RADARBONANG.ID - SpaceX bersiap menjalankan penerbangan ke-14 Starship dengan target yang lebih ambisius dibandingkan sejumlah uji terbang sebelumnya.
Kali ini, perusahaan milik Elon Musk menargetkan tahap atas roket raksasa tersebut dapat mencapai orbit Bumi sekaligus membawa satelit Starlink generasi terbaru.
Peluncuran dijadwalkan berlangsung pada 22 September 2026 dari fasilitas Starbase di Texas Selatan.
Jendela peluncuran dibuka selama 75 menit, mulai pukul 07.15 waktu setempat atau sekitar pukul 19.15 WIB.
Misi tersebut menjadi salah satu tahapan penting dalam pengembangan Starship sebagai sistem transportasi antariksa yang nantinya ditujukan untuk membawa satelit, kargo, bahkan manusia menuju orbit Bumi dan misi yang lebih jauh.
Starship Ditargetkan Mengelilingi Bumi
Penerbangan ke-14 tidak hanya dirancang untuk menguji kemampuan Starship mencapai orbit.
Baca Juga: Bursa MotoGP 2027 Makin Panas, Márquez-Acosta di Ducati dan Bagnaia Pindah ke Aprilia
SpaceX juga akan membawa 26 satelit Starlink V3 yang merupakan generasi terbaru satelit internet perusahaan tersebut.
Starlink V3 dirancang memiliki kapasitas lebih besar dibandingkan generasi sebelumnya.
Kehadiran satelit ini menjadi bagian dari rencana SpaceX untuk meningkatkan kemampuan jaringan internet berbasis orbit rendah Bumi.
Tiga dari 26 satelit tersebut juga memiliki fungsi tambahan.
Satelit itu akan dilengkapi kamera yang ditujukan untuk mengambil gambar bagian pelindung panas pada tahap atas Starship.
Gambar tersebut nantinya dapat membantu SpaceX mengevaluasi kondisi sistem pelindung panas setelah wahana melewati fase penerbangan dan persiapan kembali memasuki atmosfer.
SpaceX memang terus mengembangkan Starship agar mampu melakukan penerbangan berulang dengan waktu persiapan yang lebih singkat.
Perusahaan menyebut Starship dan Super Heavy dirancang sebagai sistem yang dapat digunakan kembali.
Enam Kali Mengelilingi Bumi
Jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, tahap atas Starship akan ditempatkan pada lintasan orbit dengan ketinggian sekitar 275 kilometer.
Wahana tersebut direncanakan mengelilingi Bumi sebanyak enam kali sebelum memasuki fase akhir penerbangan.
Total perjalanan tahap atas diperkirakan berlangsung sekitar 10 jam.
Setelah menyelesaikan rangkaian penerbangan tersebut, Starship akan melakukan manuver untuk kembali memasuki atmosfer.
Wahana kemudian ditargetkan mendarat di Samudra Pasifik, tepatnya di wilayah sebelah barat Chili.
Profil penerbangan ini memperlihatkan bahwa SpaceX mulai menggeser fokus pengujian dari sekadar mencapai ketinggian tertentu menuju kemampuan operasional yang semakin mendekati misi orbital sebenarnya.
SpaceX sebelumnya juga telah melakukan sejumlah penerbangan untuk mengumpulkan data mengenai performa kendaraan, termasuk pengujian penerbangan, pemisahan tahap, pengendalian wahana, hingga proses masuk kembali ke atmosfer.
Belum Ada Penangkapan dengan Chopstick
Meski membawa target besar, penerbangan ke-14 belum akan menguji seluruh sistem penggunaan kembali Starship.
Tahap atas Starship belum akan ditangkap menggunakan lengan raksasa yang dikenal sebagai chopstick pada menara peluncuran.
Sistem tersebut merupakan bagian penting dari visi SpaceX untuk mengembalikan kendaraan ke lokasi peluncuran sehingga dapat digunakan kembali dengan cepat.
Booster Super Heavy juga tidak akan ditangkap pada penerbangan kali ini.
Setelah menjalankan tugasnya pada fase awal penerbangan, booster direncanakan melakukan pendaratan di Teluk Meksiko sekitar tujuh menit setelah lepas landas.
Keputusan tersebut menunjukkan bahwa SpaceX masih menjalankan pengembangan Starship secara bertahap.
Setiap penerbangan digunakan untuk menguji bagian berbeda dari sistem sebelum seluruh kemampuan digabungkan dalam satu misi.
Perubahan Berdasarkan Penerbangan Sebelumnya
Penerbangan ke-14 juga membawa sejumlah pembaruan berdasarkan data yang dikumpulkan dari penerbangan sebelumnya.
SpaceX telah melakukan perubahan pada perangkat keras dan perangkat lunak Super Heavy.
Sistem pelindung panas Starship juga diperbarui berdasarkan hasil pemeriksaan tahap atas dari penerbangan ke-13.
Pengujian sebelumnya memberikan data penting mengenai kemampuan Starship mengendalikan kendaraan setelah berada di luar atmosfer.
SpaceX juga terus mempelajari bagaimana kendaraan menghadapi panas ekstrem ketika kembali memasuki atmosfer Bumi.
Pada Starship V3, SpaceX melakukan sejumlah perubahan besar pada sistem propulsi, tangki bahan bakar, sistem kendali, serta perangkat navigasi.
Perusahaan juga meningkatkan mekanisme pelepasan satelit Starlink agar proses deployment dapat dilakukan lebih cepat.
Langkah Menuju Roket yang Benar-Benar Reusable
Keberhasilan mencapai orbit akan menjadi salah satu pencapaian penting dalam pengembangan Starship.
SpaceX tidak hanya ingin membangun roket berukuran besar, tetapi juga kendaraan yang dapat digunakan kembali dengan cepat.
Target tersebut berkaitan langsung dengan rencana SpaceX memperluas pengiriman satelit Starlink generasi baru.
Baca Juga: Dodgers Samai Rekor MLB dengan 14 Kali Beruntun ke Postseason, Kini Bidik Gelar Ketiga
Dokumen perusahaan menyebut Starship diharapkan mulai melakukan pengiriman muatan ke orbit pada paruh kedua 2026.
Dalam jangka panjang, kemampuan tersebut juga menjadi dasar bagi misi yang lebih jauh.
SpaceX merancang Starship untuk mendukung penerbangan menuju Bulan, Mars, serta berbagai tujuan antariksa lainnya.
Karena itu, penerbangan ke-14 bukan sekadar uji coba roket.
Jika target orbital berhasil dicapai, misi ini dapat memberikan data penting mengenai kemampuan Starship membawa muatan, mempertahankan lintasan orbit, serta menghadapi proses masuk kembali ke atmosfer.
Hasil penerbangan nantinya akan menjadi bahan evaluasi untuk menentukan tahapan pengujian berikutnya.
Semakin banyak data yang diperoleh, semakin dekat pula SpaceX dengan target menjadikan Starship sebagai kendaraan peluncur berkapasitas besar yang dapat digunakan kembali secara cepat.
Editor : Muhammad Azlan SyahSumber : space.com