Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

NASA Selangkah Lagi Wujudkan Pesawat Supersonik Masa Depan, X-59 Tembus Mach 1,4 dengan Suara Lebih Senyap

Muhammad Azlan Syah • Senin, 15 Juni 2026 | 14:28 WIB
Pesawat eksperimental X-59 berhasil melaju hingga Mach 1,4 atau sekitar 1.487 km/jam tanpa menghasilkan ledakan sonic boom yang menggelegar seperti pesawat supersonik biasa. (Lori Losey/NASA)
Pesawat eksperimental X-59 berhasil melaju hingga Mach 1,4 atau sekitar 1.487 km/jam tanpa menghasilkan ledakan sonic boom yang menggelegar seperti pesawat supersonik biasa. (Lori Losey/NASA)

RADARBONANG.ID – Dunia penerbangan kembali mencatat sejarah baru. Pesawat eksperimental X-59 milik NASA berhasil mencapai tonggak penting dalam pengembangan teknologi penerbangan supersonik dengan tingkat kebisingan yang jauh lebih rendah dibandingkan pesawat supersonik konvensional.

Keberhasilan tersebut menjadi langkah besar menuju masa depan transportasi udara berkecepatan tinggi yang selama puluhan tahun terkendala oleh masalah sonic boom atau ledakan suara yang muncul ketika pesawat melampaui kecepatan suara.

X-59 merupakan bagian dari program Quesst (Quiet SuperSonic Technology) yang dikembangkan NASA bersama perusahaan dirgantara ternama, Lockheed Martin.

Program ini bertujuan menciptakan pesawat yang mampu terbang supersonik tanpa menghasilkan suara ledakan keras yang selama ini menjadi keluhan masyarakat di daratan.

Baca Juga: Tak Perlu Khawatir, PPIH Pastikan Koper hingga Uang Milik Jemaah Haji yang Wafat Dikembalikan ke Keluarga

Berhasil Menembus Kecepatan Mach 1,4

Pada pengujian terbaru yang dilakukan pada 12 Juni 2026, X-59 berhasil mencapai kecepatan Mach 1,4 atau sekitar 924 mil per jam dengan ketinggian 55.000 kaki.

Pencapaian tersebut menjadi pertama kalinya pesawat mencapai kondisi operasional yang dirancang untuk misi pengujian berikutnya.

Sebelumnya, pada 5 Juni 2026, pesawat ini juga sukses melakukan penerbangan supersonik pertamanya dengan kecepatan Mach 1,1 atau sekitar 1.147 kilometer per jam pada ketinggian lebih dari 43.000 kaki.

Penerbangan tersebut berlangsung selama 81 menit dan menjadi bukti bahwa sistem pesawat bekerja sesuai rancangan.

Keberhasilan ini menjadi salah satu pencapaian paling penting dalam proyek yang telah dikembangkan selama bertahun-tahun.

Apa Itu Sonic Boom?

Saat sebuah pesawat melampaui kecepatan suara, gelombang kejut yang dihasilkan akan bergabung dan menciptakan suara ledakan keras yang dikenal sebagai sonic boom.

Fenomena ini bisa terdengar seperti dentuman besar yang mampu menggetarkan jendela maupun bangunan.

Karena dampaknya yang mengganggu, pemerintah Amerika Serikat sejak tahun 1973 membatasi penerbangan komersial supersonik di atas wilayah daratan.

Masalah inilah yang menjadi tantangan utama bagi pengembangan pesawat supersonik selama beberapa dekade terakhir.

Rahasia Desain X-59

Berbeda dari pesawat supersonik biasa, X-59 memiliki bentuk yang sangat unik.

Pesawat ini dirancang dengan badan yang panjang dan ramping serta hidung pesawat yang sangat memanjang.

Desain tersebut memungkinkan gelombang kejut yang biasanya menyatu menjadi ledakan keras dapat dipecah menjadi beberapa gelombang yang jauh lebih kecil.

Hasilnya, suara yang terdengar di permukaan tanah bukan lagi ledakan menggelegar, melainkan hanya "sonic thump" atau dentuman ringan yang volumenya jauh lebih rendah.

NASA bahkan menargetkan suara yang dihasilkan hanya setara dengan bunyi pintu mobil yang ditutup dari jarak tertentu.

Masih Menunggu Pengujian Kebisingan

Meski berhasil terbang melampaui kecepatan suara, NASA masih harus membuktikan bahwa X-59 benar-benar mampu menghasilkan suara yang jauh lebih senyap dibandingkan pesawat supersonik lainnya.

Pada beberapa penerbangan awal, X-59 masih didampingi pesawat F-15 yang menghasilkan sonic boom konvensional sehingga suara asli dari X-59 belum dapat diukur secara akurat.

Pengujian lanjutan akan dilakukan dalam beberapa bulan ke depan menggunakan sensor khusus untuk menganalisis karakteristik gelombang kejut yang dihasilkan pesawat tersebut.

Bisa Mengubah Masa Depan Penerbangan

Jika seluruh pengujian berjalan sesuai harapan, teknologi yang dikembangkan melalui X-59 berpotensi mengubah industri penerbangan dunia.

NASA berencana menerbangkan pesawat ini di atas sejumlah wilayah pemukiman di Amerika Serikat untuk mengumpulkan respons masyarakat terhadap suara yang dihasilkan.

Data tersebut nantinya akan digunakan sebagai bahan pertimbangan regulator dalam menyusun standar baru penerbangan supersonik.

Apabila aturan penerbangan supersonik di daratan dapat diperbarui, maka perjalanan udara masa depan berpotensi menjadi jauh lebih cepat.

Perjalanan lintas negara yang saat ini memakan waktu berjam-jam bisa dipersingkat secara signifikan tanpa mengganggu masyarakat yang berada di bawah jalur penerbangan.

Baca Juga: Mewah dan Langka, Louis Vuitton Hadirkan Jam Berbentuk Bola Dunia dengan 264 Berlian untuk Dilelang

Langkah Besar Menuju Era Supersonik Baru

Sejak pensiunnya pesawat Concorde pada 2003, dunia belum memiliki layanan penerbangan komersial supersonik yang beroperasi secara luas.

Karena itu, keberhasilan X-59 dianggap sebagai salah satu terobosan paling menjanjikan dalam dunia aviasi modern.

Dengan kemampuan terbang lebih cepat dari suara namun tetap minim gangguan suara, NASA berharap teknologi ini dapat membuka jalan bagi generasi baru pesawat penumpang berkecepatan tinggi.

Meski masih membutuhkan serangkaian pengujian tambahan, pencapaian terbaru X-59 menunjukkan bahwa mimpi menghadirkan penerbangan supersonik yang lebih ramah bagi masyarakat kini semakin dekat menjadi kenyataan.

Editor : Muhammad Azlan Syah
#X-59 NASA #pesawat supersonik #sonic boom #teknologi penerbangan NASA #Lockheed Martin