Blue Origin Dapat Kontrak NASA Senilai 700 Juta Dolar, Siapkan Jaringan Komunikasi untuk Mars

Andika Julia Perdana Putra • Dipublikasikan Kamis, 3 September 2026 | 07:14 WIB
Perjalanan manusia menuju Mars ternyata bukan cuma soal roket. NASA kini menyiapkan infrastruktur komunikasi untuk menghubungkan berbagai wahana di Planet Merah dengan Bumi, dan Blue Origin mendapat peran penting dalam proyek tersebut. (Sara Nash/Pinterest)
Perjalanan manusia menuju Mars ternyata bukan cuma soal roket. NASA kini menyiapkan infrastruktur komunikasi untuk menghubungkan berbagai wahana di Planet Merah dengan Bumi, dan Blue Origin mendapat peran penting dalam proyek tersebut. (Sara Nash/Pinterest)

RADARBONANG.ID – Langkah manusia menuju Mars semakin serius.

Bukan hanya soal roket dan wahana pendarat, NASA juga mulai menyiapkan infrastruktur komunikasi yang akan menjadi bagian penting dari eksplorasi Planet Merah.

Dalam upaya tersebut, perusahaan antariksa milik Jeff Bezos, Blue Origin, kembali mendapat kepercayaan dari NASA.

Kali ini, Blue Origin memenangkan kontrak untuk mengembangkan sistem telekomunikasi yang nantinya mendukung berbagai misi luar angkasa di Mars.

Nilai kontrak tersebut berpotensi mencapai 700 juta dolar AS.

Baca Juga: Dituduh Dahulukan Dapur MBG Dibanding Siswa, Kadisdik Kalteng Buka Suara Soal Video Viral

Melalui proyek ini, Blue Origin akan mengembangkan sebuah pengorbit telekomunikasi Mars berperforma tinggi yang ditargetkan siap pada 31 Desember 2028.

Bukan Sekadar Satelit, Pengorbit Ini Jadi Penghubung Mars dan Bumi

Pengorbit telekomunikasi yang dikembangkan Blue Origin nantinya memiliki tugas penting.

Sistem tersebut akan menjadi semacam jembatan komunikasi antara wahana yang beroperasi di sekitar maupun permukaan Mars dengan pusat kendali di Bumi.

Keberadaan jaringan komunikasi semacam ini sangat dibutuhkan karena komunikasi langsung antara Bumi dan Mars memiliki banyak keterbatasan.

Jarak kedua planet yang sangat jauh membuat proses pertukaran informasi membutuhkan waktu dan infrastruktur khusus.

NASA berencana memanfaatkan jaringan tersebut untuk mendukung pengiriman berbagai jenis data dari misi-misi di Mars.

Mulai dari data penelitian ilmiah, gambar, informasi navigasi hingga komunikasi penting yang dibutuhkan selama kegiatan eksplorasi.

Dengan kata lain, keberadaan pengorbit komunikasi ini bisa menjadi salah satu bagian penting dari ekosistem eksplorasi Mars di masa mendatang.

Eksplorasi Mars Butuh Infrastruktur yang Semakin Kompleks

Ambisi NASA untuk membawa manusia lebih jauh ke luar angkasa membuat kebutuhan terhadap infrastruktur pendukung ikut meningkat.

Eksplorasi Mars tidak hanya membutuhkan pesawat ruang angkasa yang mampu mencapai Planet Merah.

Para ilmuwan dan astronaut juga membutuhkan sistem komunikasi, navigasi, transportasi, serta berbagai teknologi pendukung lainnya agar misi dapat berjalan dengan aman dan efektif.

Program Artemis yang saat ini berfokus pada eksplorasi Bulan menjadi salah satu tahapan penting dalam strategi jangka panjang NASA.

Bulan dipandang sebagai lokasi yang dapat digunakan untuk menguji berbagai teknologi, sistem operasi, dan kemampuan manusia sebelum melakukan perjalanan yang jauh lebih kompleks menuju Mars.

Dalam konteks tersebut, pembangunan jaringan komunikasi Mars menjadi bagian dari persiapan infrastruktur untuk misi luar angkasa generasi berikutnya.

Kontrak Baru Memperkuat Hubungan Blue Origin dan NASA

Kontrak telekomunikasi Mars ini juga semakin memperbesar peran Blue Origin dalam berbagai program eksplorasi luar angkasa NASA.

Sebelumnya, perusahaan yang didirikan Jeff Bezos tersebut telah mendapatkan kontrak untuk mengembangkan wahana pendarat Bulan sebagai bagian dari program eksplorasi manusia NASA.

Artinya, Blue Origin tidak hanya berkompetisi dalam sektor peluncuran roket, tetapi juga mulai terlibat dalam pembangunan berbagai teknologi yang diperlukan untuk mendukung eksplorasi luar angkasa.

Namun, perjalanan Blue Origin untuk menjadi salah satu pemain utama industri antariksa masih menghadapi sejumlah tantangan.

Pengembangan New Glenn Masih Menghadapi Kendala

Salah satu tantangan terbesar Blue Origin saat ini berkaitan dengan pengembangan roket New Glenn.

Program tersebut sempat mengalami kemunduran setelah terjadi insiden ledakan di fasilitas peluncuran pada Mei lalu.

Kerusakan yang ditimbulkan membuat jadwal operasional fasilitas tersebut menjadi perhatian.

CEO Blue Origin sebelumnya memperkirakan proses perbaikan landasan peluncuran dapat diselesaikan pada akhir 2026.

Namun, Administrator NASA Jared Isaacman memberikan perkiraan yang lebih panjang.

Menurutnya, fasilitas tersebut berpotensi baru bisa kembali beroperasi pada 2028.

Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi Blue Origin karena kemampuan peluncuran merupakan salah satu fondasi penting bagi perusahaan dalam menjalankan berbagai proyek luar angkasa.

Blue Origin Makin Dekat dengan Misi Mars

Meski masih menghadapi sejumlah kendala teknis, kontrak terbaru dari NASA menunjukkan semakin besarnya kepercayaan terhadap kemampuan Blue Origin dalam mengembangkan teknologi luar angkasa.

Jika proyek tersebut berjalan sesuai rencana, pengorbit telekomunikasi Mars yang ditargetkan selesai pada akhir 2028 dapat menjadi salah satu bagian dari infrastruktur penting untuk eksplorasi Planet Merah.

Baca Juga: Bukan Diangkat Otomatis! Guru PPPK Bisa Ikut Seleksi CPNS 2027, Ini Syaratnya

Teknologi tersebut nantinya tidak hanya membantu NASA menerima data dari wahana yang berada di Mars, tetapi juga memungkinkan berbagai misi dapat berkomunikasi dan bertukar informasi dengan lebih efektif.

Pada akhirnya, perjalanan manusia menuju Mars memang tidak hanya ditentukan oleh keberhasilan sebuah roket meluncur dari Bumi.

Dibutuhkan ekosistem teknologi yang jauh lebih luas, mulai dari kendaraan antariksa, sistem pendaratan, komunikasi, navigasi hingga infrastruktur pendukung di luar Bumi.

Dengan keterlibatan Blue Origin dalam proyek telekomunikasi Mars, persiapan menuju era eksplorasi manusia ke Planet Merah kini semakin mendapatkan bentuk yang lebih nyata.

Editor : Muhammad Azlan Syah
Sumber : investing.com
Blue Origin eksplorasi Mars jaringan komunikasi Mars Jeff Bezos nasa