Desain Robot Humanoid BYD Terungkap Lewat Paten, Ini Gambaran Teknologi dan Potensi Penggunaannya

Muhammad Azlan Syah • Dipublikasikan Senin, 12 Oktober 2026 | 09:30 WIB
BYD mulai memperlihatkan arah pengembangan robot humanoid melalui dokumen paten yang dipublikasikan di Tiongkok. Desainnya menyerupai manusia dan memiliki potensi penggunaan di bidang pendidikan, layanan, hingga industri. (byd)
BYD mulai memperlihatkan arah pengembangan robot humanoid melalui dokumen paten yang dipublikasikan di Tiongkok. Desainnya menyerupai manusia dan memiliki potensi penggunaan di bidang pendidikan, layanan, hingga industri. (byd)

RADARBONANG.ID – Perusahaan otomotif asal Tiongkok, BYD, mulai memperlihatkan arah pengembangan robot humanoid melalui publikasi desain yang dikembangkan secara mandiri.

Teknologi tersebut diproyeksikan memiliki potensi penggunaan di berbagai sektor, mulai dari layanan, pendidikan, hingga industri.

Desain robot itu terungkap setelah Administrasi Kekayaan Intelektual Nasional Tiongkok memublikasikan dokumen paten pada 9 Oktober 2026.

Dokumen bertajuk Embodied AI Robot tersebut menampilkan robot dengan bentuk menyerupai manusia.

Baca Juga: BMKG Prakirakan Hujan Ringan hingga Petir di Sejumlah Kota Hari Ini

Mengutip laporan CarNewsChina yang diberitakan Antara dan JawaPos.com pada Senin (12/10/2026), desain tersebut memperlihatkan robot berwarna hitam dan putih dengan kepala berbentuk membulat tanpa layar.

Bagian tubuh, lengan, dan kakinya dilengkapi sejumlah sendi yang mendukung pergerakan.

Publikasi paten ini memberikan gambaran mengenai desain robot yang tengah dikembangkan BYD.

Namun, desain tersebut belum memastikan seperti apa bentuk akhir produk yang nantinya akan diproduksi perusahaan.

Dirancang Bisa Berjalan dan Berinteraksi

Berdasarkan dokumen paten, robot humanoid BYD dirancang untuk memiliki kemampuan berjalan, menjaga keseimbangan, serta berinteraksi dengan lingkungan di sekitarnya.

Bentuknya yang menyerupai manusia memungkinkan robot dirancang untuk menjalankan sejumlah aktivitas yang membutuhkan pergerakan anggota tubuh.

Potensi penerapannya mencakup layanan, kegiatan pendidikan, hingga kebutuhan industri.

Meski demikian, dokumen paten lebih banyak memberikan gambaran mengenai desain dan konsep robot.

Informasi tersebut belum cukup untuk memastikan kemampuan operasional, tingkat kecerdasan, maupun performanya ketika digunakan dalam aktivitas nyata.

Belum ada pula kepastian bahwa desain yang dipublikasikan akan diterapkan sepenuhnya pada model produksi akhir.

Mirip dengan Robot Xiao Di

Desain dalam dokumen paten tersebut disebut memiliki kemiripan dengan robot humanoid BYD bernama Xiao Di yang sebelumnya pernah diperlihatkan kepada publik.

Informasi sebelumnya menyebut Xiao Di memiliki tinggi sekitar 1,61 meter dan berat 58,5 kilogram.

Robot tersebut juga dibekali 31 derajat kebebasan gerak atau degrees of freedom.

Derajat kebebasan gerak merupakan ukuran yang menggambarkan jumlah gerakan independen yang dapat dilakukan suatu sistem mekanis.

Dalam robot humanoid, kemampuan ini berkaitan dengan fleksibilitas gerakan pada berbagai bagian tubuh.

Xiao Di juga disebut memiliki tangan dengan akurasi penempatan berulang sekitar satu milimeter.

Kemampuan tersebut dirancang untuk mendukung aktivitas seperti mengambil benda dan melakukan gerakan tangan secara presisi.

Selain itu, robot dapat menggunakan gestur untuk berinteraksi serta menyampaikan penjelasan melalui gerakan tangan.

Meski memiliki kemiripan desain, belum ada konfirmasi resmi bahwa robot dalam dokumen paten merupakan versi final dari Xiao Di atau akan dipasarkan dengan spesifikasi yang sama.

BYD Mulai Memperluas Pengembangan AI

Pengembangan robot humanoid menunjukkan bahwa BYD tidak hanya berfokus pada kendaraan listrik.

Perusahaan tersebut juga mulai mengeksplorasi pemanfaatan kecerdasan buatan dan teknologi robotika untuk kebutuhan lain.

Sejumlah kemampuan yang digunakan dalam kendaraan berbasis AI memiliki keterkaitan dengan pengembangan robot.

Teknologi seperti pengolahan informasi dari lingkungan, pengambilan keputusan, kontrol gerak, serta integrasi perangkat lunak dan perangkat keras dapat menjadi bagian penting dalam pengembangan keduanya.

Namun, robot humanoid memiliki tantangan tersendiri.

Selain harus memahami lingkungan, robot perlu menjaga keseimbangan, mengoordinasikan gerakan tubuh, serta menyesuaikan tindakan dengan kondisi di sekitarnya.

Tantangan tersebut menjadi semakin kompleks ketika robot digunakan di luar lingkungan yang terkontrol, seperti ruang publik, tempat pendidikan, atau fasilitas layanan.

Karena itu, publikasi desain paten BYD dapat dipandang sebagai salah satu perkembangan dalam proyek robotikanya, bukan sebagai bukti bahwa seluruh kemampuan tersebut sudah siap digunakan secara luas.

Pendidikan dan Industri Jadi Potensi Penggunaan

Sektor pendidikan menjadi salah satu bidang yang berpotensi memanfaatkan robot humanoid.

Dalam penerapannya, robot dapat dikembangkan sebagai sarana demonstrasi teknologi, media pembelajaran interaktif, atau alat untuk memperkenalkan kecerdasan buatan kepada pelajar.

Sementara itu, sektor industri memiliki kebutuhan berbeda.

Robot dapat dirancang untuk membantu pekerjaan yang membutuhkan gerakan berulang, pemindahan benda, atau interaksi dengan lingkungan kerja tertentu.

Meski demikian, penerapan di masing-masing sektor akan bergantung pada kemampuan teknis, tingkat keamanan, biaya operasional, serta kesesuaian robot dengan kebutuhan pengguna.

Robot humanoid juga perlu melalui pengujian untuk memastikan kemampuannya bekerja secara konsisten sebelum digunakan dalam aktivitas yang lebih luas.

Hingga informasi desain paten tersebut dipublikasikan, BYD belum mengonfirmasi secara resmi apakah desain itu akan digunakan pada model produksi akhir.

Jadwal produksi massal dan ketersediaan produk untuk konsumen juga belum dapat dipastikan dari dokumen tersebut.

Baca Juga: Harlah ke-7 Majelis Ta’lim Sabilu Taubah di Blitar Jadi Sorotan Usai Video Penampilan Biduan Beredar

Perkembangan ini memperlihatkan bagaimana perusahaan otomotif mulai mengeksplorasi teknologi di luar kendaraan.

Bagi BYD, robot humanoid berpotensi menjadi salah satu bidang pengembangan baru yang menggabungkan kecerdasan buatan, rekayasa mekanis, serta kemampuan manufaktur.

Namun, perjalanan dari desain paten menuju produk yang siap digunakan masih membutuhkan pembuktian melalui pengembangan dan pengujian lebih lanjut.

Editor : Muhammad Azlan Syah
Sumber : jawapos.com
robot humanoid BYD robot AI BYD desain robot humanoid teknologi robotika Tiongkok robot untuk pendidikan dan industri