Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Era Baru Mesin Pencari, Google Izinkan Website Menolak Tampil di Hasil AI Tanpa Kehilangan Ranking

Andika Julia Perdana Putra • Jumat, 5 Juni 2026 | 14:34 WIB
Google hadirkan opsi untuk kecualikan situs web muncul dalam fitur AI di Google Search.
(Sumber: Giselle Aguiar/Pinterest)
Google hadirkan opsi untuk kecualikan situs web muncul dalam fitur AI di Google Search. (Sumber: Giselle Aguiar/Pinterest)
 

RADARBONAG.ID – Google kembali melakukan pembaruan penting pada layanan mesin pencarinya.

Raksasa teknologi asal Amerika Serikat itu mengumumkan akan menguji fitur baru yang memungkinkan pemilik situs web menolak kontennya ditampilkan dalam hasil pencarian berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

Langkah ini menjadi salah satu perubahan paling signifikan sejak Google mulai mengintegrasikan teknologi AI generatif ke dalam layanan pencariannya melalui AI Overviews dan AI Mode.

Baca Juga: Erick Thohir Tetap Optimistis Meski Anggaran Dipangkas, Indonesia Bidik Empat Medali Emas di Asian Games 2026

Melalui fitur baru tersebut, pemilik website nantinya dapat memilih keluar atau melakukan opt-out dari hasil pencarian AI tanpa memengaruhi posisi situs mereka di hasil pencarian Google konvensional.

Uji coba awal akan dilakukan melalui platform Search Console dan pertama kali diterapkan kepada sejumlah kecil pemilik domain di Inggris sebelum diperluas ke negara-negara lain.

Google menyebut fitur tersebut sebagai bentuk komitmen perusahaan untuk memberikan kontrol yang lebih besar kepada penerbit, media, dan kreator konten terkait penggunaan materi yang mereka publikasikan di internet.

Situs Tetap Bisa Muncul di Google Meski Menolak AI

Salah satu hal yang paling menarik dari kebijakan baru ini adalah situs yang memilih keluar dari hasil pencarian AI tetap dapat muncul dalam hasil pencarian organik Google seperti biasa.

Artinya, keputusan untuk tidak berpartisipasi dalam AI Overviews maupun AI Mode tidak akan memengaruhi peringkat SEO sebuah website.

Google menegaskan bahwa fitur opt-out tersebut tidak akan digunakan sebagai faktor penentu ranking dalam algoritma pencarian tradisional.

Namun, ada konsekuensi yang harus dipertimbangkan oleh pemilik situs.

Website yang memilih keluar tidak akan memperoleh tayangan, referensi trafik, maupun eksposur yang berasal dari fitur AI generatif Google.

Dengan kata lain, konten mereka tidak lagi digunakan untuk menyusun ringkasan jawaban yang ditampilkan langsung kepada pengguna melalui AI Overviews.

Kebijakan ini memberikan kebebasan bagi pemilik situs untuk menentukan strategi yang paling sesuai dengan kebutuhan bisnis dan model distribusi konten mereka.

Diduga Berkaitan dengan Tekanan Regulator Inggris

Kemunculan fitur baru ini diyakini tidak terlepas dari meningkatnya tekanan regulator terhadap perusahaan teknologi besar terkait penggunaan konten dalam sistem AI.

Di Inggris, Competition and Markets Authority (CMA) atau Otoritas Persaingan dan Pasar sebelumnya mendorong Google agar menyediakan mekanisme yang lebih adil bagi penerbit dan organisasi berita.

Regulator menilai perusahaan media perlu memiliki posisi tawar yang lebih kuat dalam menentukan bagaimana karya jurnalistik mereka digunakan oleh teknologi AI.

Dalam beberapa tahun terakhir, isu penggunaan konten oleh AI memang menjadi perdebatan besar di berbagai negara.

Banyak penerbit berpendapat bahwa sistem AI memperoleh manfaat dari konten yang mereka produksi, sementara keuntungan ekonomi yang diterima media dinilai tidak sebanding.

Karena itu, opsi opt-out dianggap sebagai salah satu langkah awal menuju hubungan yang lebih seimbang antara perusahaan teknologi dan industri penerbitan digital.

Search Console Kini Hadirkan Laporan AI yang Lebih Detail

Selain menghadirkan fitur keluar dari hasil AI, Google juga mengumumkan pembaruan pada Search Console.

Melalui pembaruan tersebut, pemilik situs akan mendapatkan akses ke laporan yang lebih rinci mengenai performa konten mereka dalam layanan AI Google.

Mereka dapat mengetahui halaman mana yang muncul dalam respons AI, lokasi negara tempat konten tersebut ditampilkan, hingga berbagai data performa lainnya.

Google menyatakan akan terus mengembangkan sistem pelaporan tersebut berdasarkan masukan dari penerbit dan kreator konten.

Ke depan, perusahaan berencana menambahkan lebih banyak metrik untuk membantu pemilik website memahami dampak kehadiran AI terhadap distribusi dan visibilitas konten mereka.

Industri Media Khawatir Kehilangan Trafik

Perubahan ini hadir di tengah meningkatnya kekhawatiran industri media global terhadap dampak pencarian berbasis AI.

Banyak penerbit menganggap fitur AI Overviews membuat pengguna tidak lagi perlu mengunjungi situs sumber karena informasi yang dibutuhkan sudah tersedia langsung di halaman pencarian.

Sejumlah penelitian industri bahkan menunjukkan bahwa kemunculan ringkasan AI berpotensi menurunkan tingkat klik atau click-through rate secara signifikan.

Jika kondisi tersebut terus berlanjut, perusahaan media dan pembuat konten dapat kehilangan sebagian besar trafik yang selama ini menjadi sumber utama pendapatan mereka.

Pendapatan iklan digital, langganan pembaca, hingga peluang monetisasi lainnya sangat bergantung pada jumlah kunjungan pengguna ke situs web.

Karena itulah banyak organisasi media meminta platform teknologi memberikan pilihan yang lebih jelas terkait penggunaan konten mereka dalam layanan AI.

Dilema Baru bagi Pemilik Website

Meski menawarkan kontrol yang lebih besar, fitur baru Google juga menghadirkan dilema tersendiri.

Di satu sisi, keluar dari hasil pencarian AI dapat membantu melindungi trafik langsung ke situs.

Namun di sisi lain, perilaku pengguna internet saat ini semakin bergeser ke arah pencarian berbasis AI yang mampu memberikan jawaban instan tanpa harus membuka banyak halaman.

Jika sebuah situs tidak tampil dalam hasil AI, visibilitasnya berpotensi menurun dibanding kompetitor yang tetap mengizinkan kontennya digunakan.

Baca Juga: Konten Tak Ingin Dipakai AI? Google Siapkan Opsi Baru bagi Pemilik Situs Web di Hasil Pencarian

Karena itu, banyak pengamat menilai fitur opt-out ini bukan sekadar pilihan teknis, melainkan keputusan strategis yang harus dipertimbangkan secara matang oleh setiap penerbit.

Dengan hadirnya fitur tersebut, Google membuka babak baru dalam hubungan antara teknologi AI dan industri media digital.

Pemilik situs kini memiliki kesempatan untuk menentukan sendiri bagaimana konten mereka digunakan, sekaligus menyeimbangkan antara kebutuhan menjaga eksposur dan mempertahankan trafik langsung ke website mereka.

Editor : Muhammad Azlan Syah
#Google AI Overviews #Google AI Mode #fitur baru Google #Search Console Google #hasil pencarian AI