TUBAN-Ternyata ada lho yang menyatakan kalau cerita Jaka Tarub itu asalnya dari Tuban.
Bahkan, tempat yang fenomenal itu dijadikan sebuah taman, namanya Taman Jaka Tarub.
Lokasi Taman Jaka Tarub di Desa Sumberagung, Kecamatan Plumpang, Kabupaten Tuban, Jawa Timur.
Tempat ini dulunya menjadi salah satu destinasi favorit.
Taman ini dikenal sebagai latar legenda Jaka Tarub dan Dewi Nawang Wulan.
Legenda ini mengisahkan tujuh dewi kahyangan yang turun ke bumi, untuk mandi di sebuah sendang.
Ketika dewi kahyangan mandi, seorang pemuda mengambil salah satu selendang milik dewi tersebut.
Nama pemuda tersebut Jaka Tarub.
Nama dewi yang diambil selendangnya, sehingga tidak bisa pulang ke kahyangan adalah Nawang Wulan.
Pada legenda versi Tuban, Joko Tarub ini punya nama asli Kidang Telangsah, yang merupakan anak Syekh Maghribi.
Dia diadopsi seorang janda yang rumahnya beratap daun kelapa, yang di desa itu disebut sebagai tarub, sehingga dia kenal dengan Joko Tarub.
Salah satu petilasan yang dikaitkan dengan legenda tersebut adalah bentuk telapak tangan pada sebongkah batu yang dipercaya sebagai tangan bidadari.
Sempat Viral di Eranya
Pada 1980-an, Taman Jaka Tarub cukup dikenal.
Taman ini dulunya punya sendang yang cukup jernih nan asri.
Konon sendang ini dibuat mandi para bidadari dalam legenda Jaka Tarub.
Di era tersebut, warga sekitar sering mandi di sendang setempat.
Di taman ini dipelihara binatang merak, ular, burung cendrawasih, dan lainnya.
"Dulu itu bagus banget, banyak hewannya juga, ada burung merak, ular, dan burung cendrawasih," ujar salah satu pengunjung.
Riwayatmu Kini…
Sekarang, Taman Jaka Tarub berubah 180 derajat.
Di tempat ini hanya tersisa pohon-pohon besar.
Hewan peliharaan tidak tersisa seekor pun.
Sejumlah warga mengungkapkan, taman ini sekarang sudah tidak terpelihara.
Nyaris tidak ada pengunjung dari luar yang datang.
Warga setempat berharap taman ini kembali bisa dihidupkan.
‘’Kalau desa lain bisa mengapa kita tidak? Sumberagung punya potensi luar biasa untuk itu,’’ tuturnya.
Potensi menghidupkan Joko Tarub masih memungkinkan.
Pohon di sekitar taman ini cukup lebat dan rindang, lingkungannya juga sejuk. (*)
Editor : Dwi Setiyawan