RADARBONAG.ID – Persaingan smartphone flagship tampaknya bakal mengalami perubahan.
Kenaikan harga sejumlah komponen, terutama memori dan penyimpanan, disebut mulai memberikan dampak terhadap strategi perusahaan dalam meluncurkan ponsel kelas atas.
Xiaomi menjadi salah satu nama yang kini ramai diperbincangkan.
Perusahaan asal Tiongkok tersebut dikabarkan membatalkan rencana peluncuran Xiaomi 18 Ultra yang sebelumnya diprediksi menjadi model tertinggi dalam keluarga Xiaomi 18.
Tidak hanya Xiaomi, Oppo dan Vivo juga disebut bakal mengambil langkah serupa dengan membatasi model Ultra generasi mendatang untuk pasar Tiongkok.
Jika informasi tersebut benar, konsumen di pasar global berpotensi semakin sulit mendapatkan smartphone flagship dengan embel-embel Ultra dari sejumlah merek besar asal Tiongkok.
Xiaomi 18 Ultra Dikabarkan Tidak Jadi Meluncur
Kabar mengenai perubahan strategi Xiaomi tersebut pertama kali muncul melalui unggahan tipster Kartikey Singh di platform X pada 15 Agustus 2026.
Dalam klaimnya, Xiaomi disebut tidak akan meluncurkan Xiaomi 18 Ultra yang sebelumnya diperkirakan hadir menjelang akhir 2026.
Sebagai gantinya, jajaran Xiaomi 18 disebut hanya akan terdiri dari tiga model, yakni Xiaomi 18, Xiaomi 18 Pro, dan Xiaomi 18 Pro Max.
Dengan skema tersebut, Xiaomi 18 Pro Max kemungkinan menjadi model paling tinggi dalam keluarga Xiaomi 18, menggantikan posisi yang biasanya ditempati varian Ultra.
Meski begitu, informasi tersebut masih berupa rumor karena Xiaomi belum memberikan pernyataan resmi mengenai susunan perangkat Xiaomi 18.
Harga RAM dan Storage Disebut Jadi Salah Satu Penyebab
Salah satu alasan yang dikaitkan dengan batalnya Xiaomi 18 Ultra adalah meningkatnya biaya komponen.
Industri teknologi saat ini tengah mengalami peningkatan kebutuhan terhadap memori dan penyimpanan, terutama karena perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau AI.
Kebutuhan tersebut turut memberikan tekanan terhadap pasokan komponen seperti DRAM dan NAND. Ketika permintaan meningkat, harga komponen pun berpotensi ikut terdorong naik.
Situasi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi smartphone flagship.
Perangkat kelas Ultra biasanya menawarkan spesifikasi yang sangat tinggi, termasuk kapasitas RAM besar dan penyimpanan internal berkapasitas jumbo.
Jika harga komponen utama ikut meningkat, biaya produksi perangkat tersebut tentu dapat menjadi semakin mahal.
Bagi produsen, kondisi itu dapat memengaruhi harga jual sekaligus margin keuntungan.
Xiaomi Disebut Belum Meninggalkan Lini Ultra
Meski Xiaomi 18 Ultra dikabarkan batal, bukan berarti perusahaan sepenuhnya meninggalkan identitas Ultra.
Menurut rumor yang beredar, Xiaomi masih memiliki kemungkinan untuk menghadirkan kembali model tersebut melalui Xiaomi 19 Ultra.
Perangkat tersebut diperkirakan baru muncul sekitar akhir 2027 atau awal 2028.
Perkiraan tersebut tentu masih sangat awal dan dapat berubah.
Namun, jika harga komponen memori dan penyimpanan kembali lebih stabil, Xiaomi dinilai memiliki peluang untuk menghidupkan kembali model Ultra pada generasi berikutnya.
Dengan kata lain, penghentian sementara ini lebih mungkin menjadi bagian dari strategi perusahaan menghadapi kondisi pasar daripada keputusan untuk menghapus lini Ultra secara permanen.
Oppo dan Vivo Disebut Ikut Mengubah Strategi
Bukan hanya Xiaomi yang dikabarkan melakukan perubahan.
Oppo dan Vivo juga disebut bakal membatasi model flagship Ultra generasi berikutnya untuk pasar domestik Tiongkok.
Oppo Find X10 Ultra dan Vivo X500 Ultra, misalnya, diklaim kemungkinan tidak akan tersedia secara global dan hanya dipasarkan di Tiongkok.
Kabar tersebut cukup menarik karena generasi sebelumnya memiliki perjalanan berbeda.
Oppo Find X9 Ultra dan Vivo X300 Ultra disebut telah menyasar sejumlah pasar internasional.
Vivo bahkan sebelumnya dikenal cukup sering menjadikan model Ultra sebagai produk eksklusif Tiongkok sebelum kemudian memperluas ketersediaannya melalui X300 Ultra.
Jika strategi baru ini benar-benar diterapkan, konsumen global mungkin harus puas dengan varian Pro atau Pro Max sebagai model tertinggi yang tersedia secara resmi di negaranya.
Samsung Galaxy S27 Ultra Bisa Mendapat Keuntungan
Perubahan strategi Xiaomi, Oppo, dan Vivo berpotensi memberikan ruang lebih besar bagi kompetitor.
Salah satu yang mungkin mendapatkan keuntungan adalah Samsung.
Jika model-model Ultra dari produsen Tiongkok semakin terbatas di luar negaranya, Samsung Galaxy S27 Ultra berpeluang menjadi salah satu smartphone flagship Ultra yang lebih mudah ditemukan di pasar internasional.
Kondisi tersebut dapat menjadi keuntungan tersendiri bagi Samsung, terutama di segmen premium yang mengutamakan kamera, performa, layar, dan fitur kelas atas.
Namun, persaingan tentu tidak hanya bergantung pada nama Ultra.
Harga, spesifikasi, teknologi kamera, dukungan software, serta strategi pemasaran tetap menjadi faktor penting dalam menentukan pilihan konsumen.
Masih Sebatas Rumor, Belum Ada Konfirmasi Resmi
Meski kabar mengenai Xiaomi 18 Ultra, Oppo Find X10 Ultra, dan Vivo X500 Ultra cukup menarik perhatian, informasi tersebut sampai saat ini masih berasal dari laporan tipster.
Belum ada konfirmasi resmi dari Xiaomi, Oppo, maupun Vivo mengenai pembatalan atau perubahan strategi distribusi produk-produk tersebut.
Karena itu, konsumen sebaiknya tidak langsung menganggap Xiaomi 18 Ultra benar-benar batal atau model Ultra Oppo dan Vivo pasti tidak akan masuk pasar global.
Jika rumor tersebut terbukti, perubahan ini menunjukkan bagaimana kondisi industri komponen dapat memengaruhi strategi smartphone flagship.
Perkembangan AI bukan hanya mendorong lahirnya perangkat dan layanan baru, tetapi juga berpotensi memengaruhi biaya komponen yang digunakan dalam produk konsumen.
Kini, menarik untuk menunggu langkah resmi ketiga perusahaan tersebut.
Apakah lini Ultra benar-benar akan semakin eksklusif untuk pasar Tiongkok, atau justru strategi tersebut berubah lagi ketika kondisi pasokan dan harga komponen mulai stabil?
Editor : Muhammad Azlan SyahSumber : gizmochina.com