Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Meta Siapkan 4 Kacamata Pintar Berbasis AI hingga 2026, Ada Teknologi yang Bisa Memahami Lingkungan Pengguna

Andika Julia Perdana Putra • Rabu, 3 Juni 2026 | 07:58 WIB
Meta berencana untuk hadirkan beberapa kacamata pintar baru pada tahun ini. (Sumber: DG Jones/Pinterest)
Meta berencana untuk hadirkan beberapa kacamata pintar baru pada tahun ini. (Sumber: DG Jones/Pinterest)

RADARBONAG.ID – Persaingan di industri kecerdasan buatan kini tidak lagi hanya berlangsung di ranah perangkat lunak.

Perusahaan teknologi global berlomba menghadirkan perangkat keras yang mampu membawa AI lebih dekat ke kehidupan sehari-hari pengguna.

Salah satu pemain yang paling agresif dalam perlombaan tersebut adalah Meta. Perusahaan induk Facebook, Instagram, dan WhatsApp itu dikabarkan tengah menyiapkan ekspansi besar-besaran di sektor wearable atau perangkat yang dapat dikenakan, dengan fokus utama pada kacamata pintar berbasis kecerdasan buatan.

Menurut laporan terbaru dari The Information, Meta saat ini sedang mengembangkan sejumlah perangkat baru yang dijadwalkan meluncur secara bertahap hingga akhir tahun 2026.

Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang perusahaan untuk memperkuat ekosistem AI sekaligus memperluas sumber pendapatan dari sektor perangkat keras.

Baca Juga: Viral! Jalanan di Vietnam Mendadak Memerah Total, Ternyata Ini Penyebabnya

Empat Model Kacamata Pintar Sedang Disiapkan

Laporan tersebut mengungkap bahwa Meta memiliki setidaknya empat proyek kacamata pintar yang sedang berada dalam tahap pengembangan.

Model pertama yang disebut paling dekat dengan peluncuran memiliki nama kode "Modelo".

Perangkat ini dikabarkan akan diperkenalkan pada Juni 2026 dan menjadi pembuka gelombang produk wearable terbaru Meta.

Setelah itu, perusahaan disebut akan merilis dua model lainnya, yakni "Luna" dan "RBM2 Refresh", pada musim gugur 2026.

Sementara model keempat yang memiliki nama kode "Mojito VIP" dijadwalkan meluncur menjelang akhir tahun, tepatnya pada Desember 2026.

Meski rincian spesifikasi masing-masing perangkat masih dirahasiakan, sejumlah sumber menyebut bahwa RBM2 Refresh merupakan generasi penerus dari lini kacamata pintar hasil kolaborasi Meta dengan Ray-Ban yang telah lebih dulu hadir di pasar.

Kolaborasi tersebut sebelumnya mendapat respons cukup positif karena berhasil menggabungkan desain kacamata modis dengan fitur teknologi modern seperti kamera, asisten suara, serta integrasi AI.

AI Akan Menjadi Jantung Seluruh Perangkat

Berbeda dengan generasi wearable sebelumnya yang lebih berfokus pada fungsi komunikasi dan hiburan, perangkat baru Meta diperkirakan akan menjadikan AI sebagai fitur utama.

Kehadiran kecerdasan buatan memungkinkan perangkat memahami perintah pengguna secara lebih alami, memberikan informasi secara real-time, hingga membantu berbagai aktivitas sehari-hari tanpa harus membuka ponsel.

Meta sendiri dalam beberapa tahun terakhir terus berinvestasi besar-besaran pada teknologi AI generatif.

Perusahaan berupaya menciptakan ekosistem di mana AI tidak hanya hadir di layar komputer atau smartphone, tetapi juga dapat diakses melalui perangkat yang dikenakan pengguna sepanjang hari.

Strategi ini dinilai sejalan dengan visi jangka panjang CEO Meta, Mark Zuckerberg, yang melihat wearable sebagai salah satu bentuk komputasi masa depan setelah era smartphone.

Liontin AI Cerdas Ikut Dikembangkan

Selain kacamata pintar, Meta juga dilaporkan sedang mengembangkan perangkat wearable baru yang cukup unik, yakni AI Pendant atau liontin AI.

Perangkat ini dirancang untuk dikenakan di leher dan berfungsi sebagai asisten digital yang selalu aktif menemani pengguna.

Menurut informasi yang beredar, liontin tersebut mampu mendengarkan percakapan pengguna secara real-time dengan izin tertentu.

AI kemudian dapat membuat ringkasan percakapan, menyusun transkrip otomatis, hingga menyimpan informasi penting ke dalam basis data yang dapat dicari kembali kapan saja.

Konsep tersebut dinilai dapat membantu pekerja profesional, pelajar, maupun pengguna umum yang sering membutuhkan catatan otomatis tanpa harus menulis secara manual.

Meski terdengar futuristik, teknologi seperti ini juga memunculkan pertanyaan mengenai privasi dan keamanan data yang kemungkinan akan menjadi perhatian utama saat produk resmi diperkenalkan.

Meta Bidik Dunia Kerja Lewat Wearables for Work

Ambisi Meta ternyata tidak hanya menyasar pasar konsumen. Perusahaan juga disebut sedang menyiapkan layanan khusus bernama "Wearables for Work".

Program tersebut dirancang untuk perusahaan dan organisasi yang ingin memanfaatkan perangkat wearable berbasis AI guna meningkatkan produktivitas karyawan.

Melalui konsep ini, kacamata pintar maupun perangkat wearable lainnya dapat digunakan untuk membantu komunikasi tim, dokumentasi pekerjaan, akses informasi secara cepat, hingga kolaborasi jarak jauh secara lebih efisien.

Meta melihat sektor bisnis sebagai peluang besar yang belum banyak digarap oleh produsen wearable lainnya.

Kacamata Masa Depan yang Bisa Memahami Lingkungan

Laporan yang sama juga mengungkap keberadaan proyek eksperimental Meta dengan nama kode "Artemis" dan "SSG" atau Super Sensing Glasses.

Perangkat ini disebut sebagai generasi kacamata AI yang jauh lebih canggih dibandingkan produk saat ini.

Teknologinya memungkinkan perangkat memantau lingkungan sekitar secara aktif dan memberikan konteks tambahan kepada sistem AI.

Dengan kemampuan tersebut, AI dapat memahami apa yang sedang dilihat pengguna, mengenali objek di sekitar, hingga memberikan bantuan yang lebih relevan berdasarkan situasi yang sedang terjadi.

Jika berhasil diwujudkan, teknologi ini berpotensi mengubah cara manusia berinteraksi dengan perangkat digital di masa depan.

Baca Juga: Strategi Unik Bertahan Hidup: Demi Menolak Kawin, Capung Betina Aeshna Juncea Nekat Berpura-pura Mati

Target Ambisius untuk Memulihkan Reality Labs

Di balik berbagai proyek wearable tersebut, Meta memiliki target bisnis yang sangat ambisius.

Perusahaan menargetkan penjualan hingga 10 juta perangkat wearable selama paruh kedua tahun 2026.

Target tersebut menjadi bagian dari upaya memperbaiki kinerja divisi Reality Labs yang selama beberapa tahun terakhir mencatat kerugian hingga puluhan miliar dolar akibat investasi besar dalam pengembangan teknologi masa depan.

Meski demikian, Meta tampaknya tetap optimistis bahwa perangkat wearable berbasis AI akan menjadi salah satu pilar utama industri teknologi dalam beberapa tahun mendatang.

Dengan kombinasi kecerdasan buatan, desain yang semakin praktis, serta kemampuan memahami konteks dunia nyata, kacamata pintar dan perangkat wearable generasi baru diprediksi akan memainkan peran penting dalam kehidupan digital manusia di masa depan.

Editor : Muhammad Azlan Syah
#teknologi AI 2026 #kacamata pintar Meta #wearable AI #Ray-Ban Meta #Meta AI