RADARBONAG.ID — Instagram kembali melakukan penyegaran terhadap identitas visualnya.
Platform media sosial milik Meta tersebut memperkenalkan desain baru untuk logo berbentuk tulisan atau wordmark yang selama ini menjadi salah satu elemen paling mudah dikenali dari merek Instagram.
Perubahan tersebut diperkenalkan oleh Head of Instagram, Adam Mosseri.
Menurutnya, desain baru dibuat agar tampak lebih tajam dan modern, tetapi tetap mempertahankan karakter yang selama ini melekat pada identitas Instagram.
Namun, bukannya langsung mendapatkan pujian, perubahan tersebut justru memunculkan beragam reaksi dari pengguna. Beberapa di antaranya bahkan menjadikan bentuk huruf tertentu sebagai bahan candaan di media sosial.
Huruf “R” Jadi Bagian yang Paling Disorot
Salah satu bagian dari logo baru yang paling banyak diperbincangkan adalah bentuk huruf “r”.
Perubahan tipografi membuat huruf tersebut terlihat berbeda dari bentuk tulisan Instagram yang selama ini dikenal pengguna.
Beberapa orang bahkan menganggap kombinasi gaya kursif dengan sans-serif membuat kata Instagram terlihat seperti tulisan yang berbeda.
Tidak sedikit pengguna yang bercanda bahwa logo baru tersebut sekilas bisa dibaca sebagai “Instagzam”.
Reaksi semacam ini menunjukkan bahwa perubahan kecil pada sebuah logo ternyata dapat memberikan efek yang cukup besar terhadap persepsi masyarakat.
Apalagi Instagram merupakan merek yang sudah digunakan dan dilihat oleh miliaran pengguna di seluruh dunia.
Bentuk tulisan yang sedikit berubah saja dapat langsung terasa janggal bagi orang yang sudah terbiasa melihat versi sebelumnya selama bertahun-tahun.
Instagram Ingin Tampil Lebih Tajam dan Modern
Meski menuai candaan, perubahan tersebut bukan dilakukan tanpa alasan.
Instagram menjelaskan bahwa desain baru bertujuan memberikan tampilan yang lebih segar dan sesuai dengan perkembangan platform.
Identitas visual baru tersebut tetap mempertahankan karakter utama Instagram, tetapi memberikan sentuhan tipografi yang lebih modern.
Perubahan ini juga memperlihatkan bagaimana Instagram mencoba menjaga relevansi mereknya di tengah perubahan tren desain digital.
Saat sebuah platform berkembang, identitas visual biasanya ikut mengalami penyesuaian agar dapat digunakan secara konsisten di berbagai media, mulai dari aplikasi, situs web, iklan, hingga berbagai kebutuhan komunikasi merek.
Setelah Hampir Satu Dekade, Instagram Kembali Bereksperimen
Jika melihat sejarah desain Instagram, penyegaran kali ini menjadi salah satu perubahan visual yang cukup mencolok dalam beberapa tahun terakhir.
Perubahan besar sebelumnya terjadi pada 2016. Saat itu, Instagram meninggalkan ikon kamera dengan tampilan yang lebih klasik, termasuk nuansa cokelat dan garis pelangi.
Sebagai gantinya, perusahaan memperkenalkan ikon kamera dengan tampilan gradien warna-warni yang kemudian menjadi identitas Instagram hingga saat ini.
Perubahan pada 2016 sempat memicu reaksi serupa. Banyak pengguna saat itu merasa desain baru terlalu berbeda dari ikon lama yang sudah sangat dikenal.
Namun, seiring berjalannya waktu, desain tersebut akhirnya menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari identitas Instagram.
Gaya Kursif Jadi Perdebatan Tersendiri
Salah satu hal menarik dari desain wordmark baru Instagram adalah penggunaan elemen yang terasa lebih dekat dengan gaya tulisan kursif.
Pilihan tersebut cukup berbeda dengan tren desain digital yang dalam beberapa tahun terakhir banyak mengandalkan tipografi sederhana, bersih, dan mudah dibaca.
Bagi sebagian pengguna, sentuhan kursif memberikan kesan lebih personal dan memiliki karakter.
Namun bagi pengguna lain, bentuk tersebut justru membuat beberapa huruf sulit dikenali pada pandangan pertama.
Terlebih, generasi muda saat ini tidak selalu akrab dengan gaya tulisan tangan kursif seperti generasi sebelumnya.
Akibatnya, bentuk huruf yang menyerupai tulisan tangan dapat terasa asing bagi sebagian orang.
Tidak Semua Pengguna Menganggapnya Buruk
Di tengah banyaknya candaan mengenai logo baru tersebut, tidak semua respons pengguna bernada negatif.
Sebagian pengguna justru menganggap perubahan itu membuat Instagram terlihat lebih segar.
Ada pula yang menyukai kombinasi gaya tipografi baru karena dianggap memberikan karakter berbeda dibandingkan wordmark sebelumnya.
Perbedaan pendapat ini sebenarnya cukup wajar dalam dunia desain.
Logo merupakan bagian dari identitas sebuah merek. Ketika sebuah perusahaan mengubah elemen visual yang telah dikenal selama bertahun-tahun, pengguna secara otomatis akan membandingkannya dengan versi lama.
Karena itu, desain yang menurut pembuatnya lebih modern belum tentu langsung dianggap lebih baik oleh seluruh masyarakat.
Mengubah Logo Ternyata Tidak Semudah Kelihatannya
Kasus Instagram memperlihatkan bahwa membangun dan mempertahankan identitas visual sebuah merek membutuhkan pertimbangan yang cukup matang.
Logo bukan hanya sekadar bentuk atau tulisan. Ia membawa ingatan pengguna terhadap sebuah produk.
Selama bertahun-tahun, orang telah melihat tulisan Instagram dalam berbagai konteks.
Karena terbiasa dengan bentuk tertentu, perubahan kecil pada tipografi dapat membuat otak pengguna membutuhkan waktu untuk beradaptasi.
Inilah yang membuat perubahan identitas visual perusahaan besar sering kali memunculkan reaksi beragam.
Ada yang menyambutnya sebagai sesuatu yang lebih modern, tetapi ada pula yang merasa desain lama justru lebih nyaman dilihat.
Apakah Ikon Aplikasi Juga Akan Berubah?
Untuk saat ini, perubahan yang menjadi sorotan terutama berkaitan dengan wordmark Instagram.
Baca Juga: Sudah Lulus S1 tapi Sulit Dapat Kerja? Dunia Kerja Kini Tak Cuma Melihat IPK dan Gelar Sarjana
Belum ada kepastian apakah penyegaran tersebut akan diikuti perubahan besar lainnya pada identitas visual, termasuk ikon aplikasi yang selama ini menggunakan bentuk kamera dengan gradasi warna khas Instagram.
Jika ikon aplikasi ikut mendapatkan perubahan besar, perhatian publik kemungkinan akan semakin tinggi mengingat ikon tersebut merupakan salah satu simbol paling dikenal di dunia media sosial.
Sementara itu, logo tulisan baru Instagram masih menjadi bahan perbincangan di kalangan pengguna.
Apakah desain tersebut nantinya akan diterima dan menjadi identitas baru yang familiar, atau justru kembali mengalami penyesuaian? Untuk saat ini, satu hal yang jelas, huruf “r” berhasil mencuri perhatian dan membuat logo baru Instagram menjadi bahan lelucon di internet.
Editor : Muhammad Azlan SyahSumber : engadget.com