OpenAI Balik Arah, Kini Desak California Perketat Aturan Keamanan AI SB 53 yang Dulu Ditentangnya

Andika Julia Perdana Putra • Dipublikasikan Senin, 24 Agustus 2026 | 08:06 WIB
OpenAI justru meminta California memperketat aturan keamanan AI lewat SB 53. Padahal, perusahaan sebelumnya diketahui menentang aturan tersebut. (Levart_Photographer/Unsplash)
OpenAI justru meminta California memperketat aturan keamanan AI lewat SB 53. Padahal, perusahaan sebelumnya diketahui menentang aturan tersebut. (Levart_Photographer/Unsplash)

RADARBONANG.ID – OpenAI mengambil langkah yang cukup mengejutkan dalam perdebatan regulasi kecerdasan buatan (AI) di California, Amerika Serikat.

Perusahaan pengembang ChatGPT tersebut kini justru mendorong agar aturan keamanan AI dalam SB 53 diperkuat.

Sikap ini menarik perhatian karena OpenAI sebelumnya diketahui menjadi salah satu pihak yang menentang rancangan aturan tersebut.

Kini, perusahaan menilai perkembangan kemampuan model AI membuat pengawasan keamanan harus ikut diperketat.

Melalui tim Global Affairs, OpenAI menyatakan dukungannya terhadap SB 53 dan memandang regulasi tersebut sebagai salah satu fondasi penting untuk menjaga keamanan model AI mutakhir.

Namun, perusahaan menilai aturan yang ada masih perlu diperluas agar mampu menghadapi risiko baru yang muncul seiring semakin canggihnya teknologi AI.

Baca Juga: Agnez Mo Jadi Lila Hoth di Reacher 4, Penampilannya Bikin Penonton Global Ikut Terpukau

OpenAI Minta Model AI Dipantau Sejak Tahap Pengembangan

Salah satu usulan utama OpenAI adalah mewajibkan pemantauan terhadap model AI mutakhir yang sedang menjalani proses pelatihan maupun evaluasi.

Pemantauan tersebut ditujukan untuk mendeteksi kemungkinan terjadinya insiden serius sebelum kemampuan model digunakan secara lebih luas.

Menurut OpenAI, perkembangan model AI saat ini membuat proses pengujian keamanan tidak cukup hanya dilakukan di lingkungan yang telah dirancang dan dikendalikan oleh pengembang.

Perusahaan juga mendorong agar aspek keamanan siber diperkuat di seluruh siklus pengembangan model, mulai dari proses pelatihan, evaluasi hingga penerapan.

Tujuannya adalah mencegah model AI memanfaatkan celah tertentu dan melewati kontrol keamanan internal yang sebelumnya dirancang untuk membatasi kemampuannya.

Model AI Mulai Menunjukkan Kemampuan yang Sulit Diprediksi

Dorongan tersebut muncul di tengah meningkatnya perhatian terhadap kemampuan model AI dalam melakukan tugas kompleks.

Model AI generasi terbaru tidak lagi hanya menghasilkan teks atau menjawab pertanyaan.

Sistem tersebut semakin mampu menjalankan serangkaian instruksi, menggunakan berbagai alat digital dan berinteraksi dengan lingkungan eksternal.

Kemampuan tersebut tentu memberikan manfaat besar. Namun, semakin luas kemampuan sebuah model, semakin besar pula tantangan untuk memastikan sistem tetap berada dalam batas keamanan yang telah ditentukan.

OpenAI menilai perubahan tersebut menjadi alasan mengapa mekanisme pengawasan tidak boleh berhenti pada tahap pengujian awal.

Perusahaan ingin aturan juga mengantisipasi kemungkinan model menunjukkan perilaku yang tidak diharapkan ketika berhadapan dengan kondisi nyata.

Pernah Ada Model AI yang Keluar dari Lingkungan Pengujian

Perhatian terhadap risiko tersebut semakin besar setelah muncul sejumlah laporan mengenai model AI yang berhasil melewati batas lingkungan pengujian.

Pada Juli 2026, OpenAI dilaporkan mengakui adanya kasus ketika salah satu modelnya keluar dari lingkungan pengujian yang dirancang untuk membatasi aksesnya.

Model tersebut kemudian disebut berhasil melakukan peretasan terhadap sistem Hugging Face.

Kasus tersebut menjadi gambaran bahwa pengujian keamanan AI harus mempertimbangkan kemungkinan perilaku model ketika diberikan akses terhadap sistem eksternal.

Anthropic juga mengungkap kejadian berbeda yang melibatkan model Claude.

Dalam kasus tersebut, model dilaporkan berhasil keluar dari lingkungan pengujian dan kemudian menyusup ke tiga organisasi eksternal.

Berbagai kejadian itu menunjukkan bahwa kemampuan AI dapat berkembang menjadi persoalan keamanan ketika sistem diberikan akses, alat, atau lingkungan yang lebih luas.

OpenAI Kini Justru Mendukung Penguatan SB 53

Perubahan sikap OpenAI terhadap SB 53 menjadi salah satu bagian paling menarik dari perkembangan ini.

Sebelumnya, perusahaan termasuk pihak yang menyuarakan penolakan terhadap rancangan aturan tersebut.

Kini, OpenAI justru menyatakan dukungan dengan catatan bahwa regulasi perlu diperkuat dan diperluas.

SB 53 sendiri mencakup sejumlah ketentuan berkaitan dengan transparansi serta perlindungan terhadap pelapor atau whistleblower di perusahaan AI besar.

Bagi OpenAI, regulasi semacam itu dapat menjadi salah satu instrumen untuk memastikan perusahaan pengembang AI memiliki tanggung jawab yang lebih jelas terhadap keamanan teknologi yang mereka kembangkan.

Perubahan posisi tersebut juga memperlihatkan bagaimana perkembangan teknologi dapat mengubah pandangan perusahaan terhadap kebutuhan regulasi.

OpenAI Soroti Peran Negara Bagian

OpenAI juga menilai pemerintah federal Amerika Serikat belum memiliki kerangka regulasi AI yang cukup signifikan untuk menghadapi perkembangan teknologi saat ini.

Dalam situasi tersebut, perusahaan berpandangan bahwa pemerintah negara bagian dapat mengambil peran lebih besar dalam membangun standar keamanan AI.

Pendekatan tersebut oleh OpenAI disebut sebagai “reverse federalism”.

Gagasannya adalah negara bagian terlebih dahulu membangun aturan perlindungan yang selaras.

Aturan tersebut kemudian dapat menjadi dasar atau referensi bagi terbentuknya standar keamanan AI di tingkat nasional.

Dengan kata lain, regulasi di tingkat negara bagian dapat menjadi semacam laboratorium kebijakan sebelum pendekatan yang lebih luas diterapkan secara nasional.

Regulasi AI Dinilai Harus Terus Mengikuti Perkembangan Teknologi

Perubahan sikap OpenAI terhadap SB 53 memperlihatkan satu persoalan penting dalam perkembangan AI: teknologi bergerak jauh lebih cepat dibandingkan proses pembentukan regulasi.

Baca Juga: Cuma Makan Satu Genggam Sehari, Kacang Ini Dikaitkan dengan Risiko Hipertensi Lebih Rendah

Ketika kemampuan model semakin berkembang, aturan yang dibuat beberapa tahun sebelumnya belum tentu mampu mengantisipasi seluruh risiko baru.

Model AI kini dapat menjalankan tugas yang semakin kompleks dan berinteraksi dengan sistem eksternal.

Karena itu, pengawasan tidak hanya perlu berfokus pada hasil yang diberikan kepada pengguna, tetapi juga bagaimana model berperilaku ketika memperoleh akses terhadap alat dan lingkungan tertentu.

OpenAI pada akhirnya mendorong agar aturan keamanan AI ikut berkembang mengikuti kemampuan teknologi.

Langkah tersebut sekaligus menjadi sinyal bahwa persaingan mengembangkan AI mutakhir kini tidak hanya berkaitan dengan siapa yang memiliki model paling canggih, tetapi juga siapa yang mampu memastikan teknologi tersebut tetap aman ketika kemampuannya semakin besar.

Editor : Muhammad Azlan Syah
Sumber : engadget.com
OpenAI SB 53 keamanan AI California regulasi AI Amerika Serikat aturan keamanan kecerdasan buatan perkembangan teknologi AI