RADARBONANG.ID – Apple akhirnya merilis pembaruan keamanan untuk menutup celah pada fitur Hide My Emaildi layanan iCloud+.
Kerentanan yang sempat menjadi sorotan komunitas keamanan siber ini dinilai cukup serius karena berpotensi mengungkap alamat email asli pengguna, padahal fitur tersebut dirancang untuk menjaga identitas tetap tersembunyi saat mendaftar ke berbagai layanan online.
Perbaikan resmi dirilis melalui pembaruan perangkat lunak pada 3 Juli 2026, lebih dari satu tahun setelah celah keamanan tersebut pertama kali dilaporkan kepada Apple oleh seorang peneliti keamanan independen.
Meski bug kini telah diperbaiki, para ahli mengingatkan bahwa sebagian pengguna masih berpotensi terdampak, terutama jika data lama sudah sempat terekam di server pihak ketiga.
Apa Itu Fitur Hide My Email?
Hide My Email merupakan salah satu fitur privasi eksklusif bagi pelanggan iCloud+.
Fitur ini memungkinkan pengguna membuat alamat email acak atau alias ketika mendaftar ke aplikasi, situs web, maupun layanan digital lainnya.
Seluruh email yang dikirim ke alamat acak tersebut akan diteruskan ke email utama pengguna tanpa memperlihatkan identitas asli kepada pihak pengirim.
Dengan sistem tersebut, pengguna dapat mengurangi risiko spam, menjaga privasi, serta menghindari penyalahgunaan alamat email utama oleh layanan yang tidak dikenal.
Karena menawarkan lapisan perlindungan tambahan, fitur ini menjadi salah satu nilai jual utama layanan iCloud+.
Bug Justru Membocorkan Email Asli Pengguna
Masalah muncul ketika peneliti keamanan Tyler Murphy menemukan adanya celah yang membuat alamat email utama pengguna dapat muncul dalam log email pada kondisi tertentu.
Bug tersebut terjadi ketika email yang dikirim ke alamat Hide My Email secara otomatis ditolak oleh sistem karena dianggap sebagai spam.
Alih-alih tetap menyembunyikan identitas pengguna, sistem justru dapat mencatat alamat email asli dalam log email yang tersimpan di server.
Hal ini tentu bertolak belakang dengan tujuan utama fitur Hide My Email yang seharusnya melindungi identitas pengguna dari pihak lain.
Sudah Dilaporkan Sejak 2025
Tyler Murphy pertama kali melaporkan temuan tersebut kepada Apple pada Juni 2025 melalui mekanisme pelaporan kerentanan keamanan.
Beberapa bulan kemudian, Apple menyatakan bahwa masalah tersebut telah diperbaiki pada Maret 2026.
Namun, Murphy mengaku masih dapat mereproduksi bug yang sama saat melakukan pengujian lanjutan.
Karena belum mendapatkan penyelesaian yang benar-benar efektif, temuan tersebut akhirnya dipublikasikan oleh media teknologi 404 Media pada awal Juli 2026.
Tak lama setelah laporan tersebut menjadi perhatian publik, Apple akhirnya merilis pembaruan keamanan yang menutup celah tersebut.
Data Lama Masih Berpotensi Berisiko
Walaupun bug telah ditambal, Murphy mengingatkan bahwa perbaikan tersebut tidak otomatis menghapus log email yang sudah terlanjur tersimpan sebelumnya.
Jika alamat email asli sempat tercatat dalam log server pihak ketiga sebelum pembaruan diterapkan, informasi tersebut kemungkinan masih tetap ada.
Menurut Murphy, alamat Hide My Email yang dibuat sebelum 7 Juli 2026 berpotensi sudah terekspos apabila pernah menerima email yang kemudian ditolak sistem sebagai spam.
Artinya, pembaruan keamanan hanya mencegah kebocoran baru, tetapi tidak dapat menghapus data yang mungkin sudah tersimpan di berbagai server sebelumnya.
Apple Hadapi Gugatan Class Action
Kasus ini tidak hanya menjadi perhatian komunitas keamanan siber, tetapi juga berujung pada proses hukum.
Apple kini menghadapi gugatan class action di Amerika Serikat.
Para penggugat menilai perusahaan telah memasarkan Hide My Email sebagai fitur yang mampu melindungi privasi pengguna, padahal ditemukan kelemahan yang memungkinkan identitas pengguna terbuka dalam kondisi tertentu.
Gugatan tersebut menuding Apple melanggar aturan perlindungan konsumen karena dinilai tidak memberikan perlindungan privasi sesuai dengan klaim yang dipasarkan.
Hingga saat ini, proses hukum tersebut masih berlangsung.
Apa yang Sebaiknya Dilakukan Pengguna?
Bagi pengguna iCloud+, langkah pertama yang paling penting adalah memastikan seluruh perangkat telah diperbarui ke versi perangkat lunak terbaru yang dirilis Apple.
Selain itu, pengguna juga disarankan untuk secara berkala memeriksa daftar alamat alias pada fitur Hide My Email dan menghapus alamat yang sudah tidak digunakan.
Meski Apple telah memperbaiki celah keamanan ini, menjaga kebiasaan digital yang aman tetap menjadi langkah terbaik.
Menggunakan autentikasi dua faktor (2FA), menghindari membagikan informasi pribadi secara sembarangan, serta rutin memperbarui sistem operasi merupakan cara sederhana untuk mengurangi risiko kebocoran data di masa mendatang.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa bahkan fitur privasi dari perusahaan teknologi terbesar sekalipun tetap memerlukan pengujian berkelanjutan.
Transparansi dalam menangani kerentanan keamanan serta respons cepat terhadap laporan peneliti menjadi faktor penting untuk menjaga kepercayaan pengguna terhadap layanan digital.
Editor : Muhammad Azlan SyahSumber : engadget.com