iPhone 18 Pro Disebut Kurang Diminati di Sejumlah Pasar, tetapi Penjualan di China Justru Berbeda

Muhammad Azlan Syah • Dipublikasikan Minggu, 11 Oktober 2026 | 08:17 WIB
Apple dilaporkan mengurangi pesanan komponen iPhone 18 Pro dan Pro Max hingga 15 persen untuk Oktober 2026. Kenaikan biaya memori dan melemahnya permintaan disebut menjadi faktor, meski tren penjualan berbeda di setiap pasar. (ilustrasi)
Apple dilaporkan mengurangi pesanan komponen iPhone 18 Pro dan Pro Max hingga 15 persen untuk Oktober 2026. Kenaikan biaya memori dan melemahnya permintaan disebut menjadi faktor, meski tren penjualan berbeda di setiap pasar. (ilustrasi)

RADARBONANG.ID – Apple dilaporkan mengurangi pesanan komponen untuk iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max hingga 15 persen pada Oktober 2026.

Langkah tersebut disebut berkaitan dengan melemahnya permintaan pasar serta kenaikan harga komponen memori.

Laporan yang dikutip Reuters dari Nikkei Asia menyebut Apple mulai mengambil sikap lebih hati-hati terhadap pengiriman perangkat sejak awal September.

Pesanan komponen untuk Oktober pun dikurangi setidaknya 15 persen dibandingkan dengan rencana awal.

Kondisi ini memunculkan pertanyaan mengenai respons konsumen terhadap dua model ponsel premium terbaru Apple tersebut.

Meski demikian, pengurangan pesanan komponen tidak serta-merta membuktikan bahwa iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max gagal di pasaran.

Permintaan Lebih Lemah Dibandingkan Generasi Sebelumnya

Permintaan terhadap iPhone 18 Pro Series dilaporkan lebih rendah dibandingkan iPhone 17 Pro dan iPhone 17 Pro Max pada periode pembanding tahun sebelumnya.

Baca Juga: Kemenkeu Catat Pembiayaan Utang Rp 494,3 Triliun, Begini Rinciannya

Salah satu faktor yang disebut memengaruhi kondisi tersebut adalah kenaikan harga perangkat.

Apple kini menghadapi tekanan biaya komponen, terutama memori, yang turut mendorong harga jual produk terbarunya meningkat.

Menurut laporan Reuters, harga awal iPhone 18 Pro di Amerika Serikat mencapai 1.199 dolar AS.

Sementara itu, iPhone 18 Pro Max dibanderol mulai 1.299 dolar AS.

Kedua model tersebut mengalami kenaikan sekitar 100 dolar AS dibandingkan pendahulunya.

Kenaikan harga dapat membuat sebagian konsumen mempertimbangkan kembali keputusan untuk mengganti ponsel.

Terlebih, perangkat premium memiliki harga yang relatif tinggi sehingga perubahan biaya bisa menjadi salah satu pertimbangan sebelum membeli.

Harga Memori Ikut Menekan Biaya Produksi

Kenaikan harga memori menjadi salah satu tantangan bagi industri perangkat elektronik.

Permintaan chip memori berperforma tinggi meningkat seiring kebutuhan pusat data kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Persaingan mendapatkan kapasitas produksi chip dan pasokan memori ikut memberikan tekanan terhadap biaya komponen.

Dampaknya tidak hanya dirasakan produsen ponsel, tetapi juga perusahaan yang memproduksi komputer dan perangkat elektronik lainnya.

Reuters melaporkan, kenaikan biaya memori turut mendorong Apple menyesuaikan harga sejumlah produknya.

Perusahaan tersebut sebelumnya juga menaikkan harga beberapa model iPad dan MacBook pada Juni 2026.

Bagi produsen, situasi ini menghadirkan pilihan yang tidak mudah.

Kenaikan biaya dapat diteruskan kepada konsumen melalui harga jual, tetapi harga yang semakin tinggi berpotensi membuat sebagian pembeli menunda pembelian.

Di sisi lain, mempertahankan harga tanpa penyesuaian dapat menekan margin keuntungan apabila biaya produksi terus meningkat.

Penjualan di China Justru Menunjukkan Tren Berbeda

Meski permintaan secara keseluruhan dilaporkan melemah, kinerja iPhone 18 Pro Series tidak seragam di semua pasar.

Di China, misalnya, penjualan iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max justru dilaporkan lebih baik dibandingkan generasi sebelumnya.

Kondisi ini menunjukkan bahwa respons konsumen terhadap produk terbaru Apple dapat berbeda di setiap wilayah.

Perbedaan tersebut menjadi alasan untuk tidak langsung menyimpulkan bahwa kedua model terbaru Apple tidak laku.

Pengurangan pesanan komponen dapat mencerminkan penyesuaian terhadap proyeksi permintaan, bukan gambaran penjualan yang sama di seluruh negara.

Performa penjualan juga perlu dilihat dalam rentang waktu yang lebih panjang.

Antusiasme saat peluncuran, daya beli konsumen, harga perangkat, serta persaingan dengan produk lain dapat memengaruhi penjualan selama siklus pemasaran.

Apakah Pemangkasan Produksi Akan Memengaruhi Pendapatan Apple?

Pengurangan pesanan komponen belum tentu langsung berdampak negatif terhadap pendapatan Apple.

Salah satu faktor yang perlu diperhitungkan adalah kenaikan harga jual perangkat.

Apabila harga jual meningkat, pendapatan per unit berpotensi lebih tinggi.

Baca Juga: Mengapa Jawaban Terserah Justru Bikin Bingung? Begini Makna di Balik Kebiasaan Sehari-hari

Namun, dampak akhirnya tetap bergantung pada jumlah perangkat yang terjual, biaya produksi, dan margin keuntungan yang berhasil dipertahankan.

Karena itu, penurunan volume pesanan komponen tidak bisa digunakan sebagai satu-satunya indikator untuk menilai kinerja bisnis Apple.

Informasi mengenai pemangkasan pesanan tersebut juga masih berupa laporan yang dikutip media.

Reuters menyatakan belum dapat memverifikasi laporan Nikkei Asia secara independen saat berita diterbitkan, sementara Apple belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar Reuters.

Perkembangan berikutnya, termasuk data penjualan dan laporan keuangan perusahaan, akan memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai dampak kondisi tersebut.

Untuk saat ini, pengurangan pesanan komponen hingga 15 persen memperlihatkan bahwa Apple sedang menyesuaikan perencanaan produksi di tengah tekanan biaya dan permintaan pasar.

Namun, situasi tersebut belum cukup untuk menyimpulkan bahwa iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max tidak laku di seluruh dunia.

Editor : Muhammad Azlan Syah
Sumber : jawapos.com
Apple iPhone 18 Pro produksi iPhone 18 Pro harga iPhone 18 Pro permintaan iPhone terbaru komponen memori Apple