wilayah pesisir Pulau Jawa, karena angin kencang berpotensi menyebabkan gelombang laut yang tinggi.

Angin kencang ini disebabkan oleh bibit siklon tropis di Samudera Hindia serta fenomena gelombang atmosfer yang meningkatkan massa uap air, yang berujung pada hujan lebat.

BMKG memprediksi hujan akan rutin terjadi sepanjang libur Hari Raya Natal 2024 dan Tahun Baru 2025, dengan puncak musim hujan berlangsung antara Desember 2024 hingga Februari 2025.

BMKG juga telah mengeluarkan peringatan dini terkait cuaca ekstrem yang akan berlangsung hingga 15 Desember 2024.

Berbeda dari tahun sebelumnya, kondisi cuaca tahun 2024 ini memang sulit diprediksi.

Oleh karena itu, wisatawan disarankan untuk mempertimbangkan alternatif liburan di kota lain atau lebih baik tetap berada di rumah, dengan memperhatikan pembaruan terkait kondisi cuaca.

Selain ancaman vulkanik, curah hujan tinggi dan angin kencang diperkirakan akan terus berlanjut hingga awal 2025.

Hal ini dapat meningkatkan risiko banjir, tanah longsor, dan gelombang tinggi di wilayah pesisir.

Tips Aman Liburan Akhir Tahun

Pantau Informasi Resmi: Selalu cek kondisi terkini gunung berapi dan cuaca melalui PVMBG, BNPB, dan BMKG.

Hindari Wilayah Rawan: Jangan beraktivitas di area yang masuk dalam zona bahaya vulkanik atau rentan longsor.

Siapkan Alternatif Liburan: Pilih destinasi yang jauh dari gunung aktif atau wilayah rawan bencana.

Itulah daftar gunung yang perlu diwaspadai dan rekomendasi kawasan wisata yang sebaiknya dihindari selama libur panjang Natal dan Tahun Baru 2025 ini.

Prioritaskan keselamatan Anda dan keluarga selama liburan panjang ini. Selamat menikmati momen akhir tahun dengan bijak dan aman! (*)

Photo
Photo
Sejumlah warga Desa Gombolirang, Kecamatan Kabat menerima sertifikat PTSL elektronik dari BPN Selasa (24/12).
Sejumlah warga Desa Gombolirang, Kecamatan Kabat menerima sertifikat PTSL elektronik dari BPN Selasa (24/12).
Editor : Amin Fauzie
#wisata #marapi #erupsi #fenomena #kerinci #rinjani #tips aman #libur panjang #cuaca #Aktivitas #bencana #wisatawan #longsor #Gede Pangrango #liburan #semeru #waspada #peringatan bmkg #destinasi #nataru #Garu #dieng #dempo #Natal dan Tahun Baru 2025 #ibu #Raung