RADARBONAG.ID – Kabar kurang menyenangkan datang dari dunia game fighting.
Riot Games memutuskan untuk menghentikan pengembangan aktif 2XKO, game fighting yang mengambil karakter dan semesta League of Legends, pada Desember 2026.
Meski pengembangan aktif dihentikan, bukan berarti 2XKO akan langsung ditutup.
Riot memastikan server permainan tetap beroperasi sehingga pemain masih bisa mengakses dan memainkan game tersebut setelah fase pengembangan berakhir.
Keputusan ini diambil setelah Riot mengevaluasi perkembangan jumlah pemain, tingkat keterlibatan komunitas, hingga kondisi bisnis 2XKO dalam beberapa bulan terakhir.
Jumlah Pemain Belum Sesuai Target Riot
Riot mengakui 2XKO masih memiliki komunitas yang aktif. Game tersebut juga memperoleh respons positif dari sebagian penggemar genre fighting game.
Baca Juga: Petisi Global Desak Gianni Infantino Mundur dari FIFA, Fans Sebut Sepak Bola Telah Dikhianati
Namun, jumlah pemain yang mampu bertahan dalam jangka panjang dinilai belum mencapai tingkat yang dibutuhkan perusahaan untuk mempertahankan pengembangan secara aktif.
Persoalan tersebut menjadi semakin berat karena biaya yang diperlukan untuk menjalankan dan mengembangkan 2XKO disebut jauh lebih besar dibandingkan pendapatan yang dihasilkan.
Berbagai pembaruan besar yang sebelumnya diberikan Riot juga belum mampu meningkatkan keterlibatan pemain secara signifikan.
Situasi itu akhirnya membuat Riot harus mengambil keputusan sulit mengenai masa depan game fighting tersebut.
2XKO Tidak Akan Ditutup
Hal penting yang perlu diketahui pemain adalah 2XKO tidak akan ditutup sepenuhnya.
Setelah pengembangan aktif berakhir, server game akan tetap online.
Pemain masih dapat mengunduh dan memainkan 2XKO secara gratis di berbagai platform yang didukung.
Game tersebut tetap tersedia untuk PC, PlayStation 5, dan Xbox Series X/S.
Dengan demikian, penghentian pengembangan aktif lebih tepat dipahami sebagai berakhirnya produksi konten dan pembaruan besar secara rutin, bukan sebagai penutupan layanan.
Riot juga masih membuka kemungkinan menghadirkan perbaikan bug apabila diperlukan setelah memasuki periode akhir pengembangan.
Lux dan Samira Jadi Karakter Terakhir
Sebelum benar-benar mengakhiri pengembangan aktif, Riot masih memiliki sejumlah konten yang telah direncanakan untuk 2XKO.
Salah satunya adalah kehadiran Lux sebagai champion baru.
Karakter populer League of Legends tersebut dijadwalkan masuk ke dalam permainan pada 8 September melalui patch 1.3.1.
Patch tersebut tidak hanya menghadirkan karakter baru. Riot juga berencana membuat seluruh champion yang tersedia dapat dimainkan secara gratis.
Selain itu, pembaruan tersebut akan membawa sejumlah perubahan pada sistem kosmetik serta berbagai fitur permainan.
Setelah Lux, Riot masih menyiapkan satu karakter terakhir yang akan masuk ke dalam roster 2XKO, yakni Samira.
Champion League of Legends yang dikenal menggunakan senjata api tersebut direncanakan hadir melalui patch 1.3.3 pada Oktober.
Kehadiran Samira sekaligus menjadi salah satu konten terakhir yang dijadwalkan sebelum Riot mengakhiri pengembangan aktif game tersebut.
Pembelian KO Points Dihentikan
Riot juga mulai melakukan perubahan terhadap sistem transaksi dalam game.
Mulai 20 Agustus, pembelian KO Points dihentikan.
Perusahaan juga mulai memproses pengembalian dana untuk pembelian dalam gim yang dilakukan pada atau sebelum tanggal tersebut.
Untuk pemain PC, proses pengembalian dana akan dilakukan dalam beberapa minggu berikutnya.
Sementara itu, pemain yang menggunakan PlayStation dan Xbox akan memperoleh informasi lebih lanjut melalui layanan dukungan pelanggan masing-masing platform.
Kebijakan refund tersebut menjadi salah satu bagian dari transisi 2XKO menuju fase baru setelah pengembangan aktif dihentikan.
Perjalanan 2XKO Dimulai Sejak Project L
Keputusan Riot ini menjadi akhir dari perjalanan pengembangan yang cukup panjang.
2XKO pertama kali diperkenalkan pada 2019 dengan nama Project L. Game tersebut dirancang sebagai game fighting yang membawa karakter-karakter League of Legends ke dalam format pertarungan dua dimensi.
Setelah bertahun-tahun dikembangkan, 2XKO akhirnya memasuki early access PC pada September 2025.
Game tersebut kemudian resmi diluncurkan untuk PC dan konsol pada Januari 2026.
Kehadirannya sempat menarik perhatian penggemar League of Legends dan komunitas fighting game karena menawarkan konsep pertarungan berbasis tag-team dengan sejumlah karakter yang sudah dikenal luas.
Namun, antusiasme awal ternyata belum cukup untuk menjaga pertumbuhan jumlah pemain sesuai ekspektasi Riot.
Riot Sempat Pangkas Tim Pengembang
Masalah 2XKO sebenarnya sudah terlihat tidak lama setelah peluncuran resminya.
Dalam beberapa minggu setelah game tersebut dirilis, Riot melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap sekitar 80 karyawan, atau hampir setengah dari tim yang mengembangkan 2XKO.
Langkah tersebut menunjukkan bahwa Riot telah menghadapi tekanan untuk menyesuaikan skala pengembangan dengan kondisi permainan.
Perusahaan kemudian mempertimbangkan berbagai pilihan, termasuk mengurangi jumlah karyawan dan mengubah model bisnis yang digunakan.
Setelah melalui berbagai pertimbangan, Riot akhirnya menilai bahwa menghentikan pengembangan aktif menjadi pilihan paling masuk akal untuk kondisi 2XKO saat ini.
Masih Bisa Dimainkan, tetapi Masa Depannya Berubah
Bagi pemain yang masih menikmati 2XKO, keputusan ini memang menjadi kabar yang cukup mengecewakan.
Baca Juga: Sempat Tersesat dan Kehabisan Logistik, 3 Pendaki di Pegunungan Argopuro Akhirnya Ditemukan
Namun, setidaknya Riot tidak langsung mematikan server permainan.
Komunitas masih dapat memainkan game tersebut setelah Desember 2026.
Hanya saja, pemain perlu memahami bahwa dukungan konten besar seperti karakter baru, fitur utama, maupun pembaruan besar kemungkinan tidak lagi berjalan seperti sebelumnya.
Dengan berakhirnya pengembangan aktif, 2XKO memasuki fase baru.
Riot akan mempertahankan layanan yang ada, sementara pemain masih dapat menikmati game fighting tersebut tanpa harus khawatir server langsung ditutup.
Keputusan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa kualitas sebuah game dan dukungan dari komunitas saja belum tentu cukup untuk menjamin keberlanjutan sebuah proyek.
Dalam industri game, jumlah pemain aktif dan kemampuan sebuah produk menghasilkan pendapatan tetap menjadi faktor penting dalam menentukan masa depan sebuah permainan.
Editor : Muhammad Azlan SyahSumber : gameinformer.com