Sony & UMG Kembali Gugat Suno v6, Diduga Masih Gunakan Musik Berhak Cipta untuk Latih AI

Andika Julia Perdana Putra • Dipublikasikan Minggu, 20 September 2026 | 19:23 WIB
Sony dan UMG kembali menggugat Suno. Kali ini, Suno v6 menjadi sorotan karena dugaan penggunaan karya berhak cipta dalam pengembangan model AI. (aletechno)
Sony dan UMG kembali menggugat Suno. Kali ini, Suno v6 menjadi sorotan karena dugaan penggunaan karya berhak cipta dalam pengembangan model AI. (aletechno)

RADARBONANG.ID - Sony Music Entertainment dan Universal Music Group (UMG) kembali membawa Suno ke meja hijau.

Kedua perusahaan rekaman tersebut menuduh platform pembuat musik berbasis kecerdasan artifisial (AI) itu masih menggunakan karya berhak cipta tanpa izin untuk mengembangkan model terbarunya, Suno v6.

Gugatan terbaru ini menjadi sorotan karena Suno sebelumnya menyebut v6 sebagai model pertama mereka yang dilatih menggunakan musik berlisensi.

Suno v6 Disebut Menggunakan Musik Berlisensi

Peluncuran Suno v6 dilakukan setelah perusahaan menjalin kerja sama dengan sejumlah perusahaan musik, termasuk Warner Music Group (WMG), BMG, dan Believe.

Baca Juga: Kepala BGN Sudaryono Jadi Sorotan, Belanja Iklan Meta Hampir Rp200 Juta dalam Tiga Bulan

Suno menyatakan model terbaru tersebut dikembangkan menggunakan konten yang diperoleh melalui kerja sama berlisensi.

Selain itu, perusahaan juga menyebut adanya pemanfaatan interaksi komunitas dan pembelajaran yang dikembangkan oleh tim internal.

Namun, Sony dan UMG memiliki pandangan berbeda terhadap proses pengembangan model tersebut.

Dalam gugatan yang diajukan ke pengadilan federal Amerika Serikat, kedua perusahaan menyoroti pernyataan Suno bahwa v6 turut dikembangkan menggunakan "interaksi pengguna" dengan layanan mereka.

Sony dan UMG Soroti Model Suno Sebelumnya

Menurut Sony dan UMG, interaksi pengguna yang dimaksud dapat mencakup hasil serta sinyal preferensi yang berasal dari model-model Suno sebelumnya.

Persoalan muncul karena model lama Suno sebelumnya telah dituduh dilatih menggunakan rekaman musik berhak cipta tanpa izin dari pemiliknya.

Kedua perusahaan rekaman tersebut kemudian mempertanyakan apakah kemampuan dari model lama dapat diwariskan atau memberikan manfaat terhadap pengembangan Suno v6.

Sony dan UMG menilai Suno dapat menggunakan teknik seperti distilasi pengetahuan untuk memindahkan kemampuan dari model sebelumnya ke model baru.

Sengketa Berkaitan dengan Puluhan Ribu Rekaman

Sony dan UMG berpendapat bahwa model baru tetap dapat memperoleh nilai dari rekaman berhak cipta yang sebelumnya digunakan dalam proses pelatihan.

Gugatan terbaru tersebut berpotensi mencakup sedikitnya 60 ribu rekaman musik.

Jumlah tersebut menunjukkan besarnya skala karya yang menjadi bagian dari sengketa antara perusahaan musik dan pengembang teknologi AI tersebut.

Berdasarkan ketentuan hak cipta di Amerika Serikat, Suno dapat menghadapi tuntutan ganti rugi yang nilainya mencapai miliaran dolar.

Namun, besaran ganti rugi yang sebenarnya akan bergantung pada proses hukum dan keputusan pengadilan.

Suno Membantah Tuduhan Sony dan UMG

Di sisi lain, Suno membantah tuduhan yang disampaikan Sony dan UMG.

Perusahaan menyatakan klaim kedua label rekaman tersebut keliru, baik dari sisi fakta maupun hukum.

Suno menegaskan bahwa Suno v6 dilatih menggunakan konten berlisensi dari para mitranya.

Perusahaan juga menyebut interaksi komunitas serta pembelajaran yang dikembangkan oleh tim internal sebagai bagian dari proses pengembangan model tersebut.

Perbedaan pandangan inilah yang kini menjadi bagian penting dalam proses hukum antara Suno dengan Sony dan UMG.

Sengketa Dimulai Sejak 2024

Kasus terbaru tersebut merupakan kelanjutan dari sengketa yang telah berlangsung sejak 2024.

Baca Juga: Kartu ATM Kedaluwarsa Bisa Tertelan Mesin? Ini Penyebab dan Langkah yang Harus Dilakukan

Sebelumnya, WMG memilih menyelesaikan perkara dengan Suno dan kemudian menjalin kerja sama dengan perusahaan AI tersebut.

Sementara itu, Sony dan UMG memilih melanjutkan proses hukum terkait dugaan penggunaan karya berhak cipta dalam pengembangan teknologi Suno.

Perkembangan perkara ini menjadi salah satu sengketa yang mendapat perhatian dalam hubungan antara industri musik dan teknologi AI.

Putusan maupun perkembangan proses hukum selanjutnya dapat memberikan gambaran mengenai bagaimana penggunaan karya musik berhak cipta dalam pengembangan model AI akan diperlakukan dalam kerangka hukum Amerika Serikat.

Editor : Muhammad Azlan Syah
Sumber : engadget.com
Suno v6 Sony Music Universal Music Group hak cipta musik AI gugatan Suno