Syarat Monetisasi YouTube Makin Berat, Kreator Baru Wajib Capai Target Tontonan Lebih Tinggi untuk Dapat Uang dari Iklan

Andika Julia Perdana Putra • Dipublikasikan Rabu, 12 Agustus 2026 | 07:59 WIB
Mau cuan dari YouTube? Mulai tahun depan kreator baru harus mengejar target views dan jam tonton yang jauh lebih tinggi. (Sumber: Taoine/Pinterest)
Mau cuan dari YouTube? Mulai tahun depan kreator baru harus mengejar target views dan jam tonton yang jauh lebih tinggi. (Sumber: Taoine/Pinterest)

RADARBONAG.ID — Menjadi kreator YouTube dan mendapatkan penghasilan dari iklan bakal membutuhkan perjuangan lebih besar.

YouTube dikabarkan sedang menyiapkan perubahan terhadap persyaratan monetisasi yang akan membuat kreator baru harus mengumpulkan performa jauh lebih tinggi sebelum bisa memperoleh bagian dari pendapatan iklan.

Perubahan tersebut berkaitan dengan Program Mitra YouTube atau YouTube Partner Program (YPP), program yang memungkinkan kreator mendapatkan penghasilan dari berbagai fitur monetisasi di platform.

Selama ini, kreator yang ingin memperoleh pembagian pendapatan iklan melalui YPP harus memenuhi sejumlah persyaratan tertentu. Salah satunya adalah memiliki minimal 1.000 subscriber.

Selain jumlah subscriber, kreator juga harus mengumpulkan 4.000 jam waktu tonton publik dalam 12 bulan terakhir.

Baca Juga: Ekonomi Lagi Lesu tapi Keranjang Belanja Tetap Jalan? Ini Fenomena Lipstick Effect dan Alasan Orang Tetap Suka “Jajan Kecil”

Bagi kreator yang lebih fokus membuat video pendek, YouTube menyediakan jalur lain.

Mereka dapat memenuhi persyaratan melalui 10 juta penayangan Shorts dalam kurun waktu 90 hari.

Namun, aturan tersebut disebut akan berubah dan target performa untuk kreator baru akan meningkat secara signifikan.

Target Jam Tonton Naik Dua Kali Lipat

Dalam perubahan yang direncanakan mulai Februari tahun depan, kreator baru yang ingin memperoleh pembagian pendapatan iklan harus mengumpulkan 8.000 jam waktu tonton publik.

Artinya, angka tersebut menjadi dua kali lipat dibandingkan persyaratan 4.000 jam yang selama ini dikenal kreator.

Periode pengumpulan waktu tonton tetap menggunakan rentang 12 bulan terakhir.

Sementara bagi kreator yang memilih jalur Shorts, targetnya juga mengalami peningkatan besar.

Jika sebelumnya kreator membutuhkan 10 juta views Shorts dalam 90 hari, angka tersebut nantinya meningkat menjadi 20 juta penayangan dalam periode yang sama.

Dengan perubahan itu, YouTube pada dasarnya membuat standar performa konten menjadi jauh lebih tinggi, meskipun jumlah subscriber minimum tidak ikut dinaikkan.

Kreator tetap membutuhkan setidaknya 1.000 pelanggan untuk masuk ke tingkat monetisasi tersebut.

Monetisasi Video Panjang dan Shorts Makin Dipisahkan

Perubahan lain yang menarik perhatian adalah YouTube akan membuat sistem monetisasi video panjang dan Shorts semakin terpisah.

Selama ini, kreator dapat melihat sejumlah persyaratan YPP sebagai pintu menuju berbagai sumber pendapatan di YouTube.

Ke depan, pemenuhan salah satu ambang batas tidak selalu berarti kreator akan mendapatkan akses otomatis terhadap seluruh jenis monetisasi yang tersedia.

Dengan sistem yang lebih terpisah, kreator kemungkinan perlu memperhatikan jenis konten yang mereka produksi sekaligus sumber pendapatan mana yang ingin dikejar.

Hal ini menjadi penting bagi kreator yang selama ini mengandalkan Shorts sebagai strategi utama untuk membangun jumlah penonton.

Kreator Lama Tidak Langsung Dikeluarkan

Perubahan aturan tersebut tidak berarti semua kreator yang saat ini sudah menjadi anggota YPP akan langsung kehilangan statusnya.

YouTube disebut tidak akan serta-merta mengeluarkan kreator lama dari program hanya karena mereka tidak mampu memenuhi target baru.

Namun, tetap terdapat persyaratan yang harus dipenuhi apabila kreator ingin terus memperoleh pendapatan dari Shorts.

Salah satunya adalah mempertahankan setidaknya 10 juta penayangan Shorts dalam periode 90 hari.

Aturan tersebut membuat kreator yang sudah lama berada di YPP tetap perlu menjaga performa kanal mereka.

Dengan kata lain, monetisasi bukan sekadar mengejar target sekali, tetapi juga mempertahankan aktivitas dan performa konten secara konsisten.

Ada Jalur Alternatif untuk Kreator yang Tak Terlalu Viral

YouTube juga disebut menyiapkan mekanisme alternatif bagi kreator yang tidak selalu menghasilkan jutaan penayangan.

Kreator yang tetap aktif mengunggah konten dalam periode tertentu dapat mempertahankan status tertentu dalam program.

Salah satu ketentuan yang disebut adalah mengunggah minimal dua video panjang atau lima video Shorts dalam kurun waktu 90 hari.

Ketentuan tersebut memberikan ruang bagi kreator yang tidak memiliki jumlah views besar tetapi tetap aktif membuat konten.

Dengan begitu, aktivitas kanal tetap menjadi salah satu faktor yang diperhitungkan dalam keberlangsungan status kreator di dalam program.

Kanal yang Vakum Enam Bulan Bisa Kehilangan Monetisasi

Bukan hanya soal jumlah penonton, YouTube juga semakin memperhatikan konsistensi kreator.

Kanal yang tidak mengunggah konten selama enam bulan berpotensi dikeluarkan dari Program Mitra YouTube.

Aturan tersebut menjadi sinyal bahwa platform ingin mempertahankan kreator yang benar-benar aktif dan terus menghasilkan konten.

Bagi kreator, kondisi ini berarti menjaga ritme produksi menjadi semakin penting.

Tidak harus selalu menghasilkan video yang viral, tetapi kanal perlu tetap memiliki aktivitas agar tidak dianggap pasif.

Tantangan Berat bagi Kreator Baru

Perubahan persyaratan tersebut tentu menjadi kabar yang kurang menyenangkan bagi kreator yang baru membangun kanal.

Mencapai 1.000 subscriber saja sudah menjadi tantangan bagi banyak kanal kecil.

Setelah jumlah tersebut terpenuhi, mereka masih harus mengejar 8.000 jam waktu tonton atau 20 juta views Shorts untuk membuka akses pembagian pendapatan iklan.

Target tersebut membuat perjalanan menuju monetisasi menjadi lebih panjang.

Baca Juga: Eks Menag Yaqut Cholil Didakwa Korupsi Kuota Haji, Kerugian Negara Capai Rp622 Miliar dan Disebut Terima Rp4,8 Miliar

Kreator baru juga harus lebih serius memikirkan kualitas konten, konsistensi upload, strategi judul, thumbnail, retensi penonton hingga kemampuan membangun komunitas.

Di sisi lain, peningkatan standar dapat membuat persaingan di YouTube semakin ketat.

Kreator dituntut bukan hanya mengunggah video sebanyak mungkin, tetapi menghasilkan konten yang benar-benar mampu membuat penonton bertahan dan kembali ke kanal mereka.

Bagi kreator kecil, perubahan ini menjadi pengingat bahwa mendapatkan penghasilan dari YouTube tidak bisa lagi hanya mengandalkan keberuntungan sebuah video viral.

Strategi jangka panjang, konsistensi dan kemampuan memahami perilaku penonton akan semakin menentukan apakah sebuah kanal mampu bertahan dan berkembang di tengah persaingan platform video yang semakin padat.

Editor : Muhammad Azlan Syah
Sumber : engadget.com
YouTube Partner Program syarat monetisasi YouTube monetisasi YouTube 2026 syarat YPP terbaru YouTube Shorts