RADARBONAG.ID – Persaingan di industri kecerdasan buatan (AI) terus melahirkan strategi bisnis baru.
Kali ini, Meta dikabarkan tengah menjajaki kerja sama bernilai miliaran dolar Amerika Serikat dengan perusahaan AI Anthropic untuk menyewakan kapasitas komputasi dari pusat data miliknya.
Jika pembicaraan tersebut berujung pada kesepakatan, langkah ini berpotensi menjadi tonggak baru bagi Meta dalam memasuki bisnis layanan komputasi awan (cloud computing).
Selama ini perusahaan induk Facebook, Instagram, dan WhatsApp itu lebih dikenal sebagai raksasa media sosial yang mengandalkan pendapatan dari iklan digital.
Kerja sama tersebut juga dinilai mencerminkan meningkatnya kebutuhan perusahaan AI terhadap infrastruktur komputasi berskala besar di tengah pesatnya perkembangan teknologi generatif.
Nilai Kesepakatan Diperkirakan Mencapai Rp160 Triliun
Berdasarkan laporan The New York Times, Meta dan Anthropic saat ini masih berada dalam tahap awal pembahasan kerja sama.
Nilai kontrak yang sedang dibahas disebut mencapai sekitar 10 miliar dolar AS, atau setara kurang lebih Rp160 triliun, dengan masa kerja sama selama dua tahun.
Dalam skema yang tengah dipertimbangkan, Anthropic disebut akan membayar Meta setiap bulan untuk menggunakan kapasitas komputasi AI yang tersedia di pusat data perusahaan tersebut.
Laporan itu juga menyebut kedua belah pihak memiliki opsi untuk mengakhiri kerja sama sebelum kontrak berakhir apabila terdapat perubahan strategi bisnis maupun kebutuhan operasional.
Meski demikian, hingga kini belum ada konfirmasi resmi mengenai detail maupun kepastian tercapainya kesepakatan tersebut.
Mengapa Meta dan Anthropic Bisa Bekerja Sama Meski Sama-Sama Bermain di AI?
Sekilas, kerja sama ini terlihat unik karena Meta dan Anthropic sama-sama mengembangkan teknologi kecerdasan buatan.
Meta memiliki keluarga model AI Llama, sementara Anthropic dikenal melalui chatbot berbasis AI Claude yang menjadi salah satu pesaing utama ChatGPT.
Namun, di balik persaingan tersebut, kedua perusahaan memiliki kebutuhan yang saling melengkapi.
Anthropic membutuhkan kapasitas komputasi dalam jumlah sangat besar untuk melatih model AI terbaru sekaligus melayani jutaan pengguna yang terus bertambah.
Di sisi lain, Meta telah menginvestasikan dana dalam jumlah besar untuk membangun pusat data dan infrastruktur AI berkapasitas tinggi.
Jika sebagian kapasitas tersebut disewakan, Meta dapat memperoleh sumber pendapatan baru tanpa harus membangun bisnis baru dari nol.
Meta Mulai Melirik Bisnis Cloud Computing
Rumor mengenai langkah Meta memasuki bisnis cloud sebenarnya sudah muncul sejak beberapa waktu lalu.
Sebelumnya, Bloomberg melaporkan bahwa perusahaan sedang mempertimbangkan membuka layanan penyewaan infrastruktur komputasi kepada perusahaan lain.
Selama ini pasar cloud computing global didominasi oleh sejumlah pemain besar seperti Amazon Web Services (AWS), Microsoft Azure, dan Google Cloud.
Apabila Meta benar-benar masuk ke sektor tersebut, persaingan di industri layanan komputasi awan diperkirakan akan semakin menarik.
Langkah ini juga dapat membantu perusahaan mendiversifikasi sumber pendapatan yang selama bertahun-tahun masih sangat bergantung pada bisnis iklan digital.
Investasi AI Meta Terus Meningkat
CEO Meta, Mark Zuckerberg, sebelumnya pernah mengungkapkan bahwa banyak perusahaan telah menghubungi Meta untuk menanyakan kemungkinan membeli kapasitas komputasi AI yang dimiliki perusahaan.
Namun hingga saat ini, Meta masih memprioritaskan penggunaan pusat data tersebut untuk mendukung pengembangan teknologi AI internal.
Di sisi lain, investasi Meta di bidang kecerdasan buatan terus meningkat secara signifikan.
Perusahaan diperkirakan mengalokasikan belanja modal sebesar 125 miliar hingga 145 miliar dolar AS sepanjang 2026, lebih dari dua kali lipat dibandingkan pengeluaran pada tahun sebelumnya.
Besarnya investasi tersebut sempat memunculkan kekhawatiran sebagian investor terkait waktu yang dibutuhkan hingga modal tersebut menghasilkan keuntungan.
Karena itu, menyewakan sebagian kapasitas pusat data kepada perusahaan lain dinilai dapat menjadi salah satu cara mempercepat monetisasi investasi AI Meta.
Anthropic Terus Menambah Kapasitas Komputasi
Bagi Anthropic, kebutuhan terhadap infrastruktur komputasi terus meningkat seiring berkembangnya layanan AI mereka.
Perusahaan sebelumnya juga telah menjalin kerja sama dengan SpaceX untuk memperoleh kapasitas komputasi AI dalam kontrak yang dilaporkan bernilai sekitar 45 miliar dolar AS selama tiga tahun.
Kesepakatan tersebut bertujuan mendukung pengembangan layanan Claude Code dan berbagai model AI lain di tengah lonjakan jumlah pengguna.
Jika kerja sama dengan Meta benar-benar terealisasi, Anthropic akan memperoleh tambahan sumber daya komputasi yang dapat mempercepat pelatihan model AI generasi berikutnya.
Belum Ada Kepastian Kesepakatan Akan Terwujud
Meski nilai kerja sama yang dibahas sangat besar, pembicaraan antara Meta dan Anthropic masih berada pada tahap awal.
Artinya, belum ada jaminan kedua perusahaan akan mencapai kesepakatan akhir.
Negosiasi bisnis berskala besar seperti ini umumnya masih dapat berubah, baik dari sisi nilai kontrak, skema kerja sama, maupun ruang lingkup layanan yang akan diberikan.
Namun demikian, kabar ini menunjukkan bahwa persaingan di industri AI kini tidak hanya terjadi pada pengembangan model kecerdasan buatan, tetapi juga pada penyediaan infrastruktur komputasi yang menjadi fondasi utama teknologi tersebut.
Jika terealisasi, kerja sama antara Meta dan Anthropic berpotensi menjadi salah satu kesepakatan bisnis AI terbesar dalam beberapa tahun terakhir sekaligus membuka babak baru bagi Meta sebagai pemain di industri cloud computing global.
SEO Keyword: Meta AI, Anthropic, pusat data AI, cloud computing Meta, kerja sama Meta Anthropic
Meta Description (140 karakter): Meta dikabarkan menjajaki kerja sama pusat data AI senilai Rp160 triliun dengan Anthropic, membuka peluang masuk bisnis cloud.
Caption: Meta disebut tengah membahas kerja sama miliaran dolar dengan Anthropic untuk menyewakan kapasitas pusat data AI. Jika terwujud, langkah ini bisa menjadi awal ekspansi Meta ke bisnis cloud computing sekaligus membuka sumber pendapatan baru di luar iklan digital.
Editor : Muhammad Azlan Syah