Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Jembatan Cincin Lama Ngadipuro Pesona Wisata Sejarah di Tuban, Saksi Bisu Era Kolonial Belanda di Tuban

M. Afiqul Adib • Kamis, 23 Mei 2024 | 04:08 WIB

Jembatan Cincin lama Ngadipuro Tuban, jembatan peninggalan Belanda.
Jembatan Cincin lama Ngadipuro Tuban, jembatan peninggalan Belanda.

TUBAN-Jembatan Cincin Lama yang menghubungkan Tuban-Lamongan bukan sekadar sebuah jembatan biasa.

Jembatan Cincim Lama yang kini masih berdiri kokoh meski sudah tidak beroperasi sejak 1980-an tersebut menjadi saksi bisu era kolonial Belanda.

Dulu, Jembatan Cincim Lama merupakan rel kereta api yang menghubungkan berbagai daerah di Jawa Timur.

Saat ini, jembatan tersebut dijadikan jalur alternatif untuk menyeberangi Sungai Bengawan Solo dan menjadi bagian penting dari infrastruktur warga sekitar.

Jembatan Cincin Lama memiliki dua sisi, yaitu sisi timur dan sisi barat.

Sisi timur merupakan bangunan baru yang lebih modern, sedangkan sisi barat adalah jembatan lama yang mulai dibangun pada 1970-an.

Jembatan lama ini dikenal sebagai Jembatan Cincin Lama, sedangkan yang baru disebut Jembatan Cincin Baru.

Jembatan Cincin Lama memiliki panjang 200 meter dan lebar 9 meter.

Jembatan ini terbagi atas lima segmen dengan masing-masing segmen memiliki panjang 40 meter.

Meski usianya sudah tua, Jembatan Cincin Lama masih berdiri kokoh dan menjadi jantung perekonomian warga sekitar.

Struktur perlintasan jembatan ini unik karena terbuat dari susunan kayu, berbeda dengan jembatan-jembatan modern yang umumnya menggunakan aspal.

Meski terdengar suara gemeretak dari kayu saat pengguna roda dua melindas papan-papan kayu tersebut, jembatan ini tetap menjadi pilihan utama bagi warga sekitar untuk beraktivitas sehari-hari.

Kini, konstruksi besinya terlihat aus dengan karat di di sana-sini, suara derak kayu yang reyot saat dilintasi kendaraan roda dua.

Menariknya, meskipun kondisi kayu penyangga sudah banyak yang diganti, jembatan ini tetap menunjukkan kekokohan dan daya tahannya.

Selain menjadi saksi bisu masa kolonial, jembatan ini juga menyimpan kisah sejarah kelam.

Konon, pada masa pembersihan PKI, mayat-mayat para anggota PKI yang dieksekusi dibuang di aliran Sungai Bengawan Solo yang mengalir tepat di bawah Jembatan Cincin.

Hal ini menambah sisi misterius dan kelam dari jembatan yang sudah ada sejak zaman kolonial tersebut.

Selain sebagai penghubung antara Kabupaten Tuban dengan Kabupaten Bojonegoro dan Lamongan, Jembatan Cincin Lama juga pernah digunakan sebagai perlintasan kendaraan roda empat.

Namun, demi alasan keamanan, kini hanya kendaraan roda dua yang diperbolehkan melintasi jembatan ini.

Hal ini menunjukkan betapa pentingnya peran jembatan ini bagi mobilitas dan aktivitas ekonomi warga sekitar.

Keberadaan Jembatan Cincin Lama sebagai jembatan kelas A tidak hanya menunjukkan pentingnya fungsi jembatan ini dalam hal transportasi, namun juga sebagai bagian dari warisan sejarah yang harus dijaga.

Pemerintah setempat sudah beberapa kali mengganti papan kayu yang sudah tidak layak sekaligus untuk memastikan jembatan ini tetap aman digunakan pengendara roda dua.

Namun, upaya pelestarian ini perlu terus ditingkatkan agar jembatan ini tidak hanya menjadi kenangan masa lalu, namun juga tetap berfungsi dengan baik di masa kini.

Jembatan Cincin Lama Ngadipuro adalah bukti nyata bagaimana warisan kolonial bisa bertahan dan terus memberikan manfaat hingga kini.

Meski sudah tidak lagi berfungsi sebagai jalur kereta api, jembatan ini tetap menjadi bagian penting dari kehidupan sehari-hari masyarakat Tuban.

Dengan segala cerita sejarah dan kondisi fisik yang ada, Jembatan Cincin Lama terus mengingatkan kita pada perjalanan panjang yang telah dilaluinya dan pentingnya menjaga warisan sejarah bagi generasi mendatang. (*)

PERCEPAT JLS: Tim Pemkab Banyuwangi rapat bersama Kementerian ATR/BPN terkait penuntasan pembangunan JLS Banyuwangi-Jember.
PERCEPAT JLS: Tim Pemkab Banyuwangi rapat bersama Kementerian ATR/BPN terkait penuntasan pembangunan JLS Banyuwangi-Jember.
Editor : Amin Fauzie
#Wisata Sejarah #Jembatan Cincin Lama #peninggalan belanda #tuban