Asteroid 2024 YR4 Sempat Bikin Khawatir, NASA Pastikan Bumi Aman dari Tabrakan

Vannya Alysa P • Dipublikasikan Jumat, 16 Oktober 2026 | 14:09 WIB
Ilustrasi lintasan asteroid 2024 YR4 yang dipantau para astronom untuk menentukan potensi bahayanya terhadap Bumi. (NASA)
Ilustrasi lintasan asteroid 2024 YR4 yang dipantau para astronom untuk menentukan potensi bahayanya terhadap Bumi. (NASA)

RADARBONANG.ID – Asteroid 2024 YR4 sempat menjadi perhatian dunia pada awal 2025 setelah perhitungan astronomi menunjukkan kemungkinan benda langit tersebut menabrak Bumi pada Desember 2032.

Namun, pengamatan lanjutan berhasil memperjelas lintasannya hingga NASA menyimpulkan bahwa asteroid itu tidak memiliki potensi signifikan untuk menghantam Bumi dalam satu abad mendatang.

Perkembangan terbaru juga mengakhiri kekhawatiran mengenai kemungkinan asteroid tersebut menabrak Bulan.

Baca Juga: Teleskop Roman Segera Diluncurkan, NASA Siap Ungkap Misteri Baru Alam Semesta

Pada 5 Maret 2026, NASA mengumumkan bahwa pengamatan menggunakan Teleskop Luar Angkasa James Webb telah memastikan 2024 YR4 tidak akan menabrak Bulan pada 22 Desember 2032. 

Asteroid ini pertama kali ditemukan pada 27 Desember 2024 melalui sistem Asteroid Terrestrial-impact Last Alert System (ATLAS) di Chili.

Berdasarkan pengamatan awal, diameternya diperkirakan berkisar 40–90 meter, ukuran yang dinilai cukup untuk menimbulkan kerusakan lokal serius jika menghantam wilayah berpenduduk. 

Perhatian terhadap objek tersebut meningkat ketika probabilitas tabrakannya dengan Bumi melampaui satu persen pada Januari 2025.

Asteroid 2024 YR4 kemudian mencapai Level 3 pada Skala Torino, sistem yang digunakan untuk mengategorikan potensi bahaya benda langit terhadap Bumi.

Menurut NASA, probabilitas tabrakan mencapai puncaknya sekitar 3,1 persen pada 18 Februari 2025.

Meski angka itu sempat memicu kekhawatiran, para ilmuwan menjelaskan bahwa perkiraan risiko dapat berubah seiring bertambahnya data pengamatan.

“Perhitungan ini akan berubah dari hari ke hari seiring semakin banyaknya pengamatan,” jelas Pusat Studi Objek Dekat Bumi NASA (Center for Near-Earth Object Studies/CNEOS) dalam laporan yang diterbitkan pada 31 Januari 2025. 

Pengamatan Lanjutan Mengubah Perhitungan Risiko

Untuk menentukan lintasan asteroid secara lebih akurat, para astronom menggabungkan data dari berbagai teleskop di Bumi.

Semakin banyak pengamatan yang tersedia, semakin kecil ketidakpastian mengenai posisi asteroid pada masa mendatang.

Upaya tersebut membuahkan hasil pada Februari 2025. NASA mengumumkan bahwa probabilitas tabrakan 2024 YR4 dengan Bumi pada 22 Desember 2032 turun menjadi hanya 0,004 persen.

Berdasarkan perhitungan tersebut, asteroid ini dinyatakan tidak memiliki potensi signifikan untuk menghantam Bumi selama 100 tahun mendatang. 

“2024 YR4 memberikan kesempatan berharga bagi para ahli untuk menguji ilmu pertahanan planet dan proses pemberitahuan risiko,” tulis tim NASA dalam laporan pembaruan tersebut. 

Selain memperjelas orbit, para ilmuwan juga berupaya memperkirakan ukuran asteroid secara lebih tepat.

Pada April 2025, pengamatan inframerah menggunakan Teleskop Luar Angkasa James Webb mempersempit perkiraan diameternya menjadi sekitar 53–67 meter. 

Saat risiko terhadap Bumi dinyatakan tidak signifikan, masih terdapat kemungkinan kecil asteroid tersebut menabrak Bulan pada 2032.

Perkiraan itu sempat meningkat menjadi 4,3 persen berdasarkan pengamatan yang diumumkan NASA pada Juni 2025. 

Namun, data tambahan dari James Webb yang dikumpulkan pada Februari 2026 kembali memperjelas lintasan asteroid.

NASA kemudian menyimpulkan bahwa 2024 YR4 akan melintas sekitar 21.200 kilometer dari permukaan Bulan sehingga kemungkinan tabrakan dengan satelit alami Bumi itu juga telah dikesampingkan. 

Pelajaran Penting bagi Sistem Pertahanan Planet

Kasus 2024 YR4 memperlihatkan bagaimana perkiraan risiko benda langit dapat berubah ketika data pengamatan semakin lengkap.

Probabilitas tabrakan yang sempat meningkat bukan berarti tumbukan pasti terjadi, melainkan menunjukkan adanya ketidakpastian yang perlu dipelajari lebih lanjut.

Pemantauan asteroid menjadi bagian penting dari upaya pertahanan planet.

Melalui pengamatan berkelanjutan, ilmuwan dapat memperkirakan lintasan benda langit, menilai tingkat risikonya, serta menentukan apakah diperlukan langkah mitigasi.

Koordinasi internasional juga berperan dalam proses tersebut.

Data dari berbagai observatorium membantu mempersempit ketidakpastian orbit dan memberikan dasar yang lebih kuat untuk menyampaikan informasi risiko kepada masyarakat.

Dengan perkembangan pengamatan terbaru, asteroid 2024 YR4 tidak lagi dipandang sebagai ancaman tabrakan terhadap Bumi maupun Bulan pada Desember 2032.

Meski demikian, penelitian terhadap asteroid tersebut tetap memberikan pengalaman penting bagi para ilmuwan dalam mengembangkan kemampuan mendeteksi dan menilai potensi ancaman dari luar angkasa. (*)

Editor : Shafa Dina Hayuning Mentari
asteroid astronom nasa bumi