Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Meta Diam-Diam Rilis Pocket, Platform AI yang Bisa Membuat Game Hanya dari Prompt Teks, Siap Ubah Cara Siapa Pun Menciptakan Game

Andika Julia Perdana Putra • Minggu, 5 Juli 2026 | 07:17 WIB
Meta kembali membuat gebrakan di dunia AI. Lewat aplikasi Pocket, siapa saja kini bisa membuat mini game hanya dengan mengetik prompt teks tanpa harus menguasai coding. (Sumber: CHIP.de/Pinterest)
Meta kembali membuat gebrakan di dunia AI. Lewat aplikasi Pocket, siapa saja kini bisa membuat mini game hanya dengan mengetik prompt teks tanpa harus menguasai coding. (Sumber: CHIP.de/Pinterest)

RADARBONANG.ID – Meta kembali memperluas ekosistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dengan menghadirkan aplikasi baru bernama Pocket.

Platform ini menawarkan cara baru bagi pengguna untuk membuat mini game dan pengalaman interaktif hanya melalui perintah berbentuk teks atau prompt, tanpa memerlukan kemampuan pemrograman.

Meski belum diumumkan secara resmi oleh Meta, Pocket ternyata sudah tersedia untuk perangkat iOS dan Android sejak 29 Juni 2026.

Kehadirannya langsung menarik perhatian komunitas teknologi karena dinilai menjadi langkah besar dalam menghadirkan teknologi AI generatif ke dunia pengembangan game yang lebih mudah diakses oleh masyarakat luas.

Baca Juga: Chelsea Bongkar Fakta di Balik Mundurnya Enzo Maresca, Disebut Sudah Berambisi Gantikan Pep Guardiola di Manchester City

Pocket Hadir Diam-Diam, Terungkap Berkat Reverse Engineer

Keberadaan Pocket pertama kali diketahui publik setelah reverse engineer Alessandro Paluzzi membagikan temuannya melalui akun media sosial X.

Paluzzi dikenal kerap mengungkap berbagai fitur baru yang masih dalam tahap pengembangan di sejumlah aplikasi teknologi, termasuk milik Meta.

Temuan tersebut menunjukkan bahwa Meta telah merilis Pocket secara terbatas tanpa kampanye peluncuran resmi.

Langkah ini memunculkan dugaan bahwa perusahaan masih melakukan uji coba terhadap aplikasi tersebut sebelum memperluas distribusinya ke lebih banyak negara.

Meski sudah bisa diunduh di beberapa wilayah, halaman bantuan Meta menyebutkan bahwa Pocket belum tersedia secara global.

Hingga kini perusahaan juga belum mengungkap negara mana saja yang menjadi lokasi uji coba maupun kapan aplikasi tersebut akan diluncurkan secara luas.

Membuat Mini Game Cukup dengan Mengetik Prompt

Keunggulan utama Pocket terletak pada kemampuannya mengubah instruksi teks menjadi mini game dan pengalaman interaktif dengan bantuan kecerdasan buatan.

Pengguna cukup menjelaskan konsep permainan yang diinginkan melalui prompt, kemudian AI akan membantu menghasilkan konten sesuai perintah tersebut.

Pendekatan ini membuat proses pembuatan game menjadi jauh lebih sederhana dibandingkan metode konvensional yang membutuhkan kemampuan desain, pemrograman, hingga pengembangan aset visual.

Selain membuat game, Pocket juga menyediakan ruang bagi pengguna untuk membagikan hasil karya mereka kepada komunitas.

Melalui halaman beranda yang dapat digulir (scrollable feed), pengguna bisa menemukan berbagai proyek kreatif dari kreator lain, mencoba mini game yang telah dibuat, hingga memperoleh inspirasi untuk mengembangkan ide baru.

Konsep tersebut menjadikan Pocket tidak hanya sebagai alat kreasi berbasis AI, tetapi juga sebagai platform sosial yang mendorong kolaborasi dan eksplorasi kreativitas.

Diduga Menjadi Pengembangan Langsung dari Gizmo

Sejumlah petunjuk mengindikasikan bahwa Pocket merupakan kelanjutan dari platform AI bernama Gizmo yang sebelumnya telah diakuisisi Meta bersama tim pengembangnya pada awal 2026.

Dugaan ini semakin kuat setelah ditemukan bahwa kode aplikasi di Google Play masih menggunakan identitas "com.facebook.gizmo".

Hal tersebut menunjukkan bahwa Pocket kemungkinan besar dibangun di atas fondasi teknologi yang sebelumnya dikembangkan oleh Gizmo.

Dari sisi tampilan maupun pengalaman pengguna, Pocket juga memiliki banyak kemiripan dengan aplikasi tersebut.

Mulai dari antarmuka sederhana, mekanisme pembuatan konten berbasis AI, hingga sistem berbagi hasil karya kepada pengguna lain.

Keputusan Meta mempertahankan sebagian identitas teknis Gizmo menunjukkan bahwa perusahaan ingin melanjutkan teknologi yang telah terbukti memiliki potensi besar di pasar.

Bagian dari Strategi Besar Meta Mengembangkan AI

Peluncuran Pocket memperlihatkan bahwa Meta semakin serius memperluas pemanfaatan kecerdasan buatan ke berbagai produk digitalnya.

Dalam beberapa waktu terakhir, perusahaan telah menghadirkan beragam layanan AI, mulai dari generator gambar melalui Meta AI, aplikasi pembuat video berbasis AI bernama Vibes, hingga integrasi fitur AI ke Facebook, Instagram, dan aplikasi penyunting video Edits.

Strategi tersebut menunjukkan bahwa Meta tidak hanya berfokus pada pengembangan chatbot atau asisten virtual, tetapi juga menghadirkan AI sebagai alat produktivitas dan kreativitas yang dapat digunakan oleh berbagai kalangan.

Melalui Pocket, Meta mencoba membuka peluang agar siapa saja dapat menciptakan konten interaktif tanpa harus memiliki latar belakang teknis sebagai pengembang game.

Pendekatan seperti ini dinilai mampu memperluas akses terhadap industri kreatif digital sekaligus mendorong munculnya lebih banyak kreator independen.

Potensi Besar Berkat Rekam Jejak Gizmo

Optimisme Meta terhadap Pocket tidak lepas dari keberhasilan platform pendahulunya, Gizmo.

Berdasarkan data Appfigures, aplikasi tersebut telah mencatat sekitar 635 ribu unduhan di perangkat iOS dan Android.

Tidak hanya itu, Gizmo juga memperoleh tingkat kepuasan pengguna yang sangat tinggi, yakni mencapai 98 persen.

Baca Juga: Indonesia Kaya Sumber Daya, Mengapa Biaya Hidup Terus Naik? Ini Faktor yang Membuat Rakyat Semakin Tertekan

Capaian tersebut menunjukkan bahwa minat masyarakat terhadap platform AI yang mampu menghasilkan pengalaman interaktif secara instan terus meningkat.

Jika Pocket mampu mempertahankan kualitas teknologi sekaligus menghadirkan fitur yang lebih lengkap, aplikasi ini berpotensi menjadi salah satu platform AI kreatif yang menarik perhatian pengguna global.

Meski demikian, hingga saat ini Meta masih belum memberikan informasi mengenai jadwal peluncuran resmi secara internasional maupun fitur-fitur tambahan yang akan disematkan pada Pocket di masa mendatang.

Dengan semakin pesatnya perkembangan AI generatif, kehadiran Pocket menjadi sinyal bahwa masa depan pembuatan game tidak lagi hanya bergantung pada kemampuan menulis kode.

Di masa mendatang, cukup dengan ide kreatif yang dituangkan melalui prompt teks, siapa pun berpotensi menciptakan pengalaman bermain yang unik dan dapat langsung dinikmati oleh pengguna lain.

Editor : Muhammad Azlan Syah
#Meta Pocket #aplikasi AI Meta #AI pembuat game #game dari prompt teks #Teknologi AI Terbaru