TUBAN-Gua Akbar merupakan salah satu obyek wisata alam yang menakjubkan di Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban.
Terkenal tidak hanya karena keindahan alamnya, Gua Akbar juga memiliki nilai historis dan spiritual yang menarik banyak wisatawan, terutama mereka yang mengikuti jejak Wali Songo.
Lokasinya yang hanya berjarak sekitar 1 km dari makam Sunan Bonang, menjadikan Gua Akbar sebagai tujuan alternatif bagi para peziarah.
Di dalam gua ini, pengunjung dapat menemukan relief-relief yang menggambarkan sejarah Tuban, termasuk penyebaran agama dan budaya di Bumi Wali, julukan Kabupaten Tuban.
Versi Sejarah Gua Akbar
Sejarah Gua Akbar Tuban dengan berbagai versi cerita menambah misteri dan daya tariknya.
Versi pertama menyebutkan bahwa nama Gua Akbar diambil dari tanaman abar, sejenis pohon beringin yang tumbuh di mulut gua.
Karena keberadaannya yang menonjol, pohon ini memberikan inspirasi nama gua.
Versi kedua mengatakan bahwa nama Akbar berasal dari kata ngabar yang dalam bahasa Jawa Kuno bermakna latihan.
Cerita ini berkembang dari kisah masyarakat setempat bahwa dulunya Gua Akbar digunakan para prajurit Ronggolawe untuk latihan ilmu kanuragan, yang merupakan persiapan menghadapi pasukan Majapahit.
Versi berikutnya menyebutkan bahwa nama Gua Akbar berasal dari ucapan Sunan Bonang saat pertama kali mengunjungi gua, yakni, Allahu Akbar, yang berarti Allah Maha Besar.
Konon, pada zaman wali, Gua Akbar pernah dijadikan sebagai tempat berkumpulnya para Wali Songo dengan tokoh-tokoh penting.
Salah satu tokoh tersebut adalah Raden Mas Said, yang lebih dikenal sebagai Sunan Kalijaga.
Menurut cerita yang beredar, Raden Said menetap di gua ini setelah diusir ayahnya dan kemudian menjadi murid Sunan Bonang.
Kisah ini mempercayai nilai spiritualitas yang melekat pada Gua Akbar.
Ada pula cerita yang menyebutkan bahwa sebelum dikenal sebagai Gua Akbar, goa ini bernama Lueng Ombo.
Di masa lalu, Lueng Ombo tertutup semak berduri, rumpun bambu, dan pohon abar.
Kondisi ini membuat suasananya terasa angker dan misterius.
Konon, Lueng Ombo dikenal sebagai keraton para jin parayangan dan ilu-ilu banaspati.
Tempat ini juga dijadikan lokasi bertapa atau semedi oleh para leluhur, terutama pada masa Berandal Lokajaya, yang merupakan julukan Sunan Kalijaga ketika masih menjadi perampok.
Konon, selama masa kekuasaan Lokajaya, gua ini dijaga binatang piaraan yang sakti dan setia berupa seekor Naga Taksaka.
Keberadaan naga ini menambah aura mistis dan legenda yang melingkupi Gua Akbar.
Dengan segala cerita dan legenda yang menyertainya, Gua Akbar bukan hanya sebuah destinasi wisata, namun juga sebuah tempat yang kaya sejarah dan spiritualitas.
Keberadaan berbagai versi sejarah dan cerita rakyat yang melekat pada Gua Akbar menambah daya tariknya, membuat setiap kunjungan menjadi perjalanan yang penuh makna dan pengetahuan.
Jadi, jika Anda mencari tempat yang memadukan keindahan alam, sejarah, dan spiritualitas, Gua Akbar di Tuban adalah destinasi yang tepat untuk Anda kunjungi. (*)
Editor : Amin Fauzie