RADARBONAG.ID — Google kembali memperkuat persaingan di dunia kecerdasan buatan (AI) dengan menghadirkan penawaran khusus untuk mahasiswa.
Melalui program terbaru ini, mahasiswa yang memenuhi syarat bisa mendapatkan akses Google AI Pro secara gratis selama satu tahun.
Program tersebut menjadi salah satu langkah Google untuk membuat Gemini semakin dekat dengan aktivitas akademik mahasiswa.
Bukan hanya menawarkan chatbot AI, Google juga membekali paket tersebut dengan berbagai fitur yang dirancang untuk membantu belajar, melakukan riset, hingga mengelola tugas.
Bagi mahasiswa yang selama ini menggunakan layanan AI untuk mencari ide, merangkum materi atau membantu memahami pelajaran, penawaran ini tentu cukup menarik.
Baca Juga: Jualan Pentol Tapi Masuk Desil 9, Kisah Anif di Malang Bikin Banyak Orang Bertanya-tanya soal Data E
Google AI Pro Biasanya Berbayar, Kini Bisa Gratis untuk Mahasiswa
Google AI Pro pada dasarnya merupakan paket berlangganan yang dibanderol sekitar US$19,99 per bulan atau hampir US$200 per tahun.
Namun, melalui program khusus mahasiswa, layanan tersebut diberikan secara gratis selama satu tahun bagi pengguna yang memenuhi persyaratan.
Pelanggan mendapatkan batas penggunaan Gemini yang lebih tinggi dibandingkan pengguna biasa.
Selain itu, terdapat akses ke sejumlah fitur AI premium dan penyimpanan cloud berkapasitas 5TB.
Google juga mengintegrasikan kemampuan AI dengan berbagai layanan yang sudah akrab digunakan mahasiswa, termasuk Gmail dan Google Docs.
Dengan begitu, AI tidak hanya digunakan sebagai aplikasi terpisah, tetapi dapat masuk langsung ke dalam aktivitas akademik sehari-hari.
Ada Student Hub untuk Membantu Aktivitas Kuliah
Salah satu fitur baru yang diperkenalkan Google adalah Student Hub.
Fitur ini dirancang sebagai pusat berbagai alat bantu yang dapat digunakan mahasiswa untuk kegiatan belajar.
Konsepnya cukup sederhana. Alih-alih harus berpindah dari satu layanan ke layanan lainnya ketika membutuhkan bantuan belajar, berbagai fitur pendukung dapat diakses dalam satu ekosistem.
Google juga meningkatkan kemampuan Study Notebooks.
Fitur tersebut dapat membantu mahasiswa mengorganisasi materi pembelajaran sekaligus mengintegrasikan jadwal yang terdapat dalam silabus ke Google Calendar.
Dengan integrasi tersebut, jadwal belajar, tugas, dan agenda akademik diharapkan bisa lebih mudah dikelola.
Tinggal Foto Soal, Gemini Bisa Bantu Menjelaskan
Fitur lain yang cukup menarik adalah integrasi kemampuan AI dengan Google Lens.
Mahasiswa dapat menggunakan kamera untuk memotret soal atau materi yang sulit dipahami.
Setelah itu, AI dapat memberikan bantuan untuk memahami persoalan tersebut secara bertahap.
Konsep ini tentu berbeda dengan sekadar meminta AI memberikan jawaban akhir.
Mahasiswa dapat menggunakan AI sebagai pendamping untuk memahami proses penyelesaian sehingga lebih mudah mengikuti logika di balik sebuah persoalan.
Fitur seperti ini berpotensi membantu terutama ketika mahasiswa sedang belajar secara mandiri dan tidak memiliki akses langsung kepada pengajar.
Google Search Ikut Jadi Teman Belajar
Google juga memperluas fungsi pencarian dengan berbagai kemampuan berbasis AI.
Mahasiswa dapat memanfaatkannya untuk membuat panduan belajar, menyusun kuis latihan, hingga menghasilkan simulasi visual interaktif.
Fitur tersebut juga diarahkan untuk membantu persiapan berbagai ujian standar, termasuk SAT, GRE, LSAT, dan MCAT.
Artinya, Google tidak hanya ingin Gemini menjadi tempat bertanya, tetapi juga menjadikan Search sebagai semacam ruang belajar digital.
Perubahan ini menunjukkan bagaimana mesin pencari tradisional perlahan berkembang menjadi alat yang lebih interaktif.
Gemini Bisa Riset dan Memberi Notifikasi Saat Selesai
Kemampuan Gemini juga diperluas melalui fitur Deep Research.
Pengguna dapat meminta Gemini melakukan penelitian mengenai topik tertentu.
Menariknya, proses tersebut tidak harus selesai saat pengguna masih berada di depan layar.
Gemini dapat menjalankan riset secara asinkron.
Setelah laporan penelitian selesai, pengguna akan mendapatkan notifikasi.
Hasilnya kemudian dapat dibuka dan didiskusikan kembali melalui Gemini.
Bagi mahasiswa, kemampuan tersebut bisa berguna ketika melakukan riset awal untuk tugas kuliah, mencari referensi, atau memahami sebuah topik yang cukup kompleks.
Meski demikian, hasil AI tetap perlu diperiksa kembali dengan sumber akademis yang kredibel sebelum digunakan untuk tugas atau karya ilmiah.
Mahasiswa di Luar AS Juga Mendapat Penawaran
Program gratis Google AI Pro tersebut ditujukan bagi mahasiswa yang memenuhi syarat di Amerika Serikat.
Namun, mahasiswa di luar AS juga tidak sepenuhnya kehilangan kesempatan mendapatkan layanan AI Google.
Google menyediakan Google AI Plus gratis selama satu tahun untuk mahasiswa di sejumlah wilayah yang memenuhi syarat.
Paket tersebut mencakup akses ke Gemini Omni, batas penggunaan hingga dua kali lebih tinggi, serta penyimpanan cloud sebesar 400GB.
Google juga menawarkan bundling AI Pro dan YouTube Premium dengan potongan harga yang disebut mencapai 70 persen bagi mahasiswa.
Dengan berbagai pilihan tersebut, Google tampaknya ingin memperluas jumlah pengguna Gemini dari lingkungan kampus.
Jangan Lupa, Gratisnya Ada Masa Berlaku
Ada satu hal penting yang perlu diperhatikan sebelum mahasiswa tergoda langsung mendaftar.
Program gratis tersebut memiliki periode promosi tertentu.
Setelah masa gratis berakhir, langganan dapat diperpanjang secara otomatis dengan harga normal sesuai ketentuan paket.
Karena itu, mahasiswa sebaiknya memperhatikan tanggal berakhirnya masa promosi dan pengaturan pembayaran sebelum mengaktifkan layanan.
Hal ini penting agar pengguna tidak tiba-tiba mendapatkan tagihan setelah periode gratis selesai.
Google Makin Serius Tantang ChatGPT
Langkah Google tersebut memperlihatkan bahwa persaingan layanan AI semakin mengarah ke kebutuhan yang lebih spesifik.
Jika sebelumnya persaingan chatbot AI banyak berkutat pada kemampuan menjawab pertanyaan, kini perusahaan teknologi mulai berlomba membangun ekosistem AI.
Google memiliki keunggulan karena Gemini dapat terhubung dengan berbagai layanan yang sudah digunakan jutaan orang, mulai dari Search, Gmail, Docs, Calendar, hingga penyimpanan cloud.
Sementara itu, mahasiswa merupakan kelompok pengguna yang sangat potensial.
Baca Juga: Kopi Sering Dianggap Bikin Ginjal Rusak, Ternyata Minum Setiap Hari Justru Bisa Punya Manfaat
Mereka membutuhkan AI untuk berbagai aktivitas, mulai dari belajar, mencari informasi, membuat rangkuman, melakukan riset, hingga mengatur jadwal.
Dengan memberikan akses premium secara gratis selama satu tahun, Google bukan hanya menawarkan layanan kepada mahasiswa.
Google juga berusaha membangun kebiasaan.
Jika mahasiswa sudah terbiasa menggunakan Gemini untuk aktivitas akademiknya sejak sekarang, bukan tidak mungkin layanan tersebut akan terus digunakan setelah masa promosi berakhir.
Pada akhirnya, persaingan Google dengan ChatGPT tidak lagi sekadar soal siapa yang memiliki chatbot paling pintar.
Pertarungannya kini bergeser ke siapa yang mampu menjadi teman digital paling berguna dalam kehidupan sehari-hari, termasuk di meja belajar mahasiswa.
Editor : Muhammad Azlan SyahSumber : androidauthority.com