Bukan Sekadar Update One UI, Samsung Disebut Kembangkan Galaxy OS dengan Integrasi AI Lebih Dalam

Andika Julia Perdana Putra • Dipublikasikan Selasa, 20 Oktober 2026 | 07:58 WIB
Samsung dikabarkan tengah menyiapkan perombakan perangkat lunak Galaxy dengan integrasi AI lebih mendalam. Galaxy OS dan One UI 10 masih sebatas rumor. (samsung)
Samsung dikabarkan tengah menyiapkan perombakan perangkat lunak Galaxy dengan integrasi AI lebih mendalam. Galaxy OS dan One UI 10 masih sebatas rumor. (samsung)

RADARBONANG.ID – Samsung dikabarkan tengah menyiapkan perubahan besar pada perangkat lunak ponsel Galaxy.

Perusahaan teknologi asal Korea Selatan itu disebut sedang mengembangkan sistem dengan integrasi kecerdasan buatan (AI) yang lebih mendalam.

Rumor tersebut turut memunculkan nama Galaxy OS sebagai kemungkinan identitas baru perangkat lunak Samsung.

Jika kabar ini benar, perubahan tersebut berpotensi menjadi salah satu pembaruan terbesar dalam ekosistem Galaxy.

Informasi itu berasal dari pembocor teknologi Phonefuturist melalui platform X.

Samsung disebut sedang mempererat kerja sama dengan Google untuk menghadirkan kemampuan AI yang terintegrasi langsung ke dalam sistem operasi.

Perombakan tersebut diperkirakan berkaitan dengan One UI 10, yang kemungkinan hadir bersama seri Galaxy S28.

Namun, hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari Samsung mengenai nama sistem, fitur baru, maupun jadwal peluncurannya.

Baca Juga: Mengapa Kita Mudah Terpancing Emosi di Media Sosial? Retorika Aristoteles Menjelaskan Tiga Kuncinya

Galaxy OS Bakal Menggantikan One UI?

Selama ini, Samsung menggunakan One UI sebagai antarmuka utama pada perangkat Galaxy.

Perangkat lunak tersebut terus dikembangkan melalui penambahan fitur, peningkatan kustomisasi, dan integrasi Galaxy AI.

Kemunculan istilah Galaxy OS pun memunculkan spekulasi mengenai arah pengembangan perangkat lunak Samsung ke depan.

Meski begitu, belum jelas apakah perusahaan benar-benar akan mengganti nama One UI atau hanya menggunakan istilah tersebut untuk menggambarkan platform yang sedang dikembangkan.

Phonefuturist menyebut Galaxy OS dalam konteks perubahan perangkat lunak Samsung.

Karena belum ada penjelasan resmi, nama tersebut belum bisa dipastikan sebagai nama sistem operasi baru yang akan digunakan pada perangkat Galaxy.

Jika Samsung benar-benar melakukan perombakan besar, perubahan itu tidak hanya berpotensi menyentuh tampilan antarmuka.

Pengalaman pengguna dalam mengakses fitur, menjalankan aplikasi, dan memanfaatkan teknologi AI juga bisa menjadi bagian dari pembaruan.

Integrasi AI Berpotensi Lebih Mendalam

Salah satu hal yang disorot dalam rumor tersebut adalah kemungkinan integrasi AI yang semakin luas.

Samsung disebut ingin menghadirkan kemampuan AI yang bekerja lebih menyeluruh di dalam sistem, bukan sekadar sebagai fitur tambahan.

Selama ini, Galaxy AI telah menghadirkan berbagai kemampuan, mulai dari penerjemahan bahasa, bantuan menulis, hingga penyuntingan foto.

Pengembangan berikutnya berpotensi membuat teknologi tersebut membantu pengguna menyelesaikan lebih banyak pekerjaan melalui perangkat Galaxy.

Integrasi yang lebih dalam juga dapat membuka peluang agar berbagai fitur bekerja secara lebih terhubung.

Pengguna diharapkan bisa menyelesaikan tugas dengan lebih praktis tanpa harus berpindah-pindah aplikasi untuk setiap kebutuhan.

Namun, detail mengenai kemampuan yang akan tersedia masih belum diketahui.

Belum ada daftar fitur resmi yang dapat memastikan sejauh mana perubahan AI tersebut akan diterapkan.

Samsung Disebut Pertimbangkan Layanan Pihak Ketiga

Selain memperkuat kerja sama dengan Google, Samsung juga disebut mempertimbangkan integrasi layanan dari pihak ketiga.

Langkah ini berpotensi memperluas pilihan kemampuan AI yang dapat digunakan melalui perangkat Galaxy.

Meski demikian, layanan tambahan tersebut kemungkinan memiliki skema penggunaan yang berbeda.

Sebagian layanan disebut berpotensi memerlukan biaya tambahan atau berlangganan.

Belum ada informasi terperinci mengenai penyedia layanan yang akan terlibat, fitur yang ditawarkan, maupun kemungkinan biaya bagi pengguna.

Karena itu, aspek tersebut masih perlu menunggu penjelasan lebih lanjut dari Samsung.

Baca Juga: Changan Siapkan 27 Dealer di Indonesia, Ini Empat Model Mobil Listrik yang Jadi Andalan

One UI Bisa Dibuat Lebih Sederhana

Perombakan perangkat lunak juga berpotensi menjadi kesempatan bagi Samsung untuk menyederhanakan antarmukanya.

One UI selama ini menawarkan beragam fitur dan pilihan kustomisasi, tetapi banyaknya opsi juga dapat membuat pengalaman penggunaan terasa kompleks bagi sebagian orang.

Jika pengembangan sistem baru benar-benar dilakukan, Samsung berpeluang menata kembali cara pengguna mengakses berbagai fitur.

Integrasi AI yang lebih menyeluruh juga bisa menjadi bagian dari upaya membuat penggunaan ponsel lebih praktis.

Meski begitu, belum ada informasi yang memastikan bahwa penyederhanaan antarmuka akan menjadi fokus utama pembaruan tersebut. Detail mengenai desain, navigasi, dan perubahan fitur masih belum diungkap.

Untuk saat ini, kabar mengenai Galaxy OS dan perombakan One UI 10 masih sebatas rumor.

Samsung belum memberikan konfirmasi resmi, sementara informasi tersebut juga belum didukung laporan independen dari sumber tepercaya lainnya.

Kepastian mengenai nama perangkat lunak, fitur AI, dan jadwal peluncuran kemungkinan baru diketahui setelah Samsung menyampaikan pengumuman resmi.

Editor : Muhammad Azlan Syah
Sumber : androidauthority.com
Galaxy OS One UI 10 Galaxy S28 Galaxy AI samsung