RADARBONAG.ID — DeepSeek mulai mengubah strategi bisnisnya.
Perusahaan kecerdasan buatan (AI) asal China tersebut menaikkan harga layanan API untuk model terbarunya, DeepSeek V4 Pro, dengan tarif yang jauh lebih tinggi dibandingkan model V4 Flash.
Kenaikan harga ini menjadi perhatian karena DeepSeek selama ini dikenal sebagai salah satu perusahaan AI yang menawarkan model berkemampuan tinggi dengan biaya relatif murah.
Dengan hadirnya V4 Pro, perusahaan tampaknya mulai mengarahkan produknya ke segmen AI premium dengan kemampuan yang lebih kompleks.
Harga DeepSeek V4 Pro Mulai Naik 16 Agustus
DeepSeek menetapkan tarif baru untuk V4 Pro mulai 16 Agustus 2026.
Untuk penggunaan API, pengguna akan dikenakan biaya 1,32 dolar AS per 1 juta token input dan 3,96 dolar AS per 1 juta token output.
Kenaikan paling mencolok terlihat pada biaya output. Tarif tersebut mencapai lebih dari empat kali lipat dibandingkan harga sebelumnya yang berada di kisaran 0,87 dolar AS per 1 juta token.
DeepSeek juga menerapkan skema harga berdasarkan waktu penggunaan.
Pada jam sibuk atau peak hours, pengguna akan dikenakan tarif tertinggi.
Sementara itu, pemakaian di luar jam sibuk mendapatkan potongan harga hingga 50 persen.
Dengan skema tersebut, biaya output V4 Pro di luar jam sibuk menjadi sekitar 1,98 dolar AS per 1 juta token.
V4 Flash Juga Ikut Mengalami Perubahan Harga
Bukan hanya V4 Pro yang mengalami perubahan tarif. DeepSeek juga menaikkan harga untuk model V4 Flash.
Tarif output V4 Flash kini ditetapkan sebesar 1,32 dolar AS per 1 juta token pada jam sibuk.
Di luar jam sibuk, biayanya menjadi 0,66 dolar AS per 1 juta token.
Perbedaan harga antara kedua model tersebut cukup besar.
Berdasarkan data Artificial Analysis yang dikutip dalam laporan ini, V4 Pro memiliki harga sekitar sembilan kali lebih tinggi untuk input dan 14 kali lebih mahal untuk output dibandingkan V4 Flash.
Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa DeepSeek memang menempatkan V4 Pro sebagai model dengan kelas kemampuan yang lebih tinggi.
Harga Mahal Datang Bersama Kemampuan Lebih Tinggi
Kenaikan tarif V4 Pro tidak berdiri sendiri. DeepSeek juga membekali model tersebut dengan peningkatan kemampuan pada sejumlah tugas yang membutuhkan komputasi lebih kompleks.
Model baru ini diklaim lebih mumpuni untuk AI agent, penggunaan berbagai alat, penalaran, pengodean, hingga pemrosesan konteks panjang.
Kemampuan tersebut semakin penting seiring berkembangnya penggunaan AI dari sekadar chatbot menjadi sistem yang dapat menjalankan serangkaian tugas secara otomatis.
AI agent, misalnya, membutuhkan kemampuan untuk memahami instruksi, menentukan langkah, menggunakan alat, serta menyelesaikan pekerjaan secara bertahap.
Karena kebutuhan komputasinya lebih besar, model dengan kemampuan seperti ini juga membutuhkan infrastruktur yang lebih mahal.
Skor Kecerdasan V4 Pro Ikut Melonjak
Peningkatan kemampuan V4 Pro juga tercermin dalam hasil evaluasi Artificial Analysis.
Versi penalaran V4 Pro memperoleh skor 53 pada Intelligence Index, meningkat cukup jauh dibandingkan V4 Flash yang mencatat skor 40.
Penilaian tersebut mencakup berbagai kemampuan, termasuk pekerjaan agenik, penggunaan alat, pengodean, serta penalaran ilmiah.
Artinya, DeepSeek tidak hanya menaikkan harga, tetapi juga berusaha menawarkan kemampuan yang sepadan dengan posisi barunya di pasar AI.
Bagi pengembang, perbedaan tersebut dapat menjadi pertimbangan ketika memilih antara model murah dengan kemampuan cukup dan model premium untuk pekerjaan yang lebih kompleks.
Meski Naik, DeepSeek Masih Kompetitif
Kendati kenaikannya cukup signifikan, tarif DeepSeek V4 Pro masih belum bisa disebut sebagai yang paling mahal di industri AI.
Sebagai pembanding, model Kimi K3 dari Moonshot disebut memiliki tarif hingga 15 dolar AS per 1 juta token output.
Sementara itu, beberapa model AI kelas premium dari perusahaan teknologi Barat juga memiliki harga yang lebih tinggi.
Dengan demikian, kenaikan harga DeepSeek belum serta-merta membuat perusahaan tersebut keluar dari persaingan harga.
Namun, perubahan ini menunjukkan bahwa strategi bisnis DeepSeek mulai bergerak ke arah yang berbeda.
Era AI Murah Mulai Menghadapi Tantangan
DeepSeek sebelumnya menjadi sorotan besar setelah kemunculan model R1 pada awal 2025.
Kehadiran R1 memicu perdebatan besar di industri teknologi karena menunjukkan bahwa model AI dengan kemampuan tinggi dapat ditawarkan dengan biaya yang relatif rendah.
Strategi tersebut membantu DeepSeek mendapatkan perhatian luas dan menantang dominasi perusahaan AI besar lainnya.
Namun, mempertahankan harga murah dalam jangka panjang bukan perkara sederhana.
Pengembangan model AI membutuhkan investasi besar, mulai dari chip pemrosesan, pusat data, listrik, jaringan, hingga tenaga ahli.
Semakin canggih model yang dikembangkan, semakin besar pula kebutuhan terhadap sumber daya komputasi.
DeepSeek Mulai Cari Cara Kurangi Ketergantungan Chip
Selain menyesuaikan harga layanan, DeepSeek juga dilaporkan mengambil langkah untuk memperkuat infrastrukturnya sendiri.
Perusahaan disebut memperluas perekrutan tenaga ahli sekaligus mengembangkan teknologi chip AI internal.
Langkah tersebut dapat membantu DeepSeek mengurangi ketergantungan terhadap pemasok chip seperti Nvidia dan Huawei.
Upaya membangun ekosistem teknologi sendiri menjadi semakin penting bagi perusahaan AI China di tengah persaingan industri dan berbagai keterbatasan akses terhadap teknologi chip canggih.
Dari AI Murah Menuju Model Premium
Kenaikan harga V4 Pro akhirnya menjadi sinyal bahwa DeepSeek mulai mencari keseimbangan baru antara popularitas, kemampuan teknologi, dan keberlanjutan bisnis.
Jika sebelumnya harga murah menjadi salah satu daya tarik utama DeepSeek, kini perusahaan mulai menawarkan model dengan kemampuan lebih tinggi dan tarif yang mengikuti nilai komputasinya.
Perubahan tersebut juga menunjukkan bahwa industri AI semakin memasuki fase ketika kemampuan model dan biaya infrastrukturnya harus berjalan beriringan.
DeepSeek masih mempertahankan posisi kompetitif dari sisi harga, tetapi V4 Pro memperlihatkan bahwa perusahaan tidak lagi hanya mengandalkan strategi “AI canggih dengan harga semurah mungkin”.
Bagi pengguna API dan pengembang aplikasi AI, perubahan ini berarti pemilihan model ke depan akan semakin bergantung pada kebutuhan.
Model murah seperti V4 Flash bisa menjadi pilihan untuk pekerjaan berskala besar, sedangkan V4 Pro lebih cocok untuk tugas yang membutuhkan penalaran, pengodean, penggunaan alat, dan konteks panjang.
Editor : Muhammad Azlan SyahSumber : engadget.com