TUBAN- Wisata Rumpun Bambu adalah sebuah ekowisata yang sempat viral dengan keindahan panoramanya, kini tinggal kenangan.
Terletak di dekat sebuah danau yang jernih dan dikelilingi gugusan pohon bambu, Rumput Bambu pernah menjadi destinasi favorit bagi wisatawan.
Kini kondisi wisata Rumpun Bambu jauh yang diharapkan.
Wisata Rumpun Bambu dikenal karena pemandangannya yang menakjubkan. Air danau yang jernih, pepohonan bambu yang rimbun, serta keanekaragaman flora dan fauna air, membuat tempat ini menjadi surga kecil bagi para pecinta alam.
Selain itu, pemandangan pegunungan Rengel yang menjulang di kejauhan menambah daya tarik wisata ini.
Tumbuhan air yang subur, ikan-ikan yang berenang bebas, dan bunga teratai yang bermekaran menjadikan pemandangan di wisata Rumpun Bambu benar-benar memanjakan mata.
Sayangnya, kondisi saat ini sangat berbeda dari masa kejayaannya. Wisata Rumpun Bambu kini terbengkalai.
Banyak pengunjung yang datang dari jauh harus menelan kekecewaan karena tempat ini sudah ditutup.
Ironisnya, keterangan di Google Maps masih menunjukkan bahwa tempat ini terbuka untuk umum, sehingga banyak pengunjung yang tertipu.
Kondisi fisik destinasi wisata ini sangat memprihatinkan. Air yang dulunya jernih kini dipenuhi lumut dan banyak pohon bambu yang patah.
Kebersihan dan perawatan tempat wisata ini juga tidak terurus.
Tempat ini kini lebih sering digunakan penduduk setempat untuk mandi, menambah kesan bahwa ekowisata ini sudah tidak lagi berfungsi sebagai destinasi wisata.
Meski kondisinya sekarang memprihatinkan, potensi wisata Rumpun Bambu masih sangat besar.
Keindahan alami dan potensi ekologis yang dimiliki tempat ini seharusnya bisa dikembangkan lagi.
Pihak desa dan pengelola t perlu mengambil langkah serius untuk merenovasi dan mengembangkan kembali.
Revitalisasi tempat ini tidak hanya akan mengembalikan keindahannya, namun juga meningkatkan ekonomi lokal.
Dengan perencanaan dan pengelolaan yang baik, wisata Rumpun Bambu bisa kembali menjadi destinasi favorit. (*)