Benarkah Motor Listrik Bisa Hemat Belasan Juta Rupiah? Ini Perhitungan Biaya Operasional yang Perlu Diketahui

Muhammad Azlan Syah • Dipublikasikan Senin, 20 Juli 2026 | 11:29 WIB
Benarkah motor listrik bisa menghemat pengeluaran hingga belasan juta rupiah? Ternyata bukan hanya biaya pengisian daya yang lebih murah, tetapi juga perawatannya.
Benarkah motor listrik bisa menghemat pengeluaran hingga belasan juta rupiah? Ternyata bukan hanya biaya pengisian daya yang lebih murah, tetapi juga perawatannya.

RADARBONAG.ID – Motor listrik semakin menjadi pilihan masyarakat Indonesia seiring meningkatnya kesadaran akan kendaraan ramah lingkungan dan efisiensi biaya.

Selain bebas emisi gas buang saat digunakan, kendaraan ini juga disebut mampu menghemat pengeluaran pemiliknya hingga belasan juta rupiah dalam jangka panjang.

Klaim tersebut bukan tanpa alasan. Dibandingkan motor berbahan bakar bensin, motor listrik memiliki biaya operasional yang jauh lebih rendah, terutama dari sisi konsumsi energi dan perawatan.

Hal inilah yang membuat banyak orang mulai melirik kendaraan listrik sebagai solusi mobilitas harian.

Namun, seberapa besar sebenarnya penghematan yang bisa diperoleh? Jawabannya bergantung pada kebiasaan penggunaan, tarif listrik, hingga harga bahan bakar minyak (BBM) yang berlaku.

Baca Juga: Signal Uji Fitur Tautkan Dua Ponsel Android, Pengguna Kini Bisa Pakai Satu Akun Tanpa Nomor Telepon Kedua

Biaya Pengisian Daya Motor Listrik Jauh Lebih Murah

Salah satu keunggulan utama motor listrik adalah biaya energi yang relatif rendah.

Untuk beberapa model motor listrik, biaya pengisian daya sekitar Rp6.000 diklaim sudah cukup untuk menempuh jarak hingga 80 kilometer.

Jika dibandingkan dengan motor bensin, biaya perjalanan untuk jarak yang sama umumnya lebih tinggi karena harus membeli BBM.

Apalagi ketika harga bahan bakar mengalami kenaikan, selisih biaya operasional antara motor listrik dan motor konvensional akan semakin terasa.

Dengan penggunaan harian yang konsisten, selisih pengeluaran tersebut akan terus terakumulasi sehingga dalam beberapa tahun dapat menghasilkan penghematan yang cukup besar.

Potensi Hemat Belasan Juta Rupiah dalam Jangka Panjang

Penghematan belasan juta rupiah bukan diperoleh dalam hitungan minggu atau bulan, melainkan dari akumulasi biaya operasional selama masa penggunaan kendaraan.

Misalnya, seseorang menggunakan sepeda motor setiap hari untuk bekerja dengan jarak pulang-pergi puluhan kilometer.

Selama bertahun-tahun, biaya pembelian BBM akan menjadi salah satu pengeluaran rutin yang cukup besar.

Sebaliknya, motor listrik hanya membutuhkan energi listrik untuk mengisi baterai.

Jika dihitung secara keseluruhan, selisih biaya antara listrik dan BBM dapat mencapai jutaan hingga belasan juta rupiah, tergantung intensitas penggunaan kendaraan.

Meski demikian, besarnya penghematan setiap pengguna tentu berbeda.

Faktor seperti jarak tempuh harian, tarif listrik rumah tangga, harga BBM, hingga jenis motor yang digunakan akan memengaruhi hasil akhirnya.

Biaya Perawatan Juga Lebih Ringan

Selain hemat energi, motor listrik juga dikenal memiliki komponen yang lebih sederhana dibandingkan motor bermesin pembakaran internal.

Motor listrik tidak memerlukan penggantian oli mesin secara berkala.

Selain itu, tidak ada komponen seperti busi, filter oli, atau sistem pembakaran yang membutuhkan perawatan rutin.

Dengan jumlah komponen bergerak yang lebih sedikit, biaya servis berkala juga berpotensi lebih rendah dibandingkan motor konvensional.

Namun, pengguna tetap harus memperhatikan kondisi baterai sebagai salah satu komponen utama.

Perawatan yang baik dan pola pengisian daya yang benar dapat membantu menjaga usia pakai baterai agar tetap optimal.

Tetap Perlu Memperhitungkan Harga Awal dan Kebutuhan Penggunaan

Walaupun biaya operasional lebih murah, calon pembeli tetap perlu mempertimbangkan harga awal motor listrik yang pada beberapa model masih lebih tinggi dibandingkan motor bensin di kelas yang sama.

Selain itu, pengguna juga perlu memperhatikan ketersediaan fasilitas pengisian daya, jarak tempuh kendaraan dalam sekali pengisian baterai, serta kebutuhan mobilitas sehari-hari.

Bagi masyarakat yang lebih sering berkendara di dalam kota dengan jarak tempuh tidak terlalu jauh, motor listrik bisa menjadi pilihan yang efisien.

Sebaliknya, bagi pengguna yang sering melakukan perjalanan jarak jauh, aspek seperti waktu pengisian baterai dan infrastruktur pendukung masih perlu menjadi bahan pertimbangan.

Motor Listrik Semakin Menarik di Tengah Tren Kendaraan Ramah Lingkungan

Pemerintah Indonesia terus mendorong penggunaan kendaraan listrik sebagai bagian dari upaya mengurangi emisi karbon dan ketergantungan terhadap bahan bakar fosil.

Di sisi lain, produsen otomotif juga semakin banyak menghadirkan pilihan motor listrik dengan desain modern, fitur yang lebih lengkap, serta jarak tempuh yang terus meningkat.

Baca Juga: Spanyol Angkat Trofi Piala Dunia 2026, Final Bersejarah Ini Mengingatkan Bahwa Kehidupan Tak Pernah Lepas dari Nilai, Sistem, dan Agama

Kombinasi antara biaya operasional yang lebih rendah, perawatan yang relatif sederhana, dan meningkatnya kesadaran terhadap lingkungan menjadi alasan mengapa motor listrik mulai diminati berbagai kalangan.

Meski demikian, keputusan beralih ke motor listrik tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan masing-masing pengguna.

Menghitung total biaya kepemilikan, mulai dari harga pembelian, biaya pengisian daya, hingga perawatan, akan membantu calon konsumen menentukan apakah motor listrik merupakan pilihan yang paling tepat.

Jika digunakan sesuai kebutuhan, kendaraan listrik memang berpotensi memberikan penghematan yang signifikan dalam jangka panjang.

Bukan hanya dari sisi biaya bahan bakar, tetapi juga dari pengeluaran perawatan yang lebih efisien dibandingkan motor berbahan bakar bensin.

Editor : Muhammad Azlan Syah
Sumber : oto.detik.com
hemat motor listrik biaya operasional motor listrik penghematan motor listrik motor listrik vs motor bensin motor listrik