Lebih dari 200 Posisi di Apple Dipangkas, Fokus Vision Pro dan Siri Kini Bergeser ke AI

Andika Julia Perdana Putra • Dipublikasikan Minggu, 23 Agustus 2026 | 11:38 WIB
Apple mulai mengubah arah strategi. Lebih dari 200 posisi di tim Vision Pro dan Siri terdampak reorganisasi, sementara AI dan kacamata pintar makin diprioritaskan. (Sumber: Roméo A./Unsplash)
Apple mulai mengubah arah strategi. Lebih dari 200 posisi di tim Vision Pro dan Siri terdampak reorganisasi, sementara AI dan kacamata pintar makin diprioritaskan. (Sumber: Roméo A./Unsplash)

RADARBONAG.ID – Apple kembali melakukan reorganisasi internal.

Perusahaan teknologi asal Cupertino itu dilaporkan memangkas lebih dari 200 posisi pekerjaan yang berkaitan dengan pengembangan Vision Pro dan Siri.

Langkah tersebut terjadi ketika Apple mulai menggeser sebagian sumber dayanya menuju dua fokus besar yang dipandang lebih menjanjikan untuk masa depan, yakni kecerdasan buatan (AI) dan perangkat wearable berbentuk kacamata pintar.

Menurut laporan Bloomberg yang dikutip Engadget, sekitar 100 posisi terdampak di Vision Products Group (VPG), sedangkan sekitar 100 posisi lainnya berasal dari tim Siri dan perangkat lunak.

Perubahan ini menjadi sinyal menarik mengenai arah strategi Apple.

Vision Pro memang belum ditinggalkan, tetapi perusahaan tampaknya mulai lebih berhati-hati dalam mengalokasikan sumber daya untuk produk tersebut.

Baca Juga: Laut Bukan Tempat Sampah! Kebiasaan Kecil Wisatawan Ini Diam-Diam Bisa Merusak Ekosistem Pantai

Lebih dari 200 Posisi Terdampak Reorganisasi

Pengurangan posisi dilaporkan terjadi di beberapa bagian yang selama ini mendukung pengembangan ekosistem Vision Pro dan Siri.

Di Vision Products Group, sebagian pekerjaan yang terdampak berkaitan dengan pengembangan game dan konten video imersif untuk Vision Pro.

Sementara itu, di sisi Siri, Apple mengurangi sejumlah pekerjaan pada tim yang menangani teknologi Siri generasi lama.

Perubahan tersebut tidak serta-merta berarti Apple menghentikan pengembangan kedua produk tersebut.

Sebaliknya, perusahaan disebut sedang melakukan reorganisasi untuk menyesuaikan kebutuhan tenaga kerja dengan arah teknologi yang sedang dikembangkan.

Apple juga dilaporkan membuka sejumlah posisi baru. Karyawan yang terkena dampak reorganisasi masih diberi kesempatan untuk melamar posisi lain di dalam perusahaan.

Dengan demikian, langkah ini lebih tepat dipandang sebagai pergeseran sumber daya daripada sekadar pengurangan jumlah tenaga kerja.

Vision Pro Mulai Mengubah Strategi

Vision Pro menjadi salah satu produk paling ambisius Apple ketika pertama kali diperkenalkan.

Headset realitas campuran tersebut menawarkan pengalaman komputasi spasial dengan layar beresolusi tinggi, pelacakan mata, pelacakan tangan, serta berbagai aplikasi yang dirancang khusus untuk lingkungan tiga dimensi.

Salah satu daya tarik Vision Pro adalah konten video imersif.

Apple sebelumnya aktif memproduksi berbagai konten yang dirancang agar pengguna dapat merasakan pengalaman seperti berada langsung di lokasi kejadian.

Namun, produksi konten semacam itu membutuhkan sumber daya yang tidak sedikit.

Biaya produksi yang tinggi menjadi persoalan tersendiri ketika jumlah pengguna Vision Pro masih relatif terbatas.

Karena itu, Apple disebut mulai mengurangi produksi konten imersif secara internal dan lebih mengandalkan konten 3D dari pihak ketiga.

Strategi tersebut dapat membantu perusahaan mengurangi beban produksi sekaligus tetap menjaga ekosistem konten untuk pengguna Vision Pro.

Bukan Berarti Vision Pro Akan Dihentikan

Kabar mengenai pengurangan pekerjaan di tim Vision Pro berpotensi menimbulkan anggapan bahwa Apple akan meninggalkan headset tersebut.

Namun, arah yang terlihat sejauh ini tidak menunjukkan hal tersebut.

Vision Pro dan sistem operasi visionOS masih menjadi bagian dari ekosistem Apple.

Perusahaan juga disebut masih memiliki rencana untuk menghadirkan generasi berikutnya dari headset tersebut.

Perbedaannya adalah prioritas Apple kini mulai bergeser.

Jika sebelumnya Vision Pro menjadi salah satu simbol utama ambisi Apple di dunia komputasi spasial, kini perusahaan tampaknya ingin mengembangkan kategori perangkat yang lebih ringan dan lebih mudah digunakan sehari-hari.

Salah satunya adalah kacamata pintar berbasis AI.

Kacamata Pintar Jadi Taruhan Baru Apple

Perangkat berbentuk kacamata pintar dinilai memiliki peluang untuk menjangkau pengguna yang jauh lebih luas dibandingkan headset berukuran besar.

Kacamata dapat digunakan untuk aktivitas sehari-hari tanpa memberikan kesan seperti sedang mengenakan perangkat komputer di wajah.

Jika dikombinasikan dengan AI, perangkat tersebut berpotensi menjadi asisten pribadi yang selalu tersedia.

Pengguna nantinya dapat membayangkan perangkat yang mampu membantu mengenali objek, memberikan informasi, menerima perintah suara, hingga mendukung berbagai aktivitas tanpa harus terus-menerus mengeluarkan ponsel.

Bagi Apple, kategori tersebut dapat menjadi langkah berikutnya dalam evolusi perangkat wearable setelah Apple Watch dan AirPods.

Siri Lama Mulai Ditinggalkan

Pergeseran strategi juga terjadi di Siri.

Apple diketahui sedang berupaya mengembangkan Siri yang lebih canggih dengan dukungan AI generatif.

Siri generasi baru diharapkan mampu memahami konteks percakapan dengan lebih baik dan melakukan tugas yang lebih kompleks.

Karena teknologi yang digunakan berbeda, kebutuhan terhadap tenaga ahli juga ikut berubah.

Tim yang sebelumnya berfokus pada sistem Siri lama kemungkinan tidak lagi memiliki struktur pekerjaan yang sama dengan tim yang mengembangkan Siri berbasis AI.

Hal tersebut menjelaskan mengapa reorganisasi tidak hanya terjadi pada Vision Products Group, tetapi juga menyentuh bagian Siri dan perangkat lunak.

Apple Mulai Memilih Perangkat yang Lebih Praktis

Perubahan tersebut memperlihatkan bagaimana Apple tampaknya sedang mengevaluasi kembali strategi produknya.

Vision Pro menawarkan teknologi yang sangat canggih, tetapi bentuknya relatif besar dan harga jualnya berada di kelas premium.

Kondisi tersebut membuat pasarnya jauh lebih terbatas dibandingkan iPhone, Apple Watch, atau AirPods.

Kacamata pintar memiliki pendekatan yang berbeda.

Perangkat tersebut berpotensi lebih ringan, lebih praktis, dan dapat digunakan dalam berbagai situasi sehari-hari.

Jika AI menjadi pusat pengalaman, Apple tidak hanya menjual perangkat keras, tetapi juga menghadirkan pengalaman komputasi baru yang lebih natural.

AI Semakin Menentukan Masa Depan Apple

Pengurangan lebih dari 200 pekerjaan tersebut pada akhirnya memperlihatkan satu tren yang semakin jelas: AI menjadi salah satu prioritas terbesar Apple.

Perusahaan tidak hanya mengembangkan AI untuk meningkatkan kemampuan Siri.

Baca Juga: Kenapa Orang Betah Nonton ASMR? Ternyata Ada Respons Unik Otak yang Bikin Tubuh Lebih Rileks

Teknologi tersebut juga berpotensi menjadi bagian penting dari perangkat masa depan, termasuk kacamata pintar dan berbagai produk wearable.

Sementara itu, Vision Pro masih memiliki tempat dalam strategi perusahaan, tetapi pengembangannya kemungkinan dilakukan dengan pendekatan yang lebih selektif.

Apple tampaknya tidak sepenuhnya meninggalkan dunia komputasi spasial. Perusahaan hanya sedang menentukan kembali bagaimana teknologi tersebut dikembangkan dan di mana investasi terbesar harus ditempatkan.

Dengan perubahan ini, persaingan Apple di era AI tidak lagi hanya soal siapa yang memiliki chatbot paling pintar.

Pertarungan berikutnya bisa terjadi pada perangkat yang dipakai langsung oleh manusia setiap hari.

Dan jika kacamata pintar benar-benar menjadi produk besar berikutnya, perubahan tim Vision Pro dan Siri yang terjadi sekarang bisa menjadi bagian awal dari pergeseran strategi tersebut.

Editor : Muhammad Azlan Syah
Sumber : macrumors.com
siri ai terbaru Apple Vision Pro Apple PHK 200 karyawan kacamata pintar Apple strategi AI Apple