TUBAN-Wisata Gua Ngerong di Desa Rengel, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban, Jawa Timur memiliki daya tarik kuat pada hidupnya ribuan ikan di sepanjang aliran sungai yang jernih dan berhulu di dalam gua.
Beningnya sungai dengan ribuan ikan berenang tersebut bak akuarium raksasa.
Ikan-ikan tersebut berenang mendekati pengunjung yang memberi makan klentheng atau biji pohon randu.
Mereka juga mengerubungi pengunjung maupun warga yang mandi di sepanjang aliran sungai.
Ikan-ikan tersebut bertahan secara alami.
Jutaan kelelawar yang menutup seluruh langit-langit dan sebagian dinding gua pada siang hari itulah yang memberi makan ikan-ikan tersebut.
Ya, kelelawar menjadi penyeimbang lingkungan hidup sekitar.
Itu karena kotoran kelelawar yang jatuh ke air menjadi rantai makanan ikan di bawahnya.
Saking banyaknya kelelawar, mencicitnya suara binatang malam yang terdengar hingga dalam relung gua tersebut juga menjadi kekhasan dari gua di kaki bukit pegunungan kapur desa setempat.
Tempat wisata yang berjarak sekitar 30km dari pusat kota kabupaten tersebut dikelola pemerintah desa setempat.
M. Mokhtar, salah satu tokoh masyarakat Desa Rengel mengatakan, tidak ada mitos maupun legenda yang melindungi keberadaan kelelawar di gua. Karena itu, sebagian warga menangkap kelelawar tersebut.
Berbeda dengan ikan di sepanjang aliran sungai.
Ikan air tawar yang hidup, salah satunya jenis gabus, konon dipercaya sebagai piaraan sang putri Ngerong. Karena itu, tak seorang pun yang berani menangkapnya.
Mitos dan legenda inilah yang membuat ikan di sungai Ngerong lestari.
‘’Kalau ditangkapi, cepat atau lambat pasti akan habis dan punah juga,’’ tuturnya.
Karena mitos dan legenda itulah, kata Mokhtar, warga baru berani menangkap dan mengonsumsi ikan yang telah melewati atau lepas dari dam pembatas area sungai Ngerong. (*)
Editor : Amin Fauzie