Apple Siapkan Asisten Belanja AI di Apple Store, Pengguna Bisa Tanya Produk dan Dapat Rekomendasi Lewat Chat

Andika Julia Perdana Putra • Dipublikasikan Jumat, 24 Juli 2026 | 11:01 WIB
Mau beli iPhone, MacBook, atau iPad tapi bingung memilih? Apple dikabarkan sedang menguji asisten belanja berbasis AI yang bisa menjawab pertanyaan dan merekomendasikan produk hanya lewat chat. Begini cara kerja dan fitur yang sedang disiapkan Apple! (Sumber:iClarified/Pinterest)
Mau beli iPhone, MacBook, atau iPad tapi bingung memilih? Apple dikabarkan sedang menguji asisten belanja berbasis AI yang bisa menjawab pertanyaan dan merekomendasikan produk hanya lewat chat. Begini cara kerja dan fitur yang sedang disiapkan Apple! (Sumber:iClarified/Pinterest)

RADARBONAG.ID – Apple kembali memperluas pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam ekosistem layanannya.

Kali ini, raksasa teknologi asal Cupertino tersebut dikabarkan tengah mengembangkan Virtual Shopping Assistant, sebuah asisten belanja berbasis AI yang akan hadir di aplikasi Apple Store.

Keberadaan fitur ini mulai terungkap setelah Apple memperbarui kebijakan privasi aplikasi Apple Store dengan menambahkan penjelasan baru mengenai layanan Virtual Shopping Assistant.

Meski belum diumumkan secara resmi, perubahan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa Apple sedang mempersiapkan pengalaman berbelanja yang lebih interaktif melalui teknologi AI.

Apabila resmi dirilis, pengguna nantinya dapat berkonsultasi mengenai berbagai produk Apple hanya melalui percakapan layaknya mengobrol dengan chatbot pintar.

Baca Juga: Timnas Putri Indonesia Juara AFF Women’s Cup 2026, Garuda Pertiwi Permalukan Laos 5-0 dan Sukses Pertahankan Gelar

Belanja Produk Apple Bakal Semudah Mengobrol

Virtual Shopping Assistant dirancang untuk membantu calon pembeli memilih perangkat Apple yang paling sesuai dengan kebutuhan mereka.

Alih-alih harus mencari informasi secara manual, pengguna cukup mengetik pertanyaan melalui kolom percakapan.

Sebagai contoh, pengguna dapat bertanya mengenai perbedaan antara dua model iPhone, memilih MacBook yang cocok untuk pekerjaan tertentu, atau meminta rekomendasi iPad sesuai kebutuhan belajar maupun desain grafis.

Asisten AI kemudian akan menganalisis pertanyaan tersebut dan memberikan rekomendasi produk beserta informasi pendukung yang relevan.

Pendekatan berbasis percakapan ini diharapkan membuat proses memilih produk menjadi jauh lebih mudah, terutama bagi pengguna yang belum memahami spesifikasi setiap perangkat Apple.

AI Memanfaatkan Data agar Rekomendasi Lebih Personal

Dalam pembaruan kebijakan privasinya, Apple menjelaskan bahwa Virtual Shopping Assistant dapat memanfaatkan sejumlah informasi pengguna agar mampu memberikan jawaban yang lebih sesuai.

Data yang berpotensi digunakan meliputi:

Dengan memanfaatkan berbagai informasi tersebut, sistem AI dapat memahami konteks kebutuhan pengguna sehingga rekomendasi produk menjadi lebih akurat dan relevan.

Misalnya, pengguna yang berada di wilayah tertentu dapat memperoleh informasi mengenai ketersediaan produk di Apple Store terdekat atau layanan yang tersedia di lokasi tersebut.

Apple Klaim Privasi Pengguna Tetap Terjaga

Meski memanfaatkan berbagai jenis data, Apple menegaskan bahwa perlindungan privasi tetap menjadi prioritas utama.

Perusahaan menjelaskan bahwa sebelum isi percakapan dikirim kepada mitra AI yang membantu menghasilkan respons, seluruh informasi yang dapat mengidentifikasi pengguna akan dihapus terlebih dahulu.

Dengan demikian, data yang diproses tidak lagi mengandung identitas pribadi pengguna.

Apple juga menegaskan bahwa mitra tersebut hanya diperbolehkan menggunakan informasi tersebut untuk menghasilkan jawaban percakapan dan tidak boleh memanfaatkannya untuk kepentingan lain.

Langkah ini sejalan dengan komitmen Apple yang selama ini dikenal menempatkan privasi sebagai salah satu nilai utama dalam pengembangan produknya.

Riwayat Percakapan Bisa Dibuka Kembali

Fitur lain yang juga disiapkan adalah penyimpanan riwayat percakapan.

Apple menyebut transkrip chat akan disimpan sehingga pengguna dapat melihat kembali diskusi sebelumnya ketika membuka aplikasi Apple Store di lain waktu.

Fitur ini memungkinkan pengguna melanjutkan percakapan tanpa harus mengulang seluruh pertanyaan dari awal.

Misalnya, jika sebelumnya pengguna telah membandingkan beberapa model MacBook tetapi belum sempat membeli, percakapan tersebut masih dapat diakses kembali saat melanjutkan proses pencarian.

Pengguna Bisa Memilih Ikut Meningkatkan AI atau Tidak

Apple juga memberikan kontrol kepada pengguna terkait penggunaan data percakapan.

Melalui pengaturan bernama Chat Improvements, pengguna dapat menentukan apakah isi percakapan mereka boleh digunakan untuk membantu meningkatkan kualitas sistem AI.

Jika fitur tersebut diaktifkan, data percakapan akan dimanfaatkan untuk melatih dan menyempurnakan kemampuan Virtual Shopping Assistant di masa mendatang.

Sebaliknya, pengguna yang tidak ingin percakapannya digunakan untuk tujuan tersebut dapat menonaktifkannya melalui pengaturan aplikasi.

Pendekatan ini memberikan keleluasaan kepada pengguna dalam menentukan tingkat partisipasi mereka terhadap pengembangan teknologi AI Apple.

Masih Tahap Uji Coba Terbatas

Meskipun kebijakan privasi telah diperbarui, Apple belum meluncurkan Virtual Shopping Assistant secara luas.

Saat ini fitur tersebut masih berada dalam tahap pengujian terbatas.

Berbagai laporan menyebutkan bahwa layanan ini kemungkinan akan diperkenalkan lebih dahulu di negara-negara berbahasa Inggris sebelum diperluas ke wilayah lain.

Pendekatan bertahap tersebut merupakan strategi yang umum dilakukan Apple sebelum menghadirkan fitur baru secara global.

Belum ada informasi resmi mengenai jadwal peluncuran maupun daftar negara yang akan memperoleh akses pertama.

Bagian dari Strategi Besar Apple di Bidang AI

Virtual Shopping Assistant bukan satu-satunya inovasi AI yang sedang dikembangkan Apple.

Sebelumnya, perusahaan juga telah menghadirkan chatbot AI pada aplikasi Sales Coach yang digunakan mitra ritel untuk membantu menjawab pertanyaan pelanggan secara lebih cepat.

Selain itu, Apple juga sedang menguji fitur Live Notes, sebuah sistem berbasis AI yang mampu merekam percakapan di Genius Bar, mengubahnya menjadi transkrip, sekaligus membuat ringkasan otomatis.

Teknologi tersebut dirancang agar staf Apple dapat lebih fokus melayani pelanggan tanpa harus mencatat seluruh percakapan secara manual.

Baca Juga: Microsoft Resmi Hadirkan Xbox Backward Compatibility di PC, Kini Game Xbox Klasik Bisa Dimainkan dengan Grafis Lebih Modern

Pengalaman Belanja Apple Diprediksi Semakin Cerdas

Jika resmi diluncurkan, Virtual Shopping Assistant berpotensi mengubah cara pelanggan berinteraksi dengan Apple Store.

Proses memilih produk yang selama ini membutuhkan pencarian spesifikasi secara manual dapat digantikan dengan percakapan sederhana bersama AI.

Dengan dukungan rekomendasi yang lebih personal, perlindungan privasi yang tetap dijaga, serta integrasi ke dalam ekosistem Apple, fitur ini diperkirakan akan menjadi salah satu inovasi penting dalam layanan ritel digital perusahaan.

Meski masih dalam tahap pengujian, kehadiran Virtual Shopping Assistant menunjukkan bahwa Apple semakin serius memanfaatkan kecerdasan buatan untuk menghadirkan pengalaman berbelanja yang lebih cepat, praktis, dan sesuai kebutuhan setiap pengguna.

Editor : Muhammad Azlan Syah
Sumber : macrumors.com
Apple Store Virtual Shopping Assistant chatbot Apple kecerdasan buatan Apple Apple AI