Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Kreator PUBG Pangkas Karyawan, Game Prologue: Go Wayback Terancam Berhenti Setelah Masa Early Access

Andika Julia Perdana Putra • Jumat, 5 Juni 2026 | 09:47 WIB
Studio pendiri PUBG resmi lakukan restrukturisasi internal hingga batalkan satu proyek game. (Sumber:  @PulseGGnet/Pinterest)
Studio pendiri PUBG resmi lakukan restrukturisasi internal hingga batalkan satu proyek game. (Sumber: @PulseGGnet/Pinterest)

RADARBONAG.ID – Kabar mengejutkan datang dari PlayerUnknown Productions, studio pengembang yang didirikan oleh kreator PUBG, Brendan Greene.

Perusahaan tersebut mengumumkan langkah restrukturisasi besar yang berdampak pada pengurangan jumlah karyawan sekaligus penghentian pengembangan game survival roguelike berjudul Prologue: Go Wayback.

Keputusan itu diumumkan secara resmi melalui pernyataan yang dipublikasikan di halaman Steam game tersebut.

Baca Juga: Hadiah Piala Dunia 2026 Tembus Rp14,3 Triliun, FIFA Pecahkan Rekor dengan Prize Pool Terbesar Sepanjang Sejarah

Manajemen menyebut langkah tersebut diambil untuk menyesuaikan kebutuhan perusahaan yang kini lebih berfokus pada pengembangan teknologi inti dibanding produksi game komersial dalam jangka pendek.

Restrukturisasi ini menjadi salah satu perubahan terbesar sejak studio tersebut didirikan pada 2021 setelah Brendan Greene meninggalkan Krafton, perusahaan yang menaungi PUBG.

Pengembangan Prologue Dihentikan Meski Sudah Masuk Early Access

Sebagai bagian dari perubahan strategi, PlayerUnknown Productions memutuskan menghentikan pengembangan Prologue: Go Wayback yang sebelumnya diluncurkan melalui program Early Access pada November 2025.

Game tersebut sejak awal dirancang sebagai pengalaman survival realistis yang memanfaatkan teknologi generasi dunia buatan milik studio.

Namun, pengembang kini mengaku tidak memiliki sumber daya yang cukup untuk melanjutkan pengembangan game sambil tetap mengejar target teknologi jangka panjang perusahaan.

Meski demikian, pihak studio menegaskan bahwa penghentian ini bukan berarti proyek tersebut dibatalkan secara permanen.

Mereka masih membuka kemungkinan untuk kembali melanjutkan pengembangan Prologue di masa mendatang apabila kondisi memungkinkan.

Sebagai langkah transisi, perusahaan juga sedang menyiapkan pembaruan yang akan mengeluarkan game dari status Early Access dan menjadikannya tersedia secara gratis bagi para pemain.

Pemain Berpotensi Mendapat Pengembalian Dana

Keputusan menghentikan pengembangan tentu menimbulkan pertanyaan dari komunitas yang telah membeli game tersebut selama masa akses awal.

Menanggapi hal itu, pihak studio menyatakan sedang mencari solusi terbaik agar pemain yang telah melakukan pembelian dapat memperoleh pengembalian dana atau kompensasi yang sesuai.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab perusahaan terhadap komunitas yang telah mendukung pengembangan Prologue sejak tahap awal.

Meski belum mengumumkan mekanisme resmi pengembalian dana, PlayerUnknown Productions memastikan informasi lebih lanjut akan disampaikan dalam waktu dekat.

Teknologi Melba Jadi Prioritas Utama

Menurut perusahaan, alasan utama di balik restrukturisasi ini adalah tingginya biaya pengembangan teknologi internal bernama Melba.

Melba merupakan sistem generasi dunia virtual yang dirancang untuk menciptakan lingkungan dan medan permainan secara otomatis dalam skala sangat besar.

Teknologi ini menjadi fondasi utama berbagai proyek yang tengah dikembangkan studio.

Selama ini, Melba telah digunakan untuk membangun dunia dalam Prologue: Go Wayback.

Namun peran teknologi tersebut jauh lebih besar karena direncanakan menjadi komponen utama bagi proyek masa depan perusahaan yang dikenal dengan nama Artemis.

PlayerUnknown Productions meyakini bahwa investasi pada Melba memiliki nilai strategis yang lebih penting dibanding mempertahankan sejumlah proyek game yang masih berada dalam tahap awal pengembangan.

Karena itu, sebagian besar sumber daya perusahaan kini akan difokuskan pada penyempurnaan teknologi tersebut.

Ambisi Membangun Dunia Virtual Seukuran Bumi

Sejak didirikan pada 2021, PlayerUnknown Productions memang memiliki visi yang berbeda dibanding studio game pada umumnya.

Brendan Greene berulang kali menyatakan bahwa tujuan utama perusahaannya bukan hanya menciptakan game baru, tetapi juga membangun teknologi yang memungkinkan terciptanya dunia virtual berskala masif.

Visi tersebut kembali diperlihatkan melalui peluncuran demo teknologi terbaru bernama Preface: Undiscovered World.

Demo tersebut memungkinkan pengguna menjelajahi dunia virtual yang diklaim memiliki ukuran setara Bumi dan dihasilkan secara real-time menggunakan teknologi Melba.

Proyek tersebut menjadi gambaran awal mengenai arah pengembangan teknologi yang ingin dicapai oleh PlayerUnknown Productions dalam beberapa tahun ke depan.

Masa Depan Artemis Masih Menjadi Tanda Tanya

Selain Melba dan Preface, proyek besar lain yang tengah dipersiapkan studio adalah Artemis.

Namun hingga saat ini, detail mengenai proyek tersebut masih sangat terbatas.

Perusahaan belum mengungkap bentuk akhir Artemis maupun jadwal peluncurannya kepada publik.

Meski demikian, banyak pihak meyakini Artemis akan menjadi proyek paling ambisius yang pernah dikerjakan Brendan Greene sejak kesuksesan PUBG beberapa tahun lalu.

Baca Juga: Barcelona Kembali Belanja Besar, Ternyata Ini Rahasia Kebangkitan Finansial Blaugrana Setelah Bertahun-Tahun Terpuruk

Di tengah restrukturisasi yang sedang berlangsung, perusahaan menegaskan bahwa pengembangan Melba dan Artemis tetap berjalan.

Hanya saja, prosesnya kini dilakukan oleh tim yang lebih kecil dan lebih terfokus.

PlayerUnknown Productions juga menyatakan prioritas utama mereka saat ini adalah membantu para karyawan yang terdampak pengurangan tenaga kerja serta memastikan proses transisi berlangsung dengan baik.

Langkah tersebut menunjukkan bahwa studio kini memilih mengorbankan proyek jangka pendek demi mengejar visi teknologi jangka panjang yang diyakini dapat menjadi fondasi generasi baru dunia virtual di masa depan.

Editor : Muhammad Azlan Syah
#PlayerUnknown Productions #Brendan Greene #PUBG #Prologue Go Wayback #teknologi Melba