Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Daya Tarik Gua Akbar Tuban: Destinasi Unik dan Estetik di Bumi Wali

M. Afiqul Adib • Sabtu, 25 Mei 2024 | 03:40 WIB
Gua Akbar Tuban, salah satu destinasi unik dan estetik, dengan keindahan stalaktit dan stalagmit yang terbentuk selama jutaan tahun.
Gua Akbar Tuban, salah satu destinasi unik dan estetik, dengan keindahan stalaktit dan stalagmit yang terbentuk selama jutaan tahun.

TUBAN-Dikenal sebagai Bumi Wali, Tuban memiliki sejumlah destinasi wisata yang menarik. Terutama wisata yang memiliki nilai sejarah dan budaya Tuban.

Salah satu wisata bersejarah di Tuban adalah Gua Akbar.

Gua Akbar berada di tengah kota Tuban dengan akses yang mudah dijangkau.

Wisawatan Gua Akbar sempat surut. Persisnya pada 1984.

Tahun itu, Gua Akbar mengalami kerusakan parah akibat pembangunan Pasar Baru Tuban yang terletak persis di atasnya.

Sampah pasar dan kotoran manusia juga dibuang ke dalam gua, mengakibatkan kondisinya sangat kumuh dan bau. 

Perubahan signifikan terjadi pada 1995, ketika bupati Sjoekoer Soetomo memulai upaya pembersihan besar-besaran.

Gua Akbar diresmikan sebagai tempat wisata oleh Bupati Hindarto pada tahun yang sama.

Gua Akbar menawarkan pemandangan stalaktit dan stalagmit yang terbentuk selama jutaan tahun.

Stalaktit dan stalagmit yang meneteskan air ini menciptakan suasana alami dan menenangkan.

Selain itu, terdapat sungai kecil yang mengalir di dalam gua, menambah keindahan alam di dalamnya.

Di Gua Akbar, pengunjung juga disuguhi pemandangan alam yang spektakuler, termasuk relief-relief di sepanjang dinding gua yang menceritakan sejarah Tuban, termasuk penyebaran agama dan budaya di daerah ini.

Pengelola gua menyediakan jalan khusus yang memudahkan pengunjung untuk menjelajahi gua tanpa kesulitan.

Salah satu daya tarik utama Gua Akbar adalah lorong berkelok sepanjang 1,2 kilometer yang diperkirakan telah berusia sekitar 20 juta tahun.

Di dalam gua, pengunjung juga dapat menemukan fosil-fosil binatang laut seperti kerang yang menempel pada batu-batu dan dinding gua, menambah nilai edukasi.

Selain keindahan alamnya, Gua Akbar juga memiliki sumber mata air alami yang dikenal dengan nama Kedung Tirta Agung.

Sumber air ini mulai mengalir deras pada 1999, ketika bupati Hindarto mengadakan syukuran di dekatnya.

Air dari Kedung Tirta Agung diyakini memiliki khasiat untuk kesehatan dan kekuatan sekaligus  menambah daya tarik spiritual dari gua ini.

Akses menuju gua sangat mudah karena lokasinya yang berada di tengah kota.

Dari Alun-Alun Tuban, gua ini hanya berjarak 1,4 kilometer, yang dapat ditempuh dalam waktu sekitar 5 menit.

Sejumlah kekurangan yang perlu diperhatikan, terutama terkait fasilitas yang masih terbilang kurang memadai.

Pemkab tampaknya belum memberikan perhatian terhadap pengembangan dan pemeliharaan fasilitas di objek wisata ini. (*)

SISA KEBAKARAN: Kandang ayam milik Wagirin Hendriyanto di Dusun Darungan, RT 01, RW 05, Desa Tegalarum, Kecamatan Sempu ludes setelah kebakaran pada Kamis (23/5).
SISA KEBAKARAN: Kandang ayam milik Wagirin Hendriyanto di Dusun Darungan, RT 01, RW 05, Desa Tegalarum, Kecamatan Sempu ludes setelah kebakaran pada Kamis (23/5).
Photo
Photo
Editor : Amin Fauzie
#wisata #Destinasi Unik #Gua Akbar Tuban