RADARBONAG.ID – Primate Labs resmi meluncurkan Geekbench 7, generasi terbaru dari aplikasi benchmark yang selama ini menjadi acuan dalam mengukur performa prosesor (CPU) dan kartu grafis (GPU) di berbagai perangkat.
Pembaruan ini membawa perubahan besar pada metode pengujian sehingga hasil benchmark diklaim lebih mencerminkan penggunaan nyata dibanding versi sebelumnya.
Jika pada generasi terdahulu pengujian lebih menitikberatkan pada kemampuan mentah perangkat keras, Geekbench 7 kini dirancang untuk menguji performa yang relevan dengan kebutuhan modern seperti kecerdasan buatan (AI), gaming, editing video, hingga pembuatan konten digital.
Dengan hadirnya beban kerja baru, pengguna dapat memperoleh gambaran yang lebih akurat mengenai kemampuan perangkat saat menjalankan aplikasi sehari-hari.
Benchmark GPU Kini Lebih Fokus pada AI dan Gaming Modern
Salah satu perubahan terbesar pada Geekbench 7 terletak pada sistem pengujian GPU.
Primate Labs menambahkan berbagai skenario yang mencerminkan penggunaan teknologi grafis modern, khususnya yang memanfaatkan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Pengujian baru tersebut meliputi pemrosesan filter wajah secara real-time, peningkatan resolusi gambar menggunakan AI (AI upscaling), hingga efek latar belakang virtual yang kini banyak digunakan dalam aplikasi rapat maupun panggilan video.
Tak hanya itu, Geekbench 7 juga menghadirkan pengujian pengolahan foto RAW, color grading berbasis Lookup Table (LUT), teknologi path tracing yang semakin banyak digunakan dalam game generasi terbaru, serta simulasi fluida untuk mengukur kemampuan grafis yang lebih kompleks.
Dengan beban kerja tersebut, hasil benchmark diharapkan mampu memberikan gambaran performa GPU yang lebih mendekati penggunaan sehari-hari.
Dukungan API Grafis Semakin Lengkap
Geekbench 7 juga memperluas kompatibilitasnya dengan berbagai API grafis populer.
Selain tetap mendukung OpenCL, Vulkan, dan Metal, versi terbaru ini kini menghadirkan dukungan penuh untuk CUDA, platform komputasi milik Nvidia yang banyak dimanfaatkan dalam pengembangan AI, komputasi ilmiah, hingga aplikasi profesional.
Penambahan dukungan CUDA membuat Geekbench 7 semakin relevan bagi pengguna kartu grafis Nvidia yang ingin mengetahui kemampuan perangkatnya dalam menjalankan berbagai beban kerja modern.
Sistem Pengujian CPU Kini Lebih Realistis
Tidak hanya GPU yang mendapatkan pembaruan, sistem benchmark CPU juga mengalami perubahan signifikan.
Pada Geekbench 7, Primate Labs mengubah cara pengujian performa multi-core agar lebih sesuai dengan cara aplikasi bekerja di dunia nyata.
Sebelumnya, banyak benchmark memaksa seluruh inti prosesor bekerja bersamaan meskipun aplikasi sebenarnya tidak memanfaatkan semua core yang tersedia.
Kini, Geekbench 7 hanya menjalankan pengujian multi-thread apabila aplikasi yang disimulasikan memang dirancang menggunakan banyak thread.
Sebagai contoh, pengujian browser HTML5 tidak lagi dimasukkan dalam benchmark multi-core karena sebagian besar browser modern lebih banyak memanfaatkan satu atau beberapa thread saja.
Pendekatan tersebut membuat skor yang dihasilkan lebih realistis dibanding sekadar mengukur kemampuan maksimal seluruh inti prosesor secara bersamaan.
Beban Kerja Multimedia Ikut Diperbarui
Geekbench 7 juga memperluas pengujian pada sektor multimedia yang kini menjadi salah satu aktivitas utama pengguna komputer.
Benchmark terbaru ini menambahkan pengujian encoding video menggunakan codec AV1, yang semakin populer karena efisiensinya dalam menghasilkan kualitas video tinggi dengan ukuran file lebih kecil.
Selain itu, terdapat pula pengujian kompresi audio menggunakan codec Opus yang banyak digunakan dalam layanan komunikasi digital.
Yang menarik, Primate Labs juga memasukkan proses pemrosesan video yang dipadukan dengan pembuatan subtitle otomatis menggunakan model AI Whisper, sehingga benchmark menjadi lebih relevan dengan kebutuhan kreator konten masa kini.
Dataset Lebih Besar untuk Hasil Lebih Akurat
Agar hasil pengujian semakin mendekati kondisi nyata, Geekbench 7 menggunakan dataset yang lebih besar dan lebih beragam dibanding versi sebelumnya.
Pembaruan ini mencakup berbagai skenario seperti kompresi file, pembacaan dokumen PDF, pemrosesan gambar beresolusi tinggi, hingga berbagai beban kerja yang biasa dijalankan oleh pengembang perangkat lunak.
Dengan variasi data yang lebih luas, skor benchmark diharapkan mampu memberikan gambaran performa perangkat secara lebih menyeluruh.
Gunakan Ryzen 7 7700 sebagai Standar Baru
Bersamaan dengan peluncuran Geekbench 7, Primate Labs juga memperbarui prosesor acuan yang digunakan sebagai standar penilaian.
Jika Geekbench 6 menggunakan Intel Core i7-12700 sebagai patokan, kini Geekbench 7 beralih ke AMD Ryzen 7 7700 dengan skor dasar sebesar 2.500 poin.
Perubahan acuan tersebut membuat hasil benchmark Geekbench 6 dan Geekbench 7 tidak dapat dibandingkan secara langsung karena metode pengujian dan standar penilaiannya telah berubah.
Editor : Muhammad Azlan SyahSumber : notebookcheck.net