Apple Gugat Dugaan Kebocoran Rahasia AI ke OpenAI, Libatkan Sejumlah Mantan Karyawan dan Perusahaan Jony Ive

Andika Julia Perdana Putra • Dipublikasikan Kamis, 6 Agustus 2026 | 09:31 WIB
Perseteruan Apple dan OpenAI semakin panas. Apple menuding mantan karyawannya membocorkan rahasia dagang terkait AI, bahkan menyebut ada belasan eks pegawai lain yang diduga mengetahui kasus tersebut. (sumber: Inadem/Pinterest)
Perseteruan Apple dan OpenAI semakin panas. Apple menuding mantan karyawannya membocorkan rahasia dagang terkait AI, bahkan menyebut ada belasan eks pegawai lain yang diduga mengetahui kasus tersebut. (sumber: Inadem/Pinterest)

RADARBONAG.ID – Perselisihan hukum antara Apple dan OpenAI memasuki babak baru.

Apple mengklaim bahwa dugaan kebocoran rahasia dagang terkait pengembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) tidak hanya melibatkan dua mantan pegawainya, tetapi juga menyeret lebih banyak mantan karyawan yang diduga mengetahui atau terlibat dalam kasus tersebut.

Melalui dokumen yang diajukan ke pengadilan, Apple meminta proses pengumpulan bukti dipercepat.

Perusahaan teknologi asal Cupertino, California, itu juga mengajukan permohonan perintah sementara agar OpenAI tidak melanjutkan pengembangan perangkat atau produk AI yang diduga memanfaatkan informasi rahasia milik Apple hingga proses hukum selesai.

Baca Juga: Pol Espargaro Resmi Gantikan Maverick Vinales di MotoGP Inggris 2026, KTM Ungkap Alasan Sang Pembalap Masih Absen

Langkah tersebut menunjukkan bahwa sengketa antara dua raksasa teknologi ini kini berkembang menjadi salah satu kasus hukum paling mendapat perhatian di industri AI.

Apple Sebut Ada Lebih Banyak Mantan Pegawai yang Terlibat

Sebelumnya, Apple telah menggugat dua mantan karyawannya, yakni Chang Liu, yang pernah menjabat sebagai insinyur sistem senior, serta Tang Yew Tan, mantan wakil presiden perusahaan.

Keduanya dituduh membawa informasi rahasia Apple setelah bergabung dengan OpenAI.

Kini, berdasarkan hasil investigasi internal, Apple menyebut terdapat sedikitnya 11 mantan karyawan lain yang berpotensi menjadi saksi maupun memiliki keterkaitan dengan dugaan pelanggaran tersebut.

Apple menilai temuan tersebut memperkuat dugaan bahwa informasi mengenai proyek AI perusahaan sempat berpindah ke pihak lain sebelum sejumlah mantan pegawai resmi meninggalkan perusahaan.

Dugaan Pertemuan Sebelum Bergabung dengan OpenAI

Dalam dokumen pengadilan, Apple mengungkapkan dugaan bahwa beberapa mantan karyawan sempat bertemu dengan Chang Liu sebelum menjalani proses wawancara kerja di OpenAI.

Dalam pertemuan tersebut, mereka diduga membahas berbagai informasi mengenai proyek dan teknologi Apple yang belum pernah dipublikasikan kepada masyarakat.

Apple juga menuduh ada mantan pegawai yang mengambil tangkapan layar dokumen internal perusahaan sebelum mengundurkan diri dan bergabung dengan OpenAI.

Jika dugaan tersebut terbukti, tindakan itu berpotensi melanggar aturan mengenai perlindungan rahasia dagang dan kekayaan intelektual perusahaan.

Apple Soroti Pengembalian Perangkat Kerja

Selain dugaan kebocoran data, Apple juga mengungkap adanya komunikasi dari sejumlah mantan pegawai yang kini bekerja di OpenAI mengenai pengembalian perangkat kerja yang masih mereka simpan setelah keluar dari perusahaan.

Fakta tersebut turut dimasukkan sebagai bagian dari dokumen yang diajukan ke pengadilan untuk mendukung proses investigasi lebih lanjut.

Apple berharap seluruh bukti dapat dikumpulkan lebih cepat agar proses hukum dapat segera memasuki tahap berikutnya.

OpenAI Membantah Seluruh Tuduhan

Di sisi lain, OpenAI menolak seluruh tuduhan yang diajukan Apple.

Perusahaan pengembang teknologi AI tersebut menegaskan bahwa mereka tidak memiliki maupun menginginkan rahasia dagang milik Apple.

Menurut OpenAI, permintaan Apple untuk mengeluarkan perintah sementara didasarkan pada informasi yang dinilai tidak akurat.

OpenAI juga menyebut sebagian persoalan justru berasal dari sistem internal Apple dalam mengelola akses mantan karyawan setelah mereka meninggalkan perusahaan.

Perusahaan menegaskan bahwa fokus utama mereka tetap berada pada pengembangan teknologi AI melalui inovasi sendiri, bukan dengan memanfaatkan informasi rahasia milik pihak lain.

Sengketa Ikut Menyeret Perusahaan Jony Ive

Kasus ini juga berdampak pada io, perusahaan perangkat AI yang didirikan oleh mantan Kepala Desain Apple, Jony Ive.

Perusahaan tersebut sebelumnya telah diakuisisi oleh OpenAI sebagai bagian dari strategi pengembangan perangkat AI generasi baru.

Keterlibatan io membuat cakupan sengketa hukum berpotensi semakin luas karena menyangkut proyek pengembangan perangkat keras berbasis AI yang tengah dipersiapkan OpenAI.

Meski belum ada putusan pengadilan mengenai pokok perkara, perkembangan terbaru ini menunjukkan bahwa persaingan di industri kecerdasan buatan tidak hanya terjadi melalui inovasi teknologi, tetapi juga merambah ke ranah hukum dan perlindungan kekayaan intelektual.

Baca Juga: ITB Ungkap Asal Provinsi Mahasiswa Baru 2026, Ada Perwakilan dari 38 Provinsi di Indonesia

Persaingan AI Memasuki Babak Baru

Kasus antara Apple dan OpenAI menjadi sorotan karena melibatkan dua perusahaan teknologi terbesar yang saat ini sama-sama berlomba mengembangkan teknologi AI.

Di satu sisi, Apple terus memperkuat strategi AI untuk mendukung ekosistem produknya.

Di sisi lain, OpenAI semakin agresif memperluas pengembangan teknologi serta perangkat berbasis kecerdasan buatan.

Apapun hasil persidangan nantinya, sengketa ini diperkirakan akan menjadi salah satu kasus penting yang dapat memengaruhi cara perusahaan teknologi melindungi rahasia dagang, merekrut talenta, serta mengelola inovasi AI di masa depan.

Editor : Muhammad Azlan Syah
Sumber : engadget.com
Jony Ive rahasia dagang AI gugatan Apple openai apple