RADARBONANG.ID - SpaceX baru-baru ini resmi mengakuisisi startup AI Cursor melalui transaksi saham senilai 60 miliar dolar AS atau sekitar Rp 980 triliun.
Kesepakatan ini menjadi lanjutan dari kerja sama yang diumumkan kedua perusahaan pada bulan April kemarin.
Sebelumnya, SpaceX memiliki dua opsi, yakni menginvestasikan 10 miliar dolar AS ke Cursor atau membeli perusahaan tersebut secara penuh.
Kurang dari dua bulan setelah pengumuman itu, SpaceX memilih melanjutkan proses akuisisi yang ditargetkan akan selesai pada kuartal ketiga tahun ini.
Cursor dikenal sebagai pengembang alat pemrograman berbasis AI yang banyak digunakan untuk membantu proses penulisan kode.
Startup yang berdiri pada tahun 2022 dengan nama Anysphere itu mengalami pertumbuhan pesat seiring meningkatnya popularitas teknologi AI generatif.
Sebelum kesepakatan dengan SpaceX, Cursor dikabarkan tengah menyiapkan pendanaan baru senilai 2 miliar dolar AS dari sejumlah investor besar seperti Andreessen Horowitz dan Nvidia.
Hanya saja, banyak laporan mengatakan dana tersebut belum cukup untuk membawa perusahaan mencapai titik impas, meski sebelumnya telah menghimpun miliaran dolar dari beberapa putaran pendanaan.
Bagi SpaceX, akuisisi ini memiliki tujuan yang lebih besar. Perusahaan milik Elon Musk itu ingin memperkuat divisi AI yang dibangun di sekitar xAI, perusahaan pengembang chatbot Grok yang telah digabungkan ke dalam ekosistem SpaceX.
Dalam beberapa waktu terakhir, xAI menghadapi berbagai kontroversi, mulai dari respons bermasalah Grok hingga penyalahgunaan fitur pembuatan gambar AI.
Situasi tersebut memicu restrukturisasi besar-besaran di tubuh perusahaan, termasuk hengkangnya seluruh 11 pendiri awal xAI.
Melalui akuisisi Cursor, SpaceX dapat mempercepat pengembangan teknologi AI dan mengejar ketertinggalan dari para pesaing utama di industri. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni