TUBAN- Banyak obyek wisata religi di Tuban yang bisa kamu kunjungi.
Tuban terkenal dengan julukan Bumi Wali. Hal itu tak lepas dari sejarah tempo dulu Kabupaten Tuban, yakni sebagai pusat penyebaran ajaran Islam.
Gelar Bumi Wali juga dikaitkan dengan banyaknya makam aulia wali di Tuban. Terutama Wali Songo.
Salah satunya makam Sunan Bonang di Kelurahan Kutorejo, Kecamatan Tuban.
Berikut 10 rekomendasi tempat wisata religi di Tuban yang bisa jadi pilihanmu.
1. Masjid Agung Tuban
Sekilas bangunan Masjid Agung Tuban memiliki kemiripan dengan Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh.
Arsitektur di Masjid ini sangat unik, bercorak Timur Tengah, India, dan Eropa.
Perpaduan ragam arsitektur inilah yang menjadikan Masjid Agung Tuban memiliki kekhasan.
Dengan ornamen yang cantik, ditambah dengan polesan yang begitu detail, lantai keramik yang indah, tembok yang penuh ukiran, sampai kubah yang menjulang tinggi dan bercat warna-warni, menjadikan masjid ini mirip dalam dongeng 1001 Malam.
2. Masjid Ashabul Kahfi Perut Bumi Al-Maghribi
Ada masjid yang unik di Tuban, berada di dalam gua. Masjid ini bernama Ashabul Kahfi Al-Maghribi.
Lokasinya di Jalan Gedongombo, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban.
Meski berada di dalam gua, masjid ini dibangun dengan arsitektur seni yang indah, sehingga masjid ini tampak luar biasa dan unik.
Selain menjadi masjid, gua ini sebenarnya berfungsi sebagai pondok pesantren Al-Maghribi.
Masjid Ashabul Kahfi sampai sekarang masih menjadi jujukan para peziarah wisata religi di kota Tuban.
3. Kelenteng Kwan Sing Bio
Di Tuban juga terdapat wisata religi untuk nonmuslim, yaitu Kelenteng Kwan Sing Bio.
Ya, kelenteng Kwan Sing Bio Tuban menarik dikunjungi.
Kelenteng di Jalan RE Martadinata Tuban ini tercatat terbesar di Asia.
Kelenteng ini menganut ajaran tri darma, yaitu Konghucu, Buddha dan Tao.
Kelenteng ini dinamakan Kwan Sing Bio karena memuja Dewa Kwan Kong atau Kwan Sing Tee Koen.
Salah satu keunikan dari Kelenteng Kwan Sing Bio adalah patung raksasa kepiting di atas pintu gerbang utama.
Kekhasan lainnya, banyak spot foto yang Instagramable. Semakin yakin bukan, kelenteng ini patut untuk dikunjungi.
4. Makam Sunan Bonang
Makam Sunan Bonang adalah salah satu Wali Songo yang berpengaruh besar terhadap penyebaran Islam di tanah Jawa.
Makam Sunan Bonang berada di selatan Masjid Agung Tuban, tepatnya di Kelurahan Kutorejo, Kecamatan Tuban.
Kompleks makam Sunan Bonang dikelilingi tembok kuno dan terbagi menjadi tiga halaman.
Tiap halaman dikelilingi tembok dan dihubungkan dengan pintu gerbang Gapura Paduraksan.
5. Makam Syeh Maulana Ibrahim Asmaraqandi
Syekh Maulana Ibrahim Asmoroqondi juga masuk jajaran perintis siar agama Islam di tanah Jawa.
Dan termasuk punjer para wali songo. Sebab, dari keturunan Syekh Maulana Ibrahim Asmoroqondi, lahirlah Sunan Ampel, Sunan Bonang , dan Sunan Drajat.
Syekh Maulana Ibrahim Asmoroqondi berasal dari timur tengah, tepatnya di Samarkand, Asia Tengah.
Konon, karena orang Jawa yang tidak bisa melafalkan Samarkand jadilah nama Asmaraqandi.
Makam Syekh Ibrahim Asmoroqondi di Tuban berada sekitar 7 km dari kota Tuban, tepatnya di Dusun Rembes, Desa Gesikharjo, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban, Jawa Timur.
6. Makam Sunan Bejagung Lor
Sunan Bejagung Lor dipercaya sebagai generasi wali pertama yang menyebarkan Islam di tlatah Jawa pada 1300-an masehi.
Nama asli Sunan Bejagung Lor adalah Syekh Asy’ari, yang juga saudara Syekh Ibrahim Asmoroqondi.
Makam Sunan Bejagung Lor berada di Desa Bejagung, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, Jawa Timur.
Berjarak sekitar 3 kilometer dari selatan Alun-Alun Tuban.
7. Makam Sunan Bejagung Kidul
Makam Sunan Bejagung Kidul di Desa Bejagung, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, Jawa Timur.
Awalnya, tidak ada istilah Sunan Bejagung Lor dan Sunan Bejagung Kidul karena Sunan Bejagung memang hanya satu yaitu Maulana Abdullah Asy’ari Sunan Bejagung.
Kisah ini berawal dari datangnya seorang santri yang dikirim Syeh Jumadil Kubro.
Namanya, Pangeran Kusumohadi yang tidak lain putra Prabu Brawijaya IV atau Prabu
Hayam Wuruk dari salah seorang selirnya.
Singkat cerita, Kusumohadi menjadi menantu Sunan Bejagung dan berganti nama menjadi Hasyim Alamuddin.
Dan, Hasyim Alamuddin dipasrahi siar di wilayah Bejagung Kidul.
8. Makam Syech Achmad Cholil
Makam Syech Achmad Cholil berada di Desa Rawasan, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban.
Berjarak 500 meter dari Balai Desa Rawasan.
Dalam kompleks makam ini terdapat sumur yang dikeramatkan.
Menurut penuturan penemu makam, Mbah Nawawi, air di sumur ini tidak pernah surut, bahkan saat musim hujan pun tidak bertambah banyak.
9. Makam Sunan Geseng
Makam Sunan Geseng berada di Desa Gesing, Kecamatan Semanding.
Sunan Geseng adalah murid dari Sunan Kalijaga. Sebutan Sunan Geseng diberikan Sunan Kalijaga kepada Kyai Cokrojoyo karena begitu setia terhadap perintahnya, sehingga merelakan badannya menjadi hangus.
Ceritanya, Sunan Kalijaga memerintahkannya untuk menunggui sebilah bambu yang ditancapkan di hadapannya.
Karena waktu yang cukup lama, akhirnya sebilah bambu yang ditancapkan tersebut menjadi rimbun.
Untuk membangunkan Cokrojoyo, Sunan Kalijaga membakar pohon bambu tersebut dan Cokrojoyo hangus atau geseng, namun tidak meninggal.
Sejak saat itulah beliau dinamakan Sunan Geseng.
Lokasi makam masuk ke dalam area hutan, sehingga untuk menuju ke lokasi harus melalui rimbunan pepohonan besar.
Dalam kompleks makam, ada pelataran yang cukup luas. Di tempat tersebut hanya ada dua bangunan utama, masjid dan makam yang terletak di sebelah baratnya.
10. Makam Syekh Subakir
Makam Syekh Subakir di Desa Tasikharjo, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban.
Makam ini tidak jauh dari bibir pantai Desa Tasikharjo.
Sejumlah literatur buku riwayat Syekh Subakir menulis sang syekh membukakan jalan para wali. Termasuk wali songo dalam menyebarkan Islam di tanah Jawa.
Merujuk cerita tutur, Syekh Subakir datang ke tlatah Jawa diutus Sultan Muhammad dari Kekaisaran Turki Ottoman.
Syekh Subakar menjadi opsi terakhir setelah dari sekian banyak ulama yang diutus ke Jawa tidak ada yang berhasil menaklukkan Jawa.
Singkat cerita, Syekh Subakir mendapat mandat membuat tumbal atau rajah.
Tumbal tersebut ditanam di Gunung Tidar, Magelang, yang merupakan titik tengah pulau Jawa.
Tujuannya, supaya ada titik keseimbangan di tanah Jawa.
Demikian rekomendasi lokasi wisata religi di Tuban yang bisa dijadikan destinasi wisata bersama rombongan peziarah atau bersama keluarga. (*)
Editor : Amin Fauzie