Lagu Buatan AI Bakal Lebih Mudah Dikenali di YouTube Music, Ada Label Khusus di Bawah Judul

Andika Julia Perdana Putra • Dipublikasikan Jumat, 16 Oktober 2026 | 09:02 WIB
YouTube Music mulai menghadirkan label AI pada halaman pemutar lagu. Fitur ini membantu pendengar memperoleh informasi tentang penggunaan kecerdasan buatan dalam produksi musik. (PCMag/Pinterest)
YouTube Music mulai menghadirkan label AI pada halaman pemutar lagu. Fitur ini membantu pendengar memperoleh informasi tentang penggunaan kecerdasan buatan dalam produksi musik. (PCMag/Pinterest)

RADARBONANG.ID – YouTube Music mulai menghadirkan fitur label khusus untuk menandai lagu yang dibuat menggunakan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Fitur ini membantu pendengar mengenali musik berbasis AI tanpa harus menebak-nebak bagaimana sebuah lagu diproduksi.

Label bertuliskan “AI” akan ditampilkan pada halaman pemutar lagu, tepat di bawah judul.

Penanda tersebut ditujukan bagi lagu yang sebagian besar proses pembuatannya memanfaatkan teknologi AI generatif, termasuk musik dengan komposisi maupun vokal yang dihasilkan oleh model kecerdasan buatan.

Peluncuran fitur ini menjadi salah satu langkah YouTube Music dalam memberikan informasi lebih transparan kepada pengguna.

Terlebih, perkembangan teknologi generatif membuat pembuatan musik semakin mudah dilakukan, termasuk menghasilkan suara vokal dan aransemen melalui perintah teks.

Dengan adanya penanda tersebut, pengguna dapat memperoleh informasi tambahan sebelum memutuskan untuk mendengarkan sebuah lagu.

Baca Juga: YouTube Mulai Hadirkan Fitur Komentar GIF, Pengguna Bisa Balas Video dengan Gambar Animasi

Label AI Muncul di Bawah Judul Lagu

Fitur baru YouTube Music dirancang agar informasi mengenai penggunaan kecerdasan buatan mudah ditemukan.

Ketika membuka halaman pemutar lagu, pengguna dapat melihat label “AI” tepat di bawah judul.

Penanda ini memberikan petunjuk bahwa proses produksi lagu tersebut banyak melibatkan teknologi kecerdasan buatan.

Penggunaan AI bisa mencakup pembuatan komposisi musik, vokal, maupun bagian lain dari rekaman.

Kehadiran label tersebut juga membantu membedakan informasi tentang proses produksi musik dari sekadar genre atau gaya lagu.

Sebuah lagu mungkin terdengar seperti musik pop, rock, atau elektronik, tetapi informasi label AI memberikan konteks tambahan mengenai cara karya tersebut dibuat.

Meski demikian, label tersebut tidak dengan sendirinya menunjukkan bahwa sebuah lagu memiliki kualitas tertentu.

Penanda ini lebih berfungsi sebagai informasi bagi pendengar mengenai keterlibatan teknologi AI dalam proses pembuatannya.

Pengguna Bisa Melihat Informasi Tambahan

YouTube Music tidak hanya menampilkan label pada halaman pemutar lagu.

Pengguna juga dapat mengetuk penanda tersebut untuk melihat keterangan lebih lanjut melalui bagian bertajuk “How this was made”.

Bagian ini menjelaskan penggunaan AI dalam sebuah rekaman, termasuk apabila audio telah diubah menggunakan teknologi tersebut atau sepenuhnya dihasilkan oleh AI.

Informasi tambahan ini diharapkan membuat pengguna lebih memahami proses di balik musik yang mereka dengarkan.

Pendengar pun dapat mempertimbangkan informasi tersebut sesuai preferensi masing-masing.

Namun, sejauh mana detail proses produksi akan ditampilkan pada setiap lagu masih menjadi hal yang perlu diperhatikan seiring perluasan fitur.

Informasi yang tersedia dapat bergantung pada data yang dimiliki platform mengenai konten tersebut.

Peluncuran Dilakukan Secara Bertahap

Peluncuran label AI di YouTube Music dimulai pada 14 Oktober 2026 dan dilakukan secara bertahap.

Artinya, tidak semua pengguna akan langsung menemukan fitur tersebut pada aplikasi mereka.

Untuk mengidentifikasi konten yang menggunakan kecerdasan buatan, YouTube memanfaatkan teknologi pendeteksi internal serta bekerja sama dengan mitra di industri musik.

Pendekatan ini penting karena tidak semua penggunaan AI dalam produksi musik memiliki bentuk yang sama.

Ada lagu yang dibuat hampir sepenuhnya dengan teknologi generatif, sementara karya lainnya hanya menggunakan AI untuk membantu sebagian proses produksi.

Karena itu, identifikasi konten menjadi salah satu aspek penting dalam penerapan label.

Informasi yang diberikan kepada pengguna perlu didukung data yang memadai agar penanda dapat digunakan sesuai tujuannya.

YouTube menargetkan informasi mengenai musik berbasis AI juga akan hadir pada aplikasi YouTube utama.

Dengan begitu, pengguna yang menonton video musik berpeluang mendapatkan informasi serupa tanpa harus berpindah ke YouTube Music.

Spotify dan Deezer Juga Mengambil Langkah

YouTube Music bukan satu-satunya layanan musik digital yang merespons meningkatnya penggunaan AI dalam produksi audio.

Spotify mulai memperkenalkan penanda terkait artis palsu, sedangkan Deezer mengembangkan sistem untuk mengidentifikasi dan menyaring musik yang dihasilkan menggunakan AI.

Langkah berbagai platform tersebut menunjukkan bahwa transparansi asal-usul konten menjadi salah satu perhatian dalam industri musik digital.

Teknologi AI generatif memungkinkan pembuatan lagu dalam waktu relatif singkat.

Namun, kemudahan tersebut juga memunculkan pertanyaan mengenai identitas artis, proses kreatif, serta cara pendengar memperoleh informasi yang jelas tentang musik yang diputar.

Label AI dapat menjadi salah satu sarana untuk memberikan konteks kepada pengguna.

Meski begitu, efektivitasnya tetap bergantung pada kemampuan platform mengenali konten dan menyajikan informasi secara konsisten.

Pendengar Mendapat Informasi Lebih Jelas

Kehadiran label AI memberikan pilihan informasi tambahan bagi pendengar ketika menjelajahi katalog musik digital.

Pengguna tidak harus langsung mengetahui seluruh proses produksi sebuah lagu, tetapi dapat memanfaatkan penanda yang tersedia untuk memahami asal-usulnya.

Baca Juga: Max Verstappen Turun di Portimão, Debut GT World Challenge Europe Jadi Sorotan Akhir Musim

Fitur ini juga tidak berarti seluruh musik yang menggunakan bantuan AI otomatis akan memiliki label yang sama.

Penerapannya ditujukan pada konten yang memenuhi kriteria penggunaan teknologi tersebut, sementara mekanisme identifikasi tetap menjadi bagian penting dari sistem.

Ke depan, transparansi mengenai penggunaan AI berpotensi menjadi aspek yang semakin diperhatikan dalam layanan musik digital.

Bagi pendengar, informasi yang lebih jelas dapat membantu mereka menentukan pilihan berdasarkan preferensi masing-masing.

Sementara itu, bagi industri musik, perkembangan ini menjadi bagian dari penyesuaian terhadap teknologi generatif yang terus berkembang.

Editor : Muhammad Azlan Syah
Sumber : engadget.com
musik AI YouTube Music streaming musik lagu Ai kecerdasan buatan