Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Apple Pangkas Jaringan Ritel AS, Penutupan Tiga Apple Store Picu Kontroversi dan Kritik Serikat Pekerja

Andika Julia Perdana Putra • Selasa, 23 Juni 2026 | 11:13 WIB
Apple resmi menutup tiga toko ritelnya di Amerika Serikat. Salah satu gerai yang ditutup memiliki sejarah penting sebagai Apple Store pertama yang membentuk serikat pekerja, sehingga memicu kontroversi dan kritik. (wartamakassar.com)
Apple resmi menutup tiga toko ritelnya di Amerika Serikat. Salah satu gerai yang ditutup memiliki sejarah penting sebagai Apple Store pertama yang membentuk serikat pekerja, sehingga memicu kontroversi dan kritik. (wartamakassar.com)

RADARBONANG.ID – Raksasa teknologi Apple kembali melakukan penyesuaian terhadap jaringan ritelnya di Amerika Serikat.

Perusahaan yang dikenal sebagai produsen iPhone, iPad, MacBook, dan berbagai perangkat digital lainnya itu resmi menutup tiga toko ritelnya secara permanen pada 20 Juni 2026.

Langkah tersebut sebenarnya telah diumumkan sejak April lalu sebagai bagian dari evaluasi operasional yang rutin dilakukan perusahaan.

Apple menyebut keputusan itu diambil setelah mempertimbangkan kondisi pusat perbelanjaan tempat ketiga toko tersebut beroperasi yang dinilai mengalami penurunan aktivitas bisnis dalam beberapa tahun terakhir.

Meski Apple menegaskan bahwa keputusan tersebut murni berdasarkan pertimbangan bisnis, penutupan salah satu toko justru memicu kontroversi karena berkaitan dengan isu serikat pekerja yang selama ini menjadi perhatian publik di Amerika Serikat.

Baca Juga: Libur Sekolah Makin Seru, Jembatan Kaca Bromo Resmi Beroperasi Akhir Juni dengan Panorama Gunung Bromo dan Semeru

Tiga Apple Store Resmi Berhenti Beroperasi

Tiga toko yang resmi ditutup oleh Apple adalah Apple Trumbull yang berada di Trumbull Mall, Connecticut, Apple North County yang berlokasi di Shops at North County, California, serta Apple Towson Town Center di Maryland.

Ketiga gerai tersebut selama bertahun-tahun menjadi bagian dari jaringan ritel Apple yang tersebar di berbagai wilayah Amerika Serikat.

Menurut perusahaan, pusat perbelanjaan tempat toko-toko tersebut berada mengalami penurunan jumlah pengunjung dan aktivitas bisnis yang cukup signifikan.

Banyak tenant besar meninggalkan lokasi tersebut sehingga mengurangi daya tarik pusat perbelanjaan sebagai destinasi belanja utama masyarakat.

Apple menilai kondisi tersebut memengaruhi efektivitas operasional toko dalam jangka panjang.

Kondisi Mal Jadi Faktor Utama

Salah satu pusat perbelanjaan yang menjadi perhatian adalah Trumbull Mall di Connecticut.

Kompleks perbelanjaan tersebut dilaporkan menghadapi masalah finansial yang serius, termasuk persoalan pembayaran pinjaman bernilai lebih dari 150 juta dolar AS.

Sementara itu, Towson Town Center di Maryland juga mengalami perubahan besar dalam beberapa tahun terakhir.

Sejumlah peritel besar yang sebelumnya menjadi penyewa utama memilih meninggalkan lokasi tersebut, sehingga berdampak pada jumlah kunjungan masyarakat.

Fenomena ini sebenarnya tidak hanya terjadi pada lokasi yang ditinggalkan Apple.

Dalam beberapa tahun terakhir, banyak pusat perbelanjaan tradisional di Amerika Serikat menghadapi tekanan akibat perubahan perilaku konsumen yang semakin beralih ke belanja daring atau online.

Apple Klaim Tetap Berinvestasi pada Jaringan Ritel

Meski menutup beberapa toko, Apple menegaskan bahwa perusahaan tetap berkomitmen mengembangkan jaringan ritelnya secara global.

Menurut pihak perusahaan, penutupan toko tertentu merupakan bagian dari strategi untuk memastikan pelanggan tetap mendapatkan pengalaman terbaik saat berinteraksi dengan produk dan layanan Apple.

Perusahaan menyatakan terus melakukan investasi di berbagai lokasi yang dinilai memiliki potensi pertumbuhan lebih besar.

Apple juga masih mengoperasikan ratusan toko di berbagai negara dan tetap menjadikan pengalaman langsung pelanggan sebagai bagian penting dari strategi bisnisnya.

Dengan kata lain, penutupan tiga toko ini tidak menandakan pengurangan besar-besaran terhadap jaringan ritel Apple secara keseluruhan.

Toko Maryland Jadi Sorotan Khusus

Dari ketiga toko yang ditutup, lokasi di Towson Town Center, Maryland, menjadi yang paling banyak mendapat perhatian publik.

Alasannya bukan semata karena faktor bisnis, melainkan karena sejarah penting yang dimiliki toko tersebut.

Pada tahun 2022, Apple Towson Town Center menjadi Apple Store pertama di Amerika Serikat yang berhasil membentuk serikat pekerja.

Langkah tersebut saat itu dianggap sebagai tonggak penting dalam gerakan pekerja di sektor teknologi dan ritel.

Karyawan di toko tersebut tergabung dalam organisasi serikat pekerja International Association of Machinists and Aerospace Workers (IAM).

Karena memiliki nilai simbolis yang kuat, penutupan toko tersebut langsung memunculkan berbagai spekulasi dan kritik.

Serikat Pekerja Layangkan Kritik

IAM menilai Apple memperlakukan pekerja di Towson berbeda dibandingkan karyawan di dua toko lain yang juga ditutup.

Menurut serikat pekerja, staf dari Apple Trumbull dan Apple North County diberikan kesempatan untuk melanjutkan pekerjaan mereka di toko Apple terdekat.

Namun bagi pekerja Towson, proses yang berlaku disebut berbeda karena harus mengikuti ketentuan yang tercantum dalam perjanjian kerja bersama.

Kondisi tersebut memicu tudingan bahwa Apple berpotensi melemahkan gerakan serikat pekerja melalui keputusan penutupan tersebut.

Beberapa politisi di negara bagian Maryland bahkan ikut menyuarakan kekhawatiran dan meminta transparansi lebih lanjut mengenai alasan penutupan toko tersebut.

Apple Bantah Tudingan

Menanggapi berbagai kritik yang muncul, Apple membantah seluruh tuduhan yang mengaitkan penutupan toko dengan aktivitas serikat pekerja.

Perusahaan menegaskan bahwa keputusan yang diambil sepenuhnya didasarkan pada pertimbangan bisnis dan evaluasi lokasi.

Apple juga menyatakan bahwa seluruh proses yang dilakukan telah sesuai dengan isi perjanjian kerja bersama yang sebelumnya telah disepakati oleh kedua belah pihak.

Menurut perusahaan, tidak ada perlakuan khusus yang diberikan terhadap karyawan berdasarkan status keanggotaan serikat pekerja.

Apple juga menegaskan belum memiliki rencana membuka toko baru dalam radius sekitar 50 mil dari lokasi Towson dalam waktu dekat.

Perubahan Wajah Ritel di Era Digital

Penutupan tiga Apple Store ini sekaligus mencerminkan perubahan besar yang sedang terjadi dalam industri ritel modern.

Baca Juga: Bukan Meminjam Buku, Perpustakaan Unik di Denmark Ini Izinkan Pengunjung "Meminjam" Manusia untuk Diajak Berdiskusi

Banyak pusat perbelanjaan tradisional kini menghadapi tantangan berat akibat meningkatnya popularitas belanja online, perubahan pola konsumsi masyarakat, serta munculnya berbagai model bisnis baru.

Perusahaan-perusahaan besar termasuk Apple harus terus menyesuaikan strategi agar tetap relevan dengan kebutuhan pelanggan yang terus berubah.

Meski demikian, Apple masih menjadi salah satu perusahaan yang menilai toko fisik memiliki peran penting sebagai tempat pelanggan mencoba produk secara langsung, mendapatkan layanan teknis, dan mengikuti berbagai program edukasi.

Karena itu, perusahaan diperkirakan akan terus mengoptimalkan jaringan ritelnya dengan fokus pada lokasi yang memiliki potensi pertumbuhan lebih kuat di masa depan.

Keputusan menutup tiga toko ini mungkin hanya bagian kecil dari strategi yang lebih besar, tetapi dampaknya telah memicu diskusi luas mengenai masa depan pusat perbelanjaan, hak pekerja, dan arah perkembangan industri ritel di era digital.

Editor : Muhammad Azlan Syah
#Apple Store tutup #Apple Amerika Serikat #Apple Towson Town Center #serikat pekerja Apple #bisnis Apple 2026