RADARBONAG.ID — Spotify memperluas fitur kebugaran berbasis kecerdasan buatan dengan menghadirkan Running Mode ke perangkat Android.
Fitur yang sebelumnya lebih dulu tersedia di iOS ini dirancang untuk membantu pengguna mendapatkan pengalaman mendengarkan musik yang lebih sesuai dengan aktivitas lari.
Menariknya, Running Mode bukan sekadar menyediakan playlist khusus olahraga.
Spotify menggunakan teknologi AI untuk membantu menyesuaikan pilihan musik dengan durasi latihan, jenis sesi, genre favorit, hingga tempo yang diinginkan pengguna.
Kehadiran fitur ini menunjukkan bagaimana platform streaming musik mulai mengembangkan pengalaman yang lebih personal.
Pengguna tidak lagi hanya memilih lagu secara manual, tetapi dapat membiarkan sistem menyusun pengalaman audio berdasarkan aktivitas yang sedang dilakukan.
Baca Juga: Mediasi Hak Asuh Buntu, Ruben Onsu Tegaskan Tak Mau Terima Syarat Sarwendah Saat Ingin Bertemu Anak
Running Mode Hadir di Fitness Hub Spotify
Pengguna Android dapat menemukan Running Mode melalui Fitness Hub di aplikasi Spotify.
Dari sana, pengguna dapat memilih berbagai preset yang dirancang berdasarkan jenis olahraga dan preferensi musik.
Terdapat sekitar 25 preset yang bisa digunakan.
Pilihan tersebut kemudian dapat disesuaikan berdasarkan kebutuhan masing-masing pengguna.
Durasi latihan misalnya dapat diatur mulai dari 10 hingga 90 menit.
Dengan begitu, playlist yang dibuat bisa disesuaikan dengan waktu olahraga yang tersedia.
Pengguna yang hanya memiliki waktu sebentar untuk berlari bisa memilih sesi singkat.
Sebaliknya, mereka yang sedang melakukan latihan lebih panjang dapat menentukan durasi yang lebih lama.
Fitur ini membuat pengalaman mendengarkan musik terasa lebih terintegrasi dengan aktivitas olahraga.
Bukan Cuma Putar Lagu, Ada Pilihan Jenis Latihan
Salah satu bagian menarik dari Running Mode adalah tersedianya beberapa format latihan.
Pengguna dapat memilih sesi Just Run, Interval, Piramida, Easy, hingga sesi lanjutan dengan struktur latihan yang lebih terarah.
Artinya, Spotify mencoba membuat musik bukan sekadar teman selama berlari, tetapi juga bagian dari struktur latihan.
Misalnya, pengguna yang ingin melakukan latihan interval dapat memilih preset yang sesuai. Sistem kemudian menyesuaikan pengalaman audio dengan sesi yang dipilih.
Bagi pelari yang lebih santai, pilihan Easy atau Just Run bisa menjadi alternatif tanpa harus mengikuti struktur latihan yang terlalu kompleks.
Konsep ini membuat Running Mode berpotensi menarik bagi pengguna yang ingin berolahraga sambil tetap mendapatkan pengalaman musik yang lebih terorganisasi.
Bisa Pilih Genre Sesuai Selera
Soal musik, Spotify tetap memberikan kendali kepada pengguna.
Beberapa genre seperti pop, EDM, country, dan hip-hop tersedia sebagai pilihan.
Pengguna dapat menentukan jenis musik yang paling sesuai dengan suasana latihan.
Spotify juga memberikan opsi terkait seberapa banyak musik baru yang ingin ditemukan.
Pengguna bisa memilih lagu-lagu yang sudah sering mereka dengarkan jika ingin tetap berada di zona nyaman.
Sebaliknya, mereka juga dapat meminta rekomendasi musik baru untuk membuat sesi lari terasa lebih bervariasi.
Pilihan tersebut menjadi penting karena selera musik setiap orang ketika berolahraga tentu berbeda.
Ada pelari yang justru lebih bersemangat mendengarkan lagu favorit. Ada pula yang membutuhkan musik baru agar tidak cepat bosan.
Beat Matching Sesuaikan Musik dengan Target BPM
Fitur lain yang cukup menarik adalah Beat Matching.
Teknologi tersebut memungkinkan pengguna menyesuaikan musik dengan target BPM atau beats per minute tertentu.
BPM menjadi salah satu faktor yang dapat digunakan untuk menyesuaikan irama musik dengan ritme latihan.
Pengguna bisa menentukan tempo yang diinginkan atau memilih mempertahankan tempo asli masing-masing lagu.
Spotify menyebut 160 BPM menjadi salah satu pengaturan yang paling populer.
Meski begitu, sebagian pelari memiliki target tempo sekitar 170 hingga 180 BPM.
Dengan pengaturan tersebut, pengguna memiliki lebih banyak kebebasan untuk mencari ritme musik yang terasa cocok dengan langkah mereka.
Bagi sebagian pelari, musik dengan tempo yang sesuai bisa membuat sesi latihan terasa lebih konsisten dan menyenangkan.
Ada Panduan Audio untuk Mengikuti Latihan
Running Mode juga menawarkan panduan audio berbahasa Inggris secara opsional.
Fitur tersebut dapat membantu pengguna mengikuti struktur latihan yang dipilih.
Jadi, pengguna tidak harus terus-menerus melihat layar smartphone untuk mengetahui sesi latihan yang sedang berlangsung.
Namun, bagi mereka yang hanya ingin menikmati musik tanpa arahan tambahan, panduan audio tersebut dapat dinonaktifkan.
Pilihan ini membuat fitur terasa lebih fleksibel.
Pengguna dapat menentukan sendiri apakah ingin pengalaman latihan yang lebih terstruktur atau sekadar mendengarkan musik sambil berlari.
Baru Tersedia di Beberapa Negara
Meskipun kini sudah hadir di Android, Running Mode belum tersedia untuk seluruh pengguna Spotify di dunia.
Untuk saat ini, fitur tersebut hanya diberikan kepada pelanggan Spotify Premium di Amerika Serikat, Kanada, Inggris, Irlandia, Australia, Selandia Baru, dan Swedia.
Spotify juga belum mengumumkan kapan fitur tersebut akan diperluas ke negara-negara lain, termasuk Indonesia.
Artinya, pengguna Spotify Premium di Indonesia masih perlu menunggu jika ingin mencoba langsung fitur kebugaran berbasis AI tersebut.
Spotify Makin Serius Gabungkan AI dan Kebugaran
Kehadiran Running Mode menjadi bagian dari tren yang lebih luas dalam pengembangan layanan digital.
AI kini tidak hanya digunakan untuk membuat rekomendasi musik berdasarkan kebiasaan mendengarkan, tetapi mulai dimanfaatkan untuk memahami konteks aktivitas pengguna.
Baca Juga: Menikmati Senja Pesisir Tuban di RE Martadinata: Lesehan Sederhana, Kopi Saset, dan Deru Pantura
Dalam kasus Running Mode, konteks tersebut adalah olahraga.
Spotify mencoba menggabungkan musik, rekomendasi personal, tempo, durasi, dan panduan latihan dalam satu pengalaman.
Jika nantinya diperluas ke lebih banyak negara, termasuk Indonesia, fitur ini berpotensi menjadi salah satu opsi menarik bagi pengguna yang menjadikan musik sebagai bagian dari rutinitas olahraga.
Pada akhirnya, Running Mode menunjukkan bahwa pengalaman mendengarkan musik semakin berkembang.
Pengguna tidak lagi sekadar menekan tombol play, tetapi bisa mendapatkan playlist yang dirancang mengikuti aktivitas yang sedang dilakukan.
Dan bagi para pelari, mungkin pertanyaan berikutnya bukan lagi “Lagu apa yang enak didengar saat lari?”, melainkan “Tempo berapa yang paling cocok dengan langkah saya hari ini?” (*)
Editor : Muhammad Azlan SyahSumber : engadget.com